Tuesday, November 30, 2010

MENYAMBUT SEPULUH MUHARRAM (‘ASYURA)



بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari kami." (QS. Hud 48)

‘ASYURA dikutif dari kata ‘Asyroh (bhs Arab), artinya sepuluh, maksudnya tanggal 10 Muharram, sedang TASU’A dikutif dari kata Tis’un (bhs Arab) artinya sembilan, Maksudnya tanggal 9 Muharram.

Telah kita maklumi bersama, di zaman Nabi Nuh AS terjadi musibah banjir besar. Seelah banijir surut, Nabi Nuh AS keluar dari kapal, diikuti para ummatnya, saat itu mereka merasakan lapar dan dahaga, bekal makanan mereka telah habis. Kemudian Nabi Nuh AS memerrintahkan ummatnya untuk mengumpulkan makanan yang tersisa. Salah seorang diantara mereka ada yang tersisa satu genggam biji bir (gandum), yang lain biji ruz (beras), yang lain biji mash (sejenis kacang), yang lain biji ‘adas (kacang) yang lain biji humsh (Kedelai), yang lain biji lubiya (sejenis kacang), yang lain biji pul (kacang tanah) masing-masing satu genggam, sampai terkumpul tujuh macam. Demikian itu terjadi pada 10 Muharram. Kemudian Nabi Nuh AS memasaknya dan semua bias makan hingga cukup kenyang dengan keberkahan Nabi Nuh AS, ini berdasarkan kandungan makna dari ayat QS. Hud 48. Demikianlah awal mula terjadi masak-memasak makanan di muka bumi setelah musibah banjir besar.

Berapa orang bersama Nabi Nuh AS itu ? yang jelas mereka sedikit, sebagaimana tertuang dalam Al-Qqur’an ;

وَمَاحَتَّى إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلاَّ مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ القَوْلُ وَمَنْ آَمَنَ وَمَا آَمَنَ مَعَهُ إِلاَّقَلِيْلٌ

“Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur[718] telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (QS. Hud 40) [718] Yang dimaksud dengan dapur ialah permukaan bumi yang memancarkan air hingga menyebabkan timbulnya taufan.

Jumlah mereka ada yang mengatakan 13 orang, yaitu 7 istri Nabi Nuh, 3 pengikut dan 3 orang anak beliau, ini dari riwayat Qotadah. Sedang dari riwayat Ibnu Ishaq ada 10 orang yaitu 5 laki-laki dan 5 perempuan. Ada juga yang mengatakan 20 orang yaitu 10 laki-laki dan 10 perempuan. Ada lagi, 80 orang yaitu 70 laki-laki 10 perempua. Ada lagi, 160 orang yaitu 80 laki-laki dan 80 perempuan. Tetapi riwayat yang sohih (benar) mereka berjumlah 79 orang yaitu 1 orang daripada istri Nabi Nuh, 6 orang daripada 3 anak laki-laki beliau bersama istri-istrinya, masing-masing satu orang, dan 71 orang daripada laki-laki dan 1 orang perempuan dari keturunan Nabi Syits.

Hikmah apa yang menjadi pelajaran disini ? berdasarkan sejarahnya bahwa 10 Muharram adalah hari baik. Jawabnya tidak lain, sebagai muslim yang baik selayaknya menyambut serta mengisi 10 Muharram dengan berbagai macam amal ibadah, apa saja bentuk amal ibadah itu ? disamping rutinitas ibadah yang dilakukan, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut ;

Pertama, Berpuasa 10 Muharram, ini berdasar sabda Nabi SAW :

إِنَّ هَذَا اليَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ وَلَمْ يَكْتُبِ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ فَمَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْ

“Sesungguhnya Hari ini ialah tanggal 10 Muharram, tidak ada kewajiban puasa atas kalian, tetapi jika mau silahkan berpuasa, dan jika mau silahkan tidak berpuasa." (HR .Bukhori Muslim)

Imam Syafi’i menambahkan dalam riwayatnya ;
 
وَأَنَا صَائِمٌ فَمَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْ
"Dan Aku (Nabi SAW) sedang berpuasa, jika mau silahkan berpuasa.” (HR. Imam Syafei)

Kedua, Berpuasa 9 Muharram, ini berdasar sabda Nabi SAW ;

لَئِنْ بَقَيْتُ إِلىَ قاَبِلٍ َلأَصُوْمَنَّ التّاَسِعَ - يَعْنِي يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan maka aku akan berpuasa tanggal sembilan, yakni dari 10 Muharram.” (HR. Muslim)

