Monday, September 29, 2014

JADUAL KAJIAN MAJELIS



JADUAL KAJIAN MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA


SETIAP HARI SABTU
- PUKUL 13.00-15.00 WIB (Setelah Dzuhur)
1. Kajian Kitab Jurumiyah (Ilmu Nahwu)
2. Kajian Kitab Sulam Munawwaroq (Ilmu Mantiq)
3. Kajian Kitab Hasyiah Jauhar Tauhid (Ilmu Tauhid)
4. Kajian Kitab Syirajuth-Thalibin Syarah Minhajul Abidin (Ilmu Tasawuf)

SETIAP HARI MINGGU
- PUKUL 13.00-16.30 WIB (Setelah Dzuhur)
1. Kajian Kitab Alfiyah Ibnu Malik (Ilmu Nahwu-Shorof)
2. Kajian Kitab Nihayatuz-Zein (Ilmu Fiqih Imam Syafei)
3. Kajian Kitab Syarah Al-Hikam Ibnu 'Athoillah (Ilmu Tauhid & Tasawuf)

SETIAP MALAM RABU
- PUKUL 19.00-21.30 WIB (Setelah Isya)
1. Tadarus Membaca Qur’an dan Do’a Ishol
2. Kajian Kitab Khozinatul-Asror (Ilmu Hikmah)

SETIAP MALAM SABTU
- PUKUL 19.00-21.30 WIB (Setelah Isya)
1. Belajar Membaca Qur’an (Tingkat Dewasa)
2. Kajian Ilmu Tajwid dan Menerapkannya
3. Kajian Kitab Uqudul-Lizein (Ilmu Akhlaq Rumah tangga)

SETIAP MALAM (untuk tingkat SMP/Sederajat)
- PUKUL 18.00-19.30 WIB (Setelah Maghrib)
1. Belajar Membaca Qur’an
2. Kajian kitab Safinatun-Naja (Ilmu Fiqih)

SETIAP SORE (untuk tingkat SMP/Sederajat)
- PUKUL 16.00-17.15 WIB (Setelah Asar)
1. Belajar Membaca Qur’an
2. Kajian kitab Tizan Ad-Daruriy (Ilmu Tauhid)

NB. Sebelum Kajian diwajibkan shalat berjama’ah dulu di majelis..

ALAMAT : Jalan Raya Jakarta-Bogor km 45, Rt. 04/11, Gang Jembatan Barokah Kelurahan Cibinong, Bogor. Jawa Barat - Indonesia.



RUTE : Dari Arah Jakarta atau Bogor, turun lampu merah Simpang Pemda Cibinong. Masuk Gang Jembatan Barokah. Lokasi majelis terlihat dari jalan raya.

Apabila saudara mau ikut kajian ini, tidak di pungut biaya alias gratis.. terbuka untuk umum.
Silahkan konfirmasi :
- 0815.8548.3637 (Ustadz Benny)
- 0812.1927.5895 (Ustadz Said)
- 0877.7087.5719 (Ustadz Haji Fahmi)
- 0896.0997.0258 (Ustadz Daerobiy)

By Kang Dae



Monday, September 22, 2014

SEPULUH MUTIARA AKAN LENYAP

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الحَمْدُ ِللهِ حَقَّ حَمْدِهْ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهْ ، مُحَمَّدٍ رَسُوْلِهِ وَعَبْدِهْ ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ مِنْ بَعْدِهْ ؛ أَمَّابَعْدُ

رُوِىَ أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَزَلَ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فىِ مَرَضِ مَوْتِهِ فَقاَلَ ياَجِبْرِيْلُ هَلْ تَنْزِلُ مِنْ بَعْدِى ؟؟ فَقاَلَ نَعَمْ ياَرَسُوْلَ اللهِ أَنْزِلُ عَشْرَ مَرَّاتٍ أَرْفَعُ العَشْرَ الجَواَهِرِ مِنَ الأَرْضِ قاَلَ ياَ جِبْرَيْلُ وَماَتَرْفَعُ مِنْهاَ ؟ قاَلَ ؛ (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِ (وَالثَّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ العُلَماَءِ (وَالثَّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ (وَالعاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ

