Monday, January 23, 2017
Friday, September 30, 2016
INGIN BANGUN PESANTREN, BELUM PUNYA TEMPAT
Perihal. : PERMOHONAN DANA PEMBEBASAN LAHAN
UNTUK PONDOK PESANTREN ARBABUL HIJA
Kepada
Yth : KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT
Di.
T e m p a t
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan
kepada baginda Nabi Saw, para sahabat serta keluarga besar beliau hingga akhir
zaman, amien.
Sebagaimana
telah kita maklumi bersama, Ilmu pengetahuan sungguh demikian luas. Demikian
huja ilmu Islam, Ilmu agama Islam sungguh tidak bisa terbatas.
Di
dalam mempelajari, mengkaji serta menela’ah Ilmu agama Islam sungguh dihadapkan
dengan berbagai macam benturan serta rintangan yang luar biasa. Terlebih di
zaman sekarang, ajaran Islam terkontaminasi berbagai budaya tradisi baru
(bid’ah) yang menjauhkan dari ajaran Ulama.
Yang
lebih memperihatinkan lagi, di sekitar kita banyak sekali pemahaman Islam yang
terkesan akal-akalan yang pada akhirnya Islam mengalami abrasi, pengikisan dari
karakter aslinya.
Dengan
di dasari hal itu kami merasa terpanggil untuk mengadakan kajian-kajian agama
dari buku-buku Islami terdahulu, literature lama, atau lebih dikenal dengan
kitab kuning, yang para penyusunnya adalah ulama-ulama Salaf-Kholaf, seperti
Imam malik, Imam Syafei, Imam Gojali. Imam Nawawi dan lain sebagainya, sebagai Nara sumber pengkajian.
Kajian
buku Islami dari kitab salaf seperti ini telah banyak ditinggalkan orang,
termasuk di berbagai sekolah tinggi, mereka menganggap kitab kuning sudah tidak
relevan lagi, Subhanallah.
Sungguh
pendapat keliru, menurut kami sikap seperti itu merupakan bentuk pernyataan
yang disebabkan ketidak mampuan dalam memahami kandungan isi kitab yang
sebenarnya, karena setiap permasalahan agama Islam, jawabannya telah tersedia
di dalam kitab-kitab tersebut.
Karena
isi kitab-kitab kuning adalah penjelasan dalil-dalil dari Qur’an, Hadits, Ijma’
Ulama dan Qiyas (pedoman usul fiqh). Hanya saja apakah kita mau mengkaji nya atau
tidak ?
Dengan
segala kerendahan hati serta niat baik. Saya memberitahukan serta mengajak
semua kawan dan jama’ah, untuk BEKERJA SAMA MENYEDIAKAN LAHAN (TANAH) serta
MEMBANGUN MESJID DAN PONDOK PESANTREN ARBABUL HIJA dalam
mempasilitasi kajian agama seperti ini, terutama kaum muslimin yang merasa
terpanggil untuk membela agama Allah SWT mensyi’arkan ajaran Agama Islam.
Dana
Awal yang diperlukan kira-kira 200 juta (Dua Ratus Juta) Untuk pembebasan Lahan
di Wilayah Cibinong, Bogor, Jawa Barat – Indonesia. Tabungan dikumpulkan dari bulan September 2016 s/d
September 2017 dan di Evaluasi setelah Satu Tahun. Demikian
khabar dari kami, terima kasih.
Catatan
:
Tabungan diterima dan disimpan di Nomor Rekening
Ahmad Daerobiy
BCA KCU MARGONDA No.Rek. 869.063.4946 a/n Ahmad
Daeroby
Saat ini, Tabungan kami baru terkumpul Rp. 1.200.000,- (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) Karena masih banyak kurangnya.. Bantu kami ya...!!
Cibinong,
September 2016
Salam
Hangat
Ahmad
Daerobiy
0813.1020.9384 dan 0857.1461.9749
0813.1020.9384 dan 0857.1461.9749
Monday, June 27, 2016
Sunday, June 5, 2016
PEMBAHASAN FIQIH PUASA
بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertakwa (QS.