Ketiga, Melakukan keleluasaan keluarga, ini berdasar sbda Nabi SAW ;

مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِياَلِهِ فيِ يَوْمِ عاَشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ فيِ سَنَتِهِ كَلِّهاَ

“Barangsiapa membuat keleluasaan dalam keluarga (wajib dinafkahi) pada 10 Muharram maka Allah lapangkan rezekinya di semua tahunnya.” (HR. Thabraniy dalam kitab Ausath-nya)

Allah SWT menenggelamkan dunia dengan topan dan banjir, tidak tersisa yang selamat kecuali Nabi Nuh AS bersama pengikutnya. Saat itu 10 Muharram, Allah SWT memerintahkan mereka turun dari kapal dan membuat keleluasaan keluarga. Oleh karenanya disunnahkan tiap 10 Muharram melakukan keleluasaan dalam keluarga, demikian penuturan Imam Al-Hakim.

Dasar yang lainnya tertuang dalam kitab Nihayatuz-Zein Syekh Nawawi, sebagai berikut ;

وَنُقِلَ عَنْ بَعْضِ الأَفاَضِلَ أَنَّ الأَعْماَلَ فيِ يَوْمِ عاَشُوْرَاءَ اِثْناَ عَشَرَ عَمَلاً الصَّلاَةُ وَالأَوْلىَ أَنْ تَكُوْنَ صَلاَةُ التَّسْبِيْحِ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى العِياَلِ وَالاِغْتِساَلُ وَزِياَرَةُ العاَلِمِ الصَّالِحِ وَعِياَدَةُ المَرِيْضِ وَمَسْحُ رَأْسِ اليَتِيْمِ وَالاِكْتِحاَلُ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفاَرِ وَقِرَاءَةُ سُوْرَةِ الإِخْلاَصِ أَلْفَ مَرَّةٍ وَصِلَّةُ الرَّحْمِ , وَقَدْ وَرَدَتْ الأَحاَدِيْثُ فيِ الصَّوْمِ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى العِياَلِ وَأَمّاَ غَيْرُهُماَ فَلَمْ يَرِدْ فيِ الأَحاَدِيْثِ (نهاية الزين - ج 1 / ص 196)

Dikutif dari sebagian Ulama besar, bahwa amal ibadah yang layak diperhatikan di 10 Muharram ada 12 :

      1.    Melaksanakan Shalat sunnah yang paling utama shalat Tasbih,
     2.    Melakukan Puasa Sunnah, berikut tanggal 9 Muharram-nya, dan paling utama 10 hari, dari tanggal 1 s/d 10 Muharram
     3.    Melakukan Sodaqoh,
     4.    Melakukan keleluasaan keluarga artinya menambah dana belanja, membelikan baju baru dll.
     5.    Melakukan Mandi Sunnah,
     6.    Melakukan kunjungan pada Alim Ulama yang soleh,
     7.    Menengok orang yang sedang sakit,
     8.    Mengusap kepala yatim, artinya memberi kasih sayang seperti dengan menyantuni mereka,
     9.    Memakai celak mata,
   10.  Menggunting kuku,
   11.  Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali,
   12.  Melakukan silaturrahmi terutama kepada saudara dan keluarga, sama seperti pada hari raya.

Melakukan Puasa dan melakukan Keleluasaan keluarga berdasar hadits sedang yang lainnya tidak terdapat dalam hadits.

Do’a ‘Asyuro (10 Muharram)

أَللَّـهُمَّ ياَمُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ وَياَ مُخْرِجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَجاَمِعَ شَمْلَ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَغاَفِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَكاَشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَساَمِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهاَرُوْنَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَخاَلِقَ رُوْحِ مُحَمَّدٍ T يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَرَحْمَنُ الدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ وَأَطِلْ عُمْرِى فىِ طاَعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضاَكَ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَأَحْيِنِى حَياَةً طَيِّبَةً وَتَوَفَّنِى عَلَى الإِسْلاَمِ وَالإِيْماَنِ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمْيَنَ

“Ya Allah wahai Yang membebaskan segala kesulitan, wahai Yang melepaskan Nabi Yunus Dzin-Nun di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ya’kub di hari ‘Asyura, wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari ‘Asyura,  wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayub di hari ‘Asyura, wahai Yang mendengar do’a Nabi Musa dan Nabi Harun di hari ‘Asyura, wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad Saw di hari ‘Asyura, wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat panjangkanlah umurku dalam taat ibadah dan cinta kepadaMu, wahai Yang maha Pengasih diantara yang pengasih hidupkan-lah aku dalam kehidupan yang baik, matikanlah aku dalam Islam dan Iman, wahai Yang maha Pengasih diantara yang Pengasih, semoga Allah limpahkan rahmat dan salam atas baginda kita Muhammad juga keluarga beliau dan para sahabat beliau, segala puji bagi Allah Tuhan pengurus sekalian alam.