Diriwayatkan, bahwa malaikat Jibril turun menjumpai baginda Nabi SAW, saat itu beliau dalam keadaan sakit yang mengantarnya wafat. “Hai Jibril, apakah kamu masih tetap akan turun ke bumi setelah saya meninggal ?” tanya Nabi SAW pada Jibril. “Ya, betul, saya masih tetap akan turun Ya Rasulullah, saya akan turun sebanyak sepuluh kali, karena saya akan mengambil sepuluh macam mutiara di muka bumi” jawab malaikat Jibril. “Hai Jibril, apa yang mau kamu angkat dari bumi ?” tanya Nabi SAW ingin tahu. Kemudian Jibril pun menjelaskan : Pertama, saya akan mengambil keberkahan dari muka bumi. Kedua, saya akan mengambil rasa cinta dari hati para makhluk. Ketiga, saya akan mengambil rasa sayang dari hati kerabat, saudara. Keempat, saya akan mengambil keadilan dari para penguasa, Pemerintah. Kelima, saya akan mengambil rasa malu dari para wanita. Keenam, saya akan mengambil kesabaran dari orang-orang fakir, miskin dan yang tertimpa musibah. Ketujuh, saya akan mengambil sifat kehati-hatian dan sikap zuhud (hati terikat duniawi) dari para Ulama. Kedelapan, saya akan mengambil sifat dermawan dari orang-orang kaya. Kesembilan, saya akan mengambil Al-Qur’an dan Kesepuluh, saya akan mengangkat keimanan.

لَمّاَ رَجَعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ مِنْ حَجَّةِ الواَدَعِ إِلىَ المَدِيْنَةِ أَقاَمَ بِهاَ بَقِيَّةَ ذِى الحِجَّةِ تَماَمَ سَنَةِ عِشْرٍ ثُمَّ دَخَلَتْ سَنَةَ إِحْدَى عَشْرَةٍ فَأَقاَمَ المُحَرَّمَ وَصَفَرَ وَفىِ يَوْمِ الأَرْبَعاَءْ مِنْ أَخِرِ صَفَرَ بَدَأَ بِالنَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجْعُهُ فَحْمٌ وَصَدَعٌ ...

Ketika Rasulullah SAW telah melaksanakan ibadah haji yang terakhir (haji wada’), beliau kembali ke Madinah dan tinggal di Madinah sampai akhir bulan Dzulhijjah, waktu itu tahun 10 Hijriyyah, kemudian masuk ke tahun 11 Hijriyyah. Awal tahun 11 Hijriyyah, dari bulan Muharram sampai bulan Safar, beliau masih tetap tinggal di Madinah. Dan tepat di hari rabu bulan Safar beliau mulai merasa sakit demam panas…

فَقاَلَ أَبُوْ بَكْرٍ ؛ مَنْ كاَنَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ مُحُمَّداً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ مُحَمَّداً قَدْ ماَتَ وَمَنْ كاَنَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ اللهَ فَإِنَّ اللهَ حَىٌّ لاَيَمُوْتُ

Abu bakar berkata ; Barangsiapa diantara kalian yang menyembah Muhammad SAW, Sesugguhnya Nabi Muhammad telah wafat. Barangsiapa diantara kalian yang menyembah Allah SWT, Sesungguhnya Allah itu maha hidup dan tidak akan pernah mati.

وَمَامُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللهُ الشَّاكِرِيْنَ

Nabi Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imran 144)

Pustaka :
Nurul-Abshor Fi Manaqib Ali An-Nabi Al-Mukhtar Syekh Mukmin bin Hasan hal. 58
(Diterjemahkan oleh Ahmad Daerobiy)


WASPADALAH..., MENDAPATKAN ILMU TANPA GURU

وَمِنْ كَلاَمِ أَبِيْ يَزِيْدْ البُسْطاَمِيْ قُدِّسَ سِرُّهُ ؛ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَّيْطاَنُ

Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy quddisa sirruh menyatakan ; Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.

Tafsir Ruhul-Bayan, Juz 5 hal. 203 Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60

Ketika tidak mendapatlan ilmu tanpa guru maka jelas dia gurunya syetan dan kesesatannya lebih terbuka lebar, maka waspadailah. Apakah anda punya guru agama? Datangilah beliau, jika anda ingin mendapatkan ilmunya dan bermanfaat..


Lihat LOKASI MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA di peta yang lebih besar

NASKAH POPULER