Sunday, March 30, 2014

TUJUH SIASAT SYETAN MEMPERDAYA MANUSIA



بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
( أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ ) أي أَلَمْ أُوْصِ إِلَيْكُمْ ( يَا بَنِيْ آَدَمَ ) عَلَى لِسَانِ رُسُلِىْ (أَنْ لاَ تَعْبُدُوْا الشَّيْطَانَ ) أَيْ لاَ تُطِيْعُوْهُ ( إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ ) أَيْ ظَاهِرُ العَدَاوَةِ
Apakah Aku tidak memberi pesan kepada kalian wahai keturunan Nabi Adam melalui utusan-utusanKu
Agar kalian tidak mengikuti syetan, karena syetan bagi kalian ialah musuh yang nyata
(QS. Yasin 60, Tafsir Lubed Al-Munir Syekh Nawawi)

( وَأَمَّا فَصْلُ الحِيَلِ وَالمُخَادَعاَتِ مِنَ الشَّيْطاَنِ ) فَمَجْرَى ذَلِكَ وَمِثاَلُهُ ؛ أَنَّ مَكاَيِدَ الشَّيْطَانِ مَعَ ابْنِ آَدَمَ فىِ الطَّاعَةِ فىِ سَبْعَةِ أَوْجُهٍ :
(Adapun fasal siasat dan tipu daya dari syetan ) maka hal ini terjadi dalam realita : Bahwa tipu daya syetan terhadap kita anak Adam (manusia) dikala taat melakukan amal ibadah, terangkum pada tujuh macam :

أَحَدُهَا أَنْ يَنْهاَهُ عَنْهَا , فَإِنْ عَصَمَهُ اللهُ تَعَالىَ رَدَّهُ بِأَنْ قاَلَ إِنِّى لَمُحْتاَجٌ إِلىَ ذَلِكَ جِدًّا إِذْ لاَبُدَّ لىِ مِنَ التَّزَوُّدِ مِنْ هَذِهِ الدُّنْيَا الفَانِيَةِ لِلأَخِرَةِ الَّتِى لاَ انْقِضاَءَ لَهاَ
Pertama : Syetan melarang langsung kita untuk taat melakukan amal ibadah. Apabila Allah melindungi kita dan bisa menghadang godaan itu, diantara menghadang godaan syetan itu ialah seperti dengan berkata “Aku sangat membutuhkan amal ibadah, karena aku mau tidak mau harus mengumpulkan bekal di dunia fana ini untuk kehidupan kelak di akhirat yang abadi”.

ثُمَّ يَأْمُرُهُ بِالتَّسْوِيْفِ , فَإِنْ عَصَمَهُ اللهُ تَعَالىَ وَرَدَّهُ بِأَنْ قاَلَ لَيْسَ أَجَلِيْ بِيَدِى , عَلَى أَنِّى إِنْ سَوَّفْتُ عَمَلَ اليَوْمِ إِلىَ غَدٍ فَعَمَلُ غَدٍ مَتَى أَعْمَلُهُ ؟ فَإِنَّ لِكُلِّ يَوْمٍ عَمَلاً
Kedua : Kemudian syetan memperdaya kita denagn menunda melakukan amal ibadah. Apabila Allah melindungi dan bisa menghadang tipu daya itu, diantara menghadang tipu daya syetan itu ialah seperti dengan berkata “Ajal kematian-ku bukan berada di tanganku, seandainya aku menunda amal ibadah hari ini sampai besok, lalu amal ibadah yang harus dilakukan besok mau dilakukan kapan? Karena di setiap hari itu memiliki ruang amal ibadah masing-masing.”