Allah mengetahui segalanya.

DAFTAR PUSTAKA : 
1) Tafsir Ruhul-Ma’ani – Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah Al-Yusiy, 
2) Sunan Al-Kubra –Al-Baihaqiy, 
3) Faidul-Qodir – Syekh Al-Manawi, 
4) I’anatuh-Thalibin – Syekh Muhammad Syatho, 
5) Nihayatuz-Zein – Syekh Nawawi

Saturday, November 27, 2010

INTI BERAGAMA

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهْ
الحَمْدُ ِِللهِ الَّذِيْ اصْطَفَى مِنْ عِباَدِهِ مَنْ جَعَلَهُمْ مَفاَتِيْحَ لِلْخَيْرِ، وَلَمْ يُوْصِلْ إِلَيْهِمْ إِلاَّ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُوَصِلَهُ إِلَيْهِ , وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الهَدِى وَالمَعْرِفَةِ , وَعَلَى آَلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ أَمّاَبَعْدُ ؛

Terkait pemahaman menyimpang yang terjadi dalam ajaran agama Islam, ada kaum yang mem-bid’ah-kan orang lain tanpa mengenal betul ajarannya, bahkan saling sesat dan menyesatkan. Hal ini pada mulanya disebabkan krisis akhlak, artinya mungkin sekali menjadi penyesatan paham pada seseorang, ketika orang itu sama sekali tidak memiliki tatkrama dalam melakukan amal ibadahnya. Karena pada hakikatnya orang yang rajin melakukan amal ibadah dengan sungguh-sungguh dan diiringi tatakrama, dalam shalat misalnya, mustahil akan mengalami kesesatan, karena di dalam shalat sendiri diwajibkan membaca surat Al-Fatihah, yang di dalamnya terdapat ayat, do’a untuk tetap di jalan yang benar atau tidak sesat, yaitu :

إِهْدِناَ الصِّراَطَ المُسْتَقِيْمَ
Artinya :
“Ya Allah, Tunjukan kami ke jalan lurus ( benar )”

Walhasil, awal mulanya kesesatan itu timbul dari melakukan amal-amal ibadah yang tidak diiiringi tatakrama dengan sungguh-sungguh hingga tidak memperhatikan inti beragama.

Kemudian apa sebenarnya yang dimaksud dengan beragama itu ? berangkat dari sinilah di kesempatan ini saya mengambil tema “INTI BERAGAMA” semoga kita semua mendapatkan Taufik dan Hidayah dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama Islam, amien.

Hadirin yang yang dirahmati Allah !

Dalam kitab Musnad Ahmad, disebutkan bahwa suatu ketika para sahabat membincangkan seseorang yang mereka kenal sangat saleh dan rajin beribadah di hadapan Rasulullah Saw. Ketika orang yang mereka bicarakan datang, Rasulullah Saw bersabda, “Kalian telah membicarakan seseorang yang tampak sentuhan setan di wajahnya, “Rasulullah lalu melanjutkan “Sesungguhnya orang itu dan kelompoknya membaca Alquran, tetapi bacaan mereka hanya sampai pada tenggorokannya saja. Mereka telah keluar dari agama sebagaimana anak panah yang terlepas dari busurnya“ (HR Ahmad)

Hadits di atas, dengan jelas menginformasikan kepada kita semua bahwa inti keberagamaan seseorang adalah terletak pada akhlaknya, baik ber-akhlak kepada Allah ataupun akhlak kepada sesama. Akhlak kepada Allah ialah melakukan amal ibadah yang disertai dengan tekhnis pelaksanannya yang sah, sedangkan akhlak kepada sesama adalah dengan memenuhi hak-hak mereka.

Salah satu tujuan dari ritus-ritus peribadatan yang telah ditetapkan atau suri tauladan amal ibadah para Ulama kekasih Allah Swt, sebenar-nya adalah untuk mengantarkan seseorang pada ketinggian dan kemuliaan akhlak-nya.