Al-Baqoroh 183)
Puasa menurut
bahasa adalah Imsak artinya bertahan, sedang puasa menurut istilah agama adalah
menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dengan niat tertentu selama
waktu siang hari yang dibolehkan untuk berpuasa, dari seorang muslim berakal,
serta suci dari haid dan nifas.
وَشَرَائِطُ وُجُوبِ الصَّومِ ثَلاَثَةُ أَشْياَءَ الإِسْلاَمُ وَالبُلُوغُ
وَالعَقْلُ . وَفَرَائِضُ الصَّومِ خَمْسَةُ أَشْياَءَ النِّيَّةُ وَالإِمْساَكُ
عَنِ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ وَالحِماَعِ وَتَعَمُّدُ القَىءِ وَكَذَا عَدَمُ
المَعْرِفَةِ بِطَرَفَىِ النَّهاَرِ . وَالَّذِى يُفِطِرُ بِهِ الصاَّئِمُ
عَشْرَةُ أَشْياَءَ ماَوَصَلَ عَمْدًا إِلىَ الجَوفِ أَوِ الرَّأْسِ وَالحُقْنَةُ
مِنْ أَحَدِ السَّبِيْلَيْنِ وَالقَىْءٌ عاَمِدًا وَالوَطْءٌ فىِ الفَرْجِ
وَلإِنْزِالُ عَنْ مُباَشْرَةٍ وَالحَيْضُ وَالنِّفاَسُ وَالجُنُونُ وَالرِّدَّةُ
Syarat wajib puasa ada 3
yaitu Islam, Balig berakal, dan mampu melaksanakan puasa. Fardu-fardu puasa
ada 5 yaitu : (1) Niat. (2) Menahan diri dari makan. (3) Menahan diri dari
minum. (4) Menahan diri dari Jima’ (senggama) dan (5) Menahan diri dari sengaja
muntah.
Pembatalan puasa ada 10 : (1) Sesuatu
masuk secara sengaja ke dalam tubuh. (2) Sesuatu masuk secara sengaja ke dalam
kepala. (3) Obat yang disuntikkan melalui kubul atau dubur. (4) Muntah sengaja.
(5) Senggama sengaja dengan kelamin. (6) Keluar sperma sebab bersentuhan kulit.
(7) Haid. (8) Nifas. (9) Gila (hilang ingatan) dan (10) Murtad, keluar dari
Islam.
وَيُسْتَحَبُّ فىِ الصَّومِ ثَلاَثَةُ أَشْياَءَ تَعْجِيلُ الفِطْرِ
وَتَأْخِيْرُ السُّحُورِ وَتَرْكُ الهُجْرِ مِنَ الكَلاَمِ . وَيَحْرُمُ صِياَمُ
خَمْسَةِ أَياَمٍ العَيْدَيْنِ وَأَياَّمِ التَّسْرِيْقِ الثَّلاَثَةِ . وَيُكْرَهُ
صَوْمُ يَوْمِ الشَّكِّ إِلأَ اَنْ يُوَافِقَ عاَدَةً لَهُ أَوْيَصِلَهُ بِماَ
قَبْلَهُ
=============
Sunnah dalam berpuasa tiga hal
: (1) Segera berbuka (apabila sudah sampai waktunya). (2) Mengakhirkan makan
sahur (apabila tidak khawatir kesiangan). (3) Menjauhi perkataan-perkataan yang
buruk. Haram berpuasa ada di lima hari, yaitu dua hari raya (idul fitri
dan idul adha), dan tiga hari tasyriq, tiga hari setelah idul adha, tanggal
11,12 dan13 Dzulhijjah. Makruh berpuasa di hari ragu (penghujung bulan
sya’ban yang diragukan, apakah telah masuk ramadhan atau masih di bulan
sya’ban). Kecuali bertepatan dengan kebiasaan berpuasa dan terhubung dengan
puasa sebelumnya.