ثُمَّ يَأْمُرُهُ بِالعَجَلَةٍ فَيَقُوْلُ لَهُ عَجِّلْ عَجِّلْ لِتَتَفَرَّغَ لِكََذَا وَكَذَا , فَإِنْ عَصَمَهُ اللهُ تَعَالىَ وَرَدَّهُ بِأَنْ قاَلَ قَلِيْلُ العَمَلِ مَعَ التَّمَامِ خَيْرٌ مِنْ كَثِيْرِهِ مَعَ النُّقْصَانِ
Ketiga : Kemudian syetan memperdaya kita untuk cepat-cepat melakukan amal ibadah. Syetan berkata pada kita “Cepat-cepatlah kau melakukan amal ibadah itu, agar kau memiliki banyak waktu luang untuk melakukan anu dan anu.” Apabila Allah melindungi kita dan bisa menghadangnya, diantara menghadang tipu daya syetan itu ialah seperti dengan berkata “Amal ibadah sedikit namun sempurna ialah lebih baik daripada amal ibadah banyak namun kurang sempurna.”

ثُمَّ يَأْمُرُهُ بِإِتْماَمِ العَمَلِ مُرَاآَةً لِلنَّاسِ , فَإِنْ عَصَمَهُ اللهُ تَعَالىَ وَرَدَّهُ بِأَنْ قاَلَ ماَ الَّذِى أَعْمَلُ بِمُرَاآَةِ النَّاسِ ؟ أَفَلاَتَكْفِيْنِى رُؤْيَةُ اللهِ تَعاَلىَ
Keempat: Kemudian syetan memperdaya kita untuk menyempurnakan melakukan amal ibadah namun di iringi riya, ingin dipandang orang lain. Apabila Allah melindungi kita dan bisa menghadangnya, diantara menghadang tipu daya syetan itu ialah seperti dengan berkata “Apa yang aku inginkan apabila melakukan amal ibadah di iringi riya, ingin dipandang orang lain, apakah tidak cukup seandainya hanya Allah saja yang memandang?”