Ucapan “Allahu Akbar” yang diulang-ulang dalam setiap gerakan shalat dan haji, misalnya, dimaksud-kan untuk mengingatkan kita bahwa hanya Allah saja yang besar, semakin kita sering melaksanakan shalat, haji atau ibadah lainnya maka akan semakin terasa bahwa kita adalah makhluk yag kecil, hina dan rendah. Setelah itu, maka kita akan semakin dekat pada Allah dan akhlak kita akan bertambah mulia.

قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ تَنْهَهُ صَلاَتُهُ عَنِ الفَحْشاَءِ وَالمُنْكَرِ لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْداً
Rasulullah Saw berabda ; “Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar, maka shalatnya hanya akan menjauhkannya dari Allah” (HR Thabrani)

Begitu pula dengan puasa. Ia bertujuan untuk melatih seseorang agar bisa mengenadalikan hawa nafsunya dan menundukannya untuk melaksanakan semua perintah Allah Swt dan menjauhi semua larangan-Nya. Ketika Rasulullah Saw melihat seseorang mencaci-maki hamba sahayanya, beliau berkata kepadanya, “Makanlah !” ia menjawab, “Saya sedang berpuasa”, Rasulullah lalu berkata, “Bagaimana Engkau berpuasa padahal engkau telah mencaci-maki hamba sahayamu”.

Karena itu, ketika disebutkan kepada Rasulullah bahwa ada seseorang yang menghabiskan waktu malamnya untuk beribadah dan waktu siangnya untuk berpuasa, namun ia suka menyakiti tetangganya, beliau Saw bersabda, “Ia (tempatnya) di neraka.” Berikut redaksi haditsnya ;

قِيْلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ياَرَسُوْلَ اللهِ إِنَّ فُلاَنَةً تَقُوْمُ اللَّيْلَ وَتَصُوْمُ النَّهاَرَ وَتَفْعَلُ وَتَصَدَّقُ وَتُؤْذِيْ جِيْرَانَهاَ بِلِساَنِهاَ فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ لاَخَيْرَ فِيْهاَ هِيَ مِنْ أَهْلِ النّاَرِ , قاَلُوْا وَفُلاَنَةٌ تُصَلِّى المَكْتُوْبَةَ وَتَصَدَّقُ بِأَثْوَارٍ وَلاَ تُؤْذِيْ أَحَداً فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هِيَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ
Artinya :
Ditanyakan kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah si fulan menghabiskan waktunya malam ibadah dan siangnya berpuasa bahkan sedekah namun dia menyakiti tetangga dengan lisannya ?” Rasulullah SAW menjawab, “Dia Tidak baik, ia termasuk penghuni neraka.” Sahabat bertanya lagi, “Jika si fulan itu melaksanakan shalat fardu lima waktu, bersedekah dan tidak sampai menyakiti seseorang ?” Rasulullah SAW menjawab, “Dia termasuk penghuni sorga.” (HR At-Tirmidzi)

Seorang yang taat pada ajaran agamanya, akan selaras antara apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan, dan dilakukannya. Ajaran agama ada dalam denyut nadinya, dan selalu menjadi akhlak keseharian-nya. Saudara-ku, mari kita bercermin kembali.

Allah mengetahui segalanya.

KISAH NIKAH NABI YUSUF DENGAN ZULAIKHO


بِِِِِسْمِ الله ِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan keberkahan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

نَكَحَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمَ زُلَيْخَا بَعْدَ مُلُكِ مِصْرَ وَيُسَمَّى عَزِيْزًا

Nabi Yusuf menikahi zulaikho setelah Zulaikho menjadi janda dari Aziz, seorang raja mesir saat itu.

وَزُلَيْخَا صَارَتْ فَقِيْرَةً عَجُوْزًا عُمْيَاءَ وَمَعَ ذَلِكَ مَحَبَّةُ يُوْسُفَ وَ عَشْقُهُ يَزْدَادُ فِى قَلْبِهَا كُلُّ يَوْمٍ

Sepeninggal raja, sang permaisuri Zulikho menjadi seorang wanita tua yang fakir dan buta matanya, walaupun demikian ia masih tergila-gila kepada nabi Yusuf, cintanya kian hari semkian bertambah.

فَلَمَّا عَيَلَ صَبْرُهَا وَاشْتَدَّ أَمْرُهَا وَهِىَ تَعْبُدُ الوَثَنَ إِلىَ ذَلِكَ اليَوْمِ رَفَعَتْ وَثَنَهَا وَ ضَرَبَتْ بِهِ عَلَى الاَرْضِ وَتَبَرَأَتْ مِنْهُ وَآمَنَتْ بِاللهِ الحَىِّ القَيُّوْمِ

Ketika kesabaran zulikho dirasa mencapai batas, serta kondisi cintanya semakin tak terkendali, sampai hari itu ia masih menyembah berhala. Ia bangkit dan mencaci maki berhala yang tidak sanggup menolong keresahannya, sampai berhala itu ia lempar-lemparkan ke lantai hingga hancur berantakan. Kemudian ia keluar dari menyembah berhala, dan beriman kepada Allah yang maha hidup dan maha berdiri sendiri.