وَمَنْ وَطىِءَ عاَمِدًا فىِ الفَرْجِ فَعَلَيْهِ القَضاَءُ وَالكَفاَّرَةُ
وَالكَفاَّرَةُ عِتْقُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَصِياَمُ
شَهْرَيْنِ مُتَتاَبِعَيْنِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعاَمُ سِتِّيْنَ
مِسْكِيْناً . وَمَنْ ماَتَ وَعَلَيْهِ صَوْمٌ مِنْ رَمَضاَنِ أُطْعِمَ عَنْهُ
لِكُلِّ يَوْمٍ مُدٌّ وَالشَّيْخُ الفاَنىِ إِنْ عَجَزَ عَنِ الصَّومِ يُفْطِرُ
وَيُطْعِمُ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدَّا
Barangsiapa bersenggama sengaja ke dalam farji (kelamin
wanita) di bulan puasa siang hari, maka baginya wajib qodlo dan
kifarat. Kifaratnya adalah membebaskan budak yang mukmin, apabila tidak ada
maka berpuasa dua bulan berturut-turut, apabila tidak mampu maka bersedekah
makanan kepada 60 orang miskin (masing-masing minimal satu sho’ yaitu ssama
seperti zakat fitrah). Barangsiapa meninggal dan dia punya kewajiban
berpuasa Ramadhan, maka bersedekah atas dirinya setiap hari satu mud (1,5
liter beras) dan orang tua yang renta apabila tidak mampu berpuasa aka ia boleh
tidak berpuasa dan diganti dengan member sedekah setiap hari puasa satu mud.
وَالحاَمِلُ وَالمُرِضِعُ إِنْ خاَفَتاَ عَلىَ أَنْفُسِهِماَ أَفْطَرَتاَ
وَعَلَيْهِماَ القَضاَءُ وَإِنْ خاَفَتاَ عَلىَ وَلَدَيْهِماَ أَفْطَرَتاَ
وَعَلَيْهِماَ القَضاَءُ وَالكَفاَّرَةُ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدٌّ . وَالمَرِيْضُ
وَالمُساَفِرُ سَفَرًا طَوِيْلاً يُفْطِرَانِ وَيَقْضِياَنِ
Wanita hamil dan menyusui
apabila mereka khawatir hanya kepada dirinya sendiri maka ia dibolehkan berbuka
puasa dan baginya hanya wajib qodlo. Apabila mereka khawatir atas anak-anak
mereka maka mereka wajib qodlo puasa dan kifarat, kifarat ini dengan membayar
satu mud untuk setiap hari puasa. Orang yang sakit atau dalam orang
bepergian (yang boleh) dan perjalanannya jauh maka mereka boleh berbuka
puasa dan mereka hanya diwajibkan qodlo.
Niat
puasa untuk setiap malam
|
Niat
puasa satu bulan di malam perdana
|
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَداَءِ فَرْضِ
شَهْرِ رَمَضاَنِ هَذِهِ سَنَةِ فََرْضاً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat puasa esok pagi menunaikan fardu puasa Ramadhan
tahun ini, fardu karena Allah SWT”
|
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضاَنَ كُلِّهِ
فََرْضاً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat puasa bulan Ramadhan
sebulan penuh, Fardu karena Allah SWT”
|
Terkait niat puasa diwajibkan di setiap malam, ketika
khawatir ada satu malam yang lupa niat, maka boleh niat puasa satu bulan penuh
di malam perdana dan tetap wajib niat puasa di setiap malamnya. Niat puasa satu
bulan penuh adalah berdasarkan Taqlid (mengikuti pendapat) madhab Imam
Malik, dan disini melalui perantara Ashab (Ulama Madhab Imam Syafe'i)
yang bernama Syekh Ibnu Hajar Al-Haetamiy.
Allah mengetahui segalanya….
Pustaka : Fiqih Imam Syafe’i, Kifayatul
Akhyar Fi Hali Ghoyatil Ikhtishor, Taqiuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Husaeniy
Al-Hishni Ad-Damsyqiy
Sunday, May 15, 2016
Saturday, April 30, 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)