ثُمَّ يُرِيْدُ أَنْ يُوَقِعَهُ فىِ العُجْبِ , فَيَقُوْلُ ماَأَعْظَمَكَ وَمَاأَيْقَظَكَ وَمَاأَفْضَلَكَ ! فَإِنْ عَصَمَهُ اللهُ تَعَالىَ وَرَدَّهُ بِأَنْ قاَلَ المِنَّةُ ِللهِ تَعَالىَ فىِ ذَلِكَ دُوْنِى فَهُوَ الَّذِى خَصَّنِى بِتَوْفِيْقِهِ وَجَعَلَ لِعَمَلِى قِيْمَةً عَظِيْمَةً بِفَضْلِهِ , وَلَوْلاَ فَضْلُهُ فَمَاذَا قِيْمَةُ هَذَا العَمَلِ فىِ جَنْبِ نِعْمَةِ اللهِ تَعَالىَ عَلَىَّ وَجَنْبِ مَعْصِيَّتِى لَهُ ؟
Kelima : Kemudian syetan ingin menjerumuskan kita dengan merasa besar atau bangga diri saat telah melakukan amal ibadah yang sempurna. Syetan berkata pada kita “Hebatlah kau bisa melakukan amal ibadah yang membuatmu besar dan terpandang, hebatlah kau bisa bangkit untuk melakukan amal ibadah, hebatlah kau bisa melakukan amal ibadah yang mengantarkan pada tingkat kemuliaan.” Apabila Allah melindungi kita dan bisa menghadangnya, diantara menghadang tipu daya syetan itu ialah seperti dengan berkata “Semua karunia itu, termasuk kehebatan bisa rajin melakukan amal ibadah adalah milik Allah, semata-mata kemurahanNya. Karena Dialah yang memberikan taufiq pada kita, Dia juga yang menjadikan amal ibadah itu memiliki nilai yang tinggi, semua karena kemurahanNya. Seandainya tidak ada kemurahan dariNya, maka apalah nilainya melakukan amal ibadah ini dibandingkan dengan nikmat Allah kepada kita, a[alagi dibandingkan dengan perbuatan maksiat yang kita lakukan?”
ثُمَّ يَأْتِيْهِ مِنْ وَجْهٍ ساَدِسٍ وَهُوَ أَعْظَمُهَا وَلاَيَقِفُ عَلَيْهِ إِلاَّ مُتَيَقِّظٌ وَهُوَ أَنْ يَقُوْلَ إِجْتَهِدْ أَنْتَ فىِ السِّرِّ فَإِنَّ اللهَ تَعَالىَ سَيُظْهِرُهُ عَلَيْكَ وَيَلْبِسُ كُلَّ عَامِلٍ عَمَلَهُ , وَأَرَادَ لِذَلِكَ ضَرْبًا مِنَ الرِّياَءِ , فَإِنْ عَصَمَهُ اللهُ تَعَالىَ وَرَدَّهُ بِأَنْ قاَلَ ياَمَلْعُوْنُ إِلىَ الآَنَ كُنْتَ تَأْتِيْنِى مِنْ وَجْهِ إِفْسَادِ عَمَلِى وَالآَنَ تَأْتِيْنِى مِنْ وَجْهِ إِصْلاَحِهِ لِتُفْسِدَهُ , إِنَّمَا أَنَا عَبْدُ اللهِ تَعَالىَ وَهُوَ سَيِّدِى إِنْ شاَءَ أَظْهَرَ وَإِنْ شاَءَ أَخْفَى وَإِنْ شاَءَ جَعَلَنِى خَطِيْرًا وَإِنْ شاَءَ جَعَلَنِى حَقِيْرًا , وَذَلِكَ إِلَيْهِ مَا أُباَلىِ إِنْ أَظْهَرَ ذَلِكَ لِلنَّاسِ أَوْ لَمْ يُظْهِرْهُ فَلَيْسَ بِأَيْدِيْهِمْ شَيْءٌ
Keenam : Kemudian syetan memperdaya kita kali keenam, siasat syetan ini paling dahsyat, tidak akan bisa terlepas dari tipu daya ini melainkan orang yang benar-benar mewaspadai diri. Syetan berkata pada kita “Sebaiknya kamu bersungguh-sungguh melakukan amal ibadah dengan tersembunyi, sehingga lebih menjaga ketulusan, karena dari situ Allah akan megangkatmu menjadi orang terkenal, Allah akan membalas amal ibadah terhadap orang yang memang mengamalkannya.” Tujuan syetan di sini ialah memperdaya kita dengan subtansi dari riya. Apabila Allah melindungi kita dan bisa menghadangnya, diantara menghadang tipu daya syetan itu ialah seperti dengan berkata “Hai syetan laknat..!! semanjak tadi kau terus menjumpai aku, memperdayai aku, untuk merusak amal ibadah yang telah aku lakukan, sekarang kau datang lagi dengan menganjurkan melakukan amal ibadah dengan baik, padahal kau bertujuan mau merusaknya. Aku adalah budak/hamba Allah dan Allah adalah tuan/majikanku, Apabila mau Allah bisa membuatku terkenal, juga bisa membuatku tersembunyi, Allah bisa membuat aku mulia, juga bisa membuat aku nista. Aku tidak peduli, Allah mau melakukan apa untuk diriku, apakah membuat aku terkenal ataupun tidak (yang penting amal ibadah saja), semua makhluq tidak memiliki kekuatan apa-apa”