وَنَاجَتْ فىِ لَيْلَةِ الجُمْعَةِ بِمُنَاجَاةٍ كَثِيْرَةٍ وَقَالَتْ ؛

Kemudian zulikho bermunajat mendekatkan diri kepada Allah, saat itu bertepatan dengan malam jum’at, ia munajat yang cukup lama, seraya berkata ;

إِلَهِى لَمْ يَبْقَ لىِ مَالٌ وَلاَجِمَالٌ وَصِرْتُ عَجُوْزًا حَقِيْرَةً ذَلِيْلَةً فَقِيْرَةً وَابْتَلَيْتَنِى بِحُبِّ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلاَمَ وَعَشْقِهِ فَإِنْ أَوْصِلْتَنِى إِلَيْهِ وَإِلاَ فَارْجِعْ حُبَّهُ عَنِّىَ حَتَّى أَكُوْنَ كَفَافًا لاَ عَلَىَّ وَلاَ لىِ

Wahai Tuhanku, aku sudah tak memiliki lagi harta dan kecantikan, aku sudah berubah menjadi seorang wanita tua dan hina, menjadi fakir yang nista, Engkau uji aku dengan rasa cinta terhadap nabi Yusuf dan selalu merindukannya, maka pertemukan-lah aku deangan dia atau hilangkan rasa cinta serta kerinduan ini dari diriku sehingga aku tidak terbelenggu karenanya, aku bisa menjadi bebas, tidak ada lagi yang meresahkan diriku dan tidak ada sesuatu menjadi kesulitan, karena aku..

فَسَمِعَتْ المَلاَئِكَةُ صَوْتَهَا فَنَاجَتْ إِلَهَنَا وَسَيِّدَناَ اِنَّ زُلَيْخَا جَاءَتْ إِلىَ حَضْرَتِكَ تَدْعُوْكَ بِاِيْمَانِهَا وَاِخْلاَصِهَا فَأَجَابَهُمُ اللهُ تَعَالىَ يَامَلاَئِكَتِى قَدْحَانَ وَقْتُ نَجَاتِهَا وَخَلاَصِهَا

Kemudian malaikat mendengar ratapan zulaikho itu, dan malaikat pun ikut bermunajat, “Wahai Tuhan kami dan Tuhan baginda nabi kami.., sesungguhnya zulaikho menjumpai-Mu serta mengakui keimanannya serta ketulusanya di pangkuan-Mu”. Maka Allah menjawab munajat para malaikat, “Hai malaikat-Ku telah nyata saat munajat zulaikho ketulusannya (untuk dikabulkan)….”

فَكَانَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ الٍسَّلاَمُ يَمُرُّ عَلَيْهَا فَمَرَّ يَوْمً مِنَ الأَيَّامِ مَعَ حَشْمِهِ إِذْ خَرَجَتْ زُلَيْخَا

Disisi lain, suatu saat nabi Yusuf lewat depan rumah Zulaikho diiringi para ajudannya, tiba-tiba Zulaikho keluar dari rumah …

فَلَمَّا قَرَبَ مِنْهَا نَادَتْ بِأَعْلَى صَوْتِهَا سُبْحَانَ مَنْ جَعَلَ الْعَبِيْدَ بِرَحْمَتِهِ مُلُوْكًا

Saat itu iring-iringan nabi Yusuf mendekati zulaikho, tiba-tiba Zulaikho menjerit sekeras-kerasnya seraya berkata, “Maha suci Allah yang menjadikan budak berubah menjadi raja karena kasih-sayang-Nya“ Nabi Yusuf pun terhenti sejenak dan ….

وَقاَلَ مَنْ أَنْتَ قَالَتْ أَنَا الَّتِى اشْتَرَيْتُكَ بِالجَوَاهِرِ وَالَّلآلىِ وَالذَّهَبِ وَالفِضَّةِ وَالمِسْكِ وَالكَافُوْرِ أَنَا الَّتِى لَمْ أَشْبَعُ بَطْنِى مِنَ الطَّعَامِ مُنْدُ عَشْقَتِكَ وَلاَ نُمْتُ لَيْلَةً كُلَّهَا مُنْدُ رَأَيتُكَ

Nabi Yusuf bertanya, “Siapa kamu ?” lalu Zulaikho menjawab, “Aku adalah orang yang membelimu saat menjadi budak, dengan permata, perhiasan, emas, perak, misik dan dengan kafur, Aku adalah orang yang tidak pernah merasa kenyang dengan makanan semenjak merasakan rindu kepadamu, aku tidak pernah tidur dengan nyenyak semenjak aku melihatmu..”