ثُمَّ يَأْتِيْهِ مِنْ وَجْهٍ سَابِعٍ وَيَقُوْلُ لاَحاَجَةَ لَكَ إِلىَ هَذَا العَمَلِ ِلأَنَّكَ إِنْ خُلِقْتَ سَعِيْدًا لَمْ يَضُرُّكَ تَرْكُ العَمَلِ وَإِنَ خُلِقْتَ شَقِيًّا لَمْ يَنْفَعُكَ فَعْلُهُ , فَإِنْ عَصَمَهُ اللهُ تَعَالىَ وَرَدَّهُ بِأَنْ قاَلَ إِنَّمَا أَناَ عَبْدٌ وَعَلَى العَبْدِ إِمْتِثاَلُ الأَمْرِ لِعُبُوْدِيَّتِهِ وَالرَّبُّ أَعْلَمُ بِرُبُوْبِيَّتِهِ يَحْكُمُ ماَيَشاَءُ وَيَفْعَلُ ماَيُرِيْدُ وَِلأَنَّهُ يَنْفَعُنِى العَمَلُ كَيْفَمَا كُنْتُ ِلأَنِّى إِنْ كُنْتُ سَعِيْدًا إِحْتَجْتُ إِلَيْهِ لِزِباَدَةِ الثَّواَبِ , وَإِنْ كُنْتُ شَقِيًّا فَأَناَ مُحْتاَجٌ إِلَيْهِ كَىْ لاَ أَلُوْمُ نَفْسِى عَلَى أَنَّ اللهَ تَعَالىَ لاَيُعاَقِبُنِى عَلَى الطَّاعَةِ بِكُلِّ حاَلٍ وَلاَيَضُرُّنِى عَلَى أَنِّى إِنْ دَخَلْتُ النَّارَ وَأَناَ مُطِيْعٌ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ أَدْخُلُهاَ وَأَناَ عَاصٍ فَكَيْفَ وَوَعْدُهُ حَقٌّ وَقَوْلهُ صِدْقٌ ؟ وَقَدْ وَعَدَ عَلَى الطَّاعاَتِ بِالثَّوَابِ فَمَنْ لَقِىَ اللهَ تَعَالىَ عَلَى الإِيْماَنِ وَالطَّاعَةِ لَمْ يَدْخُلِ النَّارَ أَلْبَتَّةَ , وَدَخَلَ الجَنَّةَ لاَ ِلإِسْتِقاَقِهِ بِعَمَلِهِ الجَنَّةَ وَلَكِنْ لِوَعْدِ اللهِ الصَّادِقِ تَعَالىَ وَتَقَدَّسَ , وَلِهَذَا المَعْنَى أَخْبَرَ اللهُ تَعَالىَ عَنِ السُّعَدَاءِ إِذْ قاَلُوْا الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى صَدَقَنَا وَعْدَهُ
Ketujuh : Kemudian syetan memperdaya kita kali ketujuh. Syetan berkata pada kita “Kamu tidak perlu melakukan amal ibadah, karena jika kamu tercipta menjadi seorang selamat dan menjadi ahli sorga, tidak melakukan amal ibadah pun pasti akan tetap masuk ke sorga. Juga apabila kamu tercipta menjadi seorang celaka dan masuk neraka, kamu banyak melakukan amal ibadahpun akan tetap masuk neraka.” Apabila Allah melindungi kita dan bisa menghadangnya, diantara menghadang tipu daya syetan itu ialah seperti dengan berkata “Aku adalah hamba, seorang hamba itu di tuntut untuk memenuhi kewajiban seorang hamba, yaitu tetap menyembah kepada tuhanNya. Allah adalah Tuhan Yang maha tahu akan sifat dan sikap akan ketuhananNya, Dia maha tahu sikap seorang Tuhan, menetapkan sesuai yang Dia inginkan dan melakukan sesuai yang Dia kehendaki, Dia juga yang meanganggap amal ibadahku bernilai atau tidak, dimanapun dan kapanpun. Hanya saja seandainya aku seorang selamat dan calon penghuni sorga, aku sangat memerlukan amal ibadah sebagai argumen aku bisa menambah pahala. Seandainya aku seorang celaka dan binasa karena calon penghuni neraka, aku juga memerlukan amal ibadah agar aku tidak menyalahkan diriku sendiri. Karena Allah tidak akan pernah menyiksa orang yang taat melakukan amal ibadah, dengan siksa apapun, bahkan tidak merasakan pedih sekalipun aku masuk neraka. aku lebih suka, merasa terhormat masuk neraka dalam keadaan taat melakukan amal ibadah, daripada masuk neraka dalam keadaan bersenang-senang melakukan maksiat. Dimana letak janji Allah yang maha tepat dan firman-Nya yang maha benar itu?” Padahal, Allah menjanjikan pahala karena melakukan taat amal ibadah. Barangsiapa bertemu Allah dalam keadaan iman dan taat amal ibadah maka ia tidak akan masuk neraka sedkitpun. Masuk sorga bukan berarti karena melakukan amal ibadah wajib dibalas sorga, akan tetapi karena janji Allah yang maha tepat nan maha suci dari kecurangan. Karena makna inilah Allah mengabarkan cirri-ciri orang yang bahagia di akhirat, saat masuk sorga mereka mengucapkan “Segala puji bagi Allah yang maha tepat dan maha benar akan janji-janjiNya kepada kita.”