فَقَالَ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلاَمَ لَعَلََّكَ زُلَيْخَا فَقَالَتْ بَلَى يَايُوْسُفَ فَقَالََََ أَيْنَ مَالُكَ وَجِمَالُكَ وَخَزَائنُكَ فَقَالَتْ أَغَارَ عَشْقُكَ عَلَيْهَا كُلِّهَا

Nabi Yusuf berkata lagi, “Mungkin kamu yang bernama zulaikho”, Zulaikho menjawab, “Betul hai Yusuf”. Yusuf berkata lagi, “Dimana hartamu, kecantikanmu dan juga kekayaanmu ?” Zulaikho menjawab, “Semua harta kekayaanku lenyap, terpedaya dan tertipu oleh rasa cintaku kepadamu..”

فَقَالَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَيْفَ عِشْقُكَ قَالَتْ كَمَا كَانَ بَلْ يَزْدَادُ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَأَواَنٍ

Abi Yusuf berkata lagi, “Bagaimana rasa cinta-mu itu sampai menjadikan-mu begini ?”, Zulaikho menjawab, “Setiap berganti hari, cintaku semakin bertambah, bahkan setiap saat dan waktu “


HIKMAH DIBALIK PERTANYAAN…
Dalam cerita ini terdapat kandungan HIKMAH dan pelajaran, bahwa siapapun hidup di dunia, cepat atau lambat semuanya akan mengalami perubahan, dan perubahan itu akan dipertanyakan, mengapa ? bagaimana ?,  akan tetapi pertanyaan yang dahsyat-lah yang semestinya mampu kita jawab. Hikmah itu diantaranya :

كَذَلِكَ حَالُ المُؤُمِنِ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ يَأِْتِيْهِ مَلَكَانِ فَيَقُوْلاَنِ لَهُ أَيْنَ مَالُكَ فَيَقُوْلُ ذَهَبَ بِهِ الخَصَمَاءُ فَيَقُوْلاَنِ أَيْنَ ضِيَاعُكَ وَبَسَاتِيْنُكَ فَيَقُوْلُ ذَهَبَ بِهَاالخَصَمَاءُ فَيَقُوْلاَنِ أَيْنَ دَوْرُكَ وَبُيُوْتُكَ فَيَقُوْلَُ ذَهَبَ بِهَا البَنَاتُ وَالاَبْنَاءُ فَيَقُوْلاَنِ كَيْفَ مَعْرِفَتُكَ بِاللهِ تَعَالىَ فَيَقُوْلُ اللهُ رَبِّى وَالاِسْلاَمُِ دِيْنِى وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّ

Begitu kondisi seorang mukmin, ketika ia masuk alam kubur, datanglah dua malaikat dan bertanya ;
Dua malaikat       : Di mana harta mu ?
Mukmin                : Habis di bawa musuh-musuh-ku
Dua malaikat        : Dimana ladang dan kebun mu ?
Mukmin                : Juga habis di bawa musuh
Dua malaikat        : Di mana rumah dan tempat tinggal-mu ?
Mukmin                 : Habis di gunakan anak-anak ku …..
Dua malaikat        : Bagaimana kamu bisa ma’rifat dan mengenal Allah ?
Mukmin                 : Allah itu Tuhanku, Islam agamaku dan Nabi Muhammad adalah nabiku

Kita kembali ke kisah….

فَقَالَ لَهَا يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ مَاتُرِيْدِيْنَ يَازُلَيْخَا فَقَالَتْ ثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ أُرِيْدُ الجِمَالَ وَالمَالَ وَالوِصَالَ فَقَصَدَ أَنْ يَمُرَّ

Kemudian nabi Yusuf bertanya kepada zulaikho :
Nabi Yusuf                : Sekaragng apa yang kamu inginkan Zulaikho  ? !…
Zulzikho                    : Aku inginkan tiga hal, 1) Kecantikan, 2) Kekayaan dan 3) Hidup bersamamu.

Mendengar jawaban zulaikho seperti itu, nabi Yusuf terdiam (mikir-mikir). Ia mengambil ancang-ancang untuk pergi, karena dalam benaknya “Dari pada menikahi nenek-nenek begini, aku lebih baik tinggalkan saja dia..”

فَأَوْحَى اللهُ تَعَالىَ إِلَيْهِ يَايُوْسُفُ قُلْتَ لِزُلَيْخَا مَاتُرِيْدِيْنَ فَلَمْ تَجِبْهَا مَاأَرَادَتْ فَاعْلَمْ بِأَنَّ اللهُ تَعَالَ زَوَّجَ زُلَيْخَا بِكَ وَخَطَبَ بِنَفْسِهِ وَأُشْهِدَ مَلاَئِكَتَهُ وَنَثَرَ الحُوْرُ العَيْنِ النَّثَارَ

Saat Nabi Yusuf terdiam itu, Allah memberi wahyu kepada Yusuf, “Hai Yusuf !, kalau kamu berkata kepada zulaikho, menanyakan apa keinginannya ?, tetapi kamu tidak mau memenuhi keingiannya, mengapa ?”

Ketahuilah hai Yusuf, bahwa sesungguhnya Allah menikahkan zulaikho kepadamu dan oleh Allah sendiri yang melamarnya, Allah juga menyaksikan kepada malaikat-Nya, para bidadari sorga pun tersenyum sambil menabur-naburkan bunga yang harum nan wangi…

فَقَالَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَاجِبْرِيْلُ لَيْسَ لِزُلَيْخَا مَالٌ وَلاَجِمَالٌ وَلاَ شَبَابٌ

Nabi Yusuf berbisik kepad malaikat Jibril, “Wahai jibril, Zulaikho kan sudah tidak punya harta kekayaan, tidak cantik dan tidak muda lagi, dia sudah menjadi wanita tua, sudah peot, jibril …..” rupanya nabi Yusuf tetap tidak mau menikahi wainta tua..

فَقَالَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَقُوْلُ لَكَ اللهُ تَعَالىَ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا مَالٌ وَلاَجِمَالٌ فَلِى قُوَّةٌ وَجَلاَلٌ وَنَوَالٌ وَقُدْرَةٌ وَفَعَّالٌ

Maka jibril menjawab, “Allah berkata kepadamu Yusuf, apabila Zulaikho tidak memiliki harta dan cantik lagi, maka aku yang memiliki kekuatan, keagungan, kekuasaan dan segala perbuatan..”

فَوَهَبَهَا اللهُ تَعَالَ شَبَابَهَا وَجِمَالَهَا حَتَّى صَارَتْ أَحْسَنَ مَاكَانَتْ كَأَنَّهَا بِنْتَ أَرْبَعَ عَشَرَسَنَةً

Kemudian Allah memberikan karunia kepada Zulaikho, ia berubah menjadi wanita muda belia dan cantik, aduhai.., sehingga Zulaikho menjadi bintang wanita cantik, puteri dunia, ia berubah menjadi wanita muda berusia 14 tahun.

ثُمَّ أَلْقَى اللهُ تَعَالَ المَحَبَّةَ وَالمَوَدَّةَ وَالعِشْقَ فىِ قَلْبِ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ

Kemudian Allah menyimpan rasa cinta, sayang dan rindu di hati nabi Yusuf kepada Zulaikho.

فَصَيّرَ المَعْشُوْقُ عَاشِقًا وَالعَاشِقُ مُعْشُوْقًا

Maka terjadilah perubahan keadaan, berbalik 180 derajat, yang dirindukan berubah menjadi yang merindukan, yang merindukan menjadi yang di rindukan. Asalnya Zulaikho yang jatuh cinta kepada Yusup, berubah menjadi Yusuf yang jatuh cinta kepada Zulaikho.

Maka menikahlah Yusuf sang raja dengan Zulaikho..

فَرَجَعَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلىَ مَنْزِلِهِ وَأَرَادَ الخُلْوَةَ مَعَ زُلَيْخَا وَزُلَيْخَا قَدْ شَرَعَتْ فىِ الصَّلاَةِ

Singkat cerita, Zulaikho diajak Yusuf ke istana, untuk hidup bersama. Saat tiba waktu malam nabi Yusuf ingin sekali bersama zulaikho untuk berbulan madu, sedangkan saat itu Zulaikho masih melakukan shalat….

وَكاَنَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَنْتَظِرُ كَثِيْراً وَهِىَ لاَتَسْلَمُ حَتَّى فَرَغَ صَبْرَهُ وَناَدَى ياَزُلَيْخاَ أَلَسْتِ الَّتِى قَدَّدْتِ قَمِيْصِى حِيْنَ فَرَرْتُ مِنْكَ فَسَلِمَتْ وَأَجاَبَتْ أَناَ هِىَ لَكِنْ لَيْسَ قَلْبِى كَماَكاَنَ

Nabi Yusuf pun menanti zulaikho selesai shalat, namun sudah agak lama belum juga selesai-selesai, sehingga habis kesabaran nabi Yusuf, lalu ia memanggil Zullaikho..

Nabi Yusuf                :  Zulzikho !, bukankah kamu pernah merobek bajuku ketika aku mau menghindar dari keinginan-mu dulu ?
Zulaikho                    :  (setelah salam menjawab ) Dulu aku memang betul merobek bajumu, tetapi sekarang hatiku tidak tergil-gila lagi kepadamu seperti dulu.


HIKAYAT MENENANGKAN HATI DARI KERESAHAN

 عَنِ الشِّبْلِى رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِ أَنَّهُ عَمْىٌ فىِ آخِرِ عُمْرِهِ فَدَخَلَ عَلَيْهِ الجُنَيْدُ فىِ لَيْلَةٍ فَرَآَهُ يَدُوْرُ فىِ بَيْتِ مَظْلَمٍ وَهُوَ يَقُوْلُ شِعْراً

Dihikayatkan dari Imam Syibliy rahmatullah ‘alaih, bahwasanya beliau mengalami kebutaan (rabun mata) di masa tua, akhir usianya. Suatu malam Imam Al-Juned berkunjung kepadanya, ketika ia masuk, terlihat Imam Syibliy sedang berjalan keliling di dalam rumahnya dalam kegelapan, sambil bersenandung sya’ir ;

غَيْرُ مُحْتاَجٍ إِلىَ السِّراَجِ
كُلُّ قَلْبٍ أَنْتَ ساَكِنُهُ
يَوْمَ تَأْتِى النَّاسُ بِالحُجَجِ
وَجْهَكَ المَأْمُوْلِ حُجَّتُناَ
يَوْمَ أَدْعُوْ مِنْكَ بِالفَرَجِ
لاَ أَتاَحَ اللهُ لىِ فَرْجاً

-       Setiap hati, Engkaulah-lah (Allah) yang menenangkannya,
     Dia (Allah) tidak membutuhkan lampu penerang
-       Kepada-Mu, Aku berserah dan aku menyampakan alasan
Pada hari, dimana orang-orang mendatangkan alasan (hari qiyamah)
-       Allah pasti membukakan pintu untuk-ku,
Pada hari, diamana aku memohon ampunan dari-Mu.

Keresahan karena berbuat dosa hendaknya diirngi dengan tetap memohon ampunan dan selalu optimis kepada Allah SWT.

Kembali ke kisah…

ثُمَّ قاَمَتْ زُلَيْخاَ وَشَرَعَتْ فىِ الصَّلاَةِ فَأَخَذَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَمِيْصَهاَ وَجَرَّهُ إِلَيْهِ فَتَحَرَّقَ قَمِيْصُهاَ فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَقاَلَ ياَيُوْسُفُ قَمِيْصٌ بِقَمِيْصٍ فاَرْفَعْ العَتاَبَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ زُلَيْخاَ رَضِىَ اللهُ عَنْهاَ

Kemudian zulaikho bangkit berdiri dan meneruskan shalat lagi. Nabi Yusuf pun kesal, sehingga ia menarik baju Zulaikho dan baju Zulaikho pun menjadi robek.

Jibril turun dan berkata, “Hai Yusuf, merobek baju di balas dengan merobek baju, maka janganlah kamu memojokan dia dan hilangkanlah rasa benci antara kamu dan zulaikho”.

Tammat, Kisah Nikah Nabi Yusuf dan zulaikho

Allah Mengetahui segalanya.


PUSTAKA : Hamisy Majalis Saniyyah
Diterjemahkan oleh Ahmad Daerobiy

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN
Kami ingin Bangun Pesantren di wilayah Cibinong Bogor Jawa Barat atau sekitarnya, Namun belum punya Tanah Lokasi, Sementara ini Majelis menggunakan tempat masih bersifat pinjaman, Tabungan ini di mulai hari Jum'at 30 Sept 2016, kami Jama'ah Majelis Arbabul Hija, Menabung sampai hari ini Sabtu 15 April 2017 baru terkumpul 5,2 Juta (Lima Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) BANTU KAMI YA..!! Cibinong, April 2017 - Ttd Ahmad Daerobiy HP.0813.1020.9384

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)