فَتَيَقَّظْ رَحِمَكَ اللهُ فَإِنَّ الأَمْرَ كَماَتَرَى وَتَسْمَعُ قِسْ عَلَيْهِ ساَئِرَ الأَحْوَالِ وَالأَفْعاَلِ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ تَعَالىَ وَاسْتَعِذْ بِهِ فإِنَّ اللأَمْرَ بِيَدِهِ وَمِنْهُ التَّوْفِيْقُ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
Bangkitlah kamu, semoga Allah mengasihi kamu. Sebagaimana kamu simak dan kamu dengar maka coba kamu terapkan pula pada keadaan dan perbuatan yang lain, mintalah pertolongan dan kemampuan kepada Allah, mohon pula perlindungan kepadaNya dari tipu daya syetan. Karena semua persoalan berada dalam kekuasaaNya, hanya dariNya mendapatlan taufiq. Tidak ada daya untuk berpaling dari maksiat dan tidak ada kekauatan untuk melaukan taat beribadah melainkan hanya dengan pertolongan Allah, Yang maha luhur dan maha agung..

Allah Mengetahui Segalanya.
Pustaka : Minhajul-Abidin Al-Imam Ghozali

Tuesday, March 18, 2014

Monday, March 17, 2014

TANDA PEREMPUAN YANG BAIK

بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
عَنِ الصَّادِقِ رَضِى اللهُ عَنْهُ قَالَ النِّسَاءُ أَرْبَعَةٌ فَمِنْهُنَّ رَبِيْعُ مُرَبَّعٍ وَمِنْهُنَّ جَامِعٌ مُجَمَّعٍ وَمِنْهُنَّ كَرْبُ مُقْمَعٍ وَمِنْهُنَّ غِلُّ قُلَّ فَأَمَّا الرَّبِيْعُ المُرَيَّعِ فَالَّتِىْ فِى حِجْرِهَا وَلَدٌ وَفِى بَطْنِهَا آخَرٌ وَالجَامِعُ المُجَمَّعِ فَالكَثِيْرَةُ الخَيْرِ المُحْصَنَةِ وَالكَرْبُ المُقْمَعِ السَّيْئَةُ الخُلُقِ مَعَ زَوْجِهَا وَالغِلُّ القُمَلِ هِىَ الَّتِى عِنْدَ زَوْجِهَا كَالغَلِّ المُقْمَلِ وَهُوَ غِلٌّ مِنْ جِلْدٍ يَقَعُ فِيْهِ القُمَلُ فَيَأَكُلَهُ وَلاَيَتَمَكَّنُ أَنْ يَحِلَّ مِنْهُ شَيْئًا وَهُوَ مَثَلٌ لِلْعَرَبِ

Dari Abu Bakar  Siddiq ra Beliau berkata, perempuan ada empat macam diantaranya ; Robi’u-Muraobba’, Jami’-Mujamma’, Karbu-Muqma’ dan Gillu-Qulla. Adapun yang pertama adalah perempuan yang menggendong anak dan perutnya sedang hamil lagi. Kedua adalah perempuan yang banyak kebaikan dan kehormatannya terjaga. Ketiga adalah perempuan yang berakhlak buruk pada suaminya. Keempat adalah perempuan yang di sisi suaminya laksana hama atau kutu di kepala, artinya kutu yang berada di atas kepala lalu memakan kulit kepala dan sedikitpun kutu itu tidak meminta halal atas apa yang ia makan, bahkan prilakunya senantiasa menyakitkan, demikian itu perumpamaan orang-orang Arab.

وَهُنَّ ثَلاَثٌ فَامْرَأَةٌ وَلُوْدٌ وَدُوْدٌ تُعِيْنُ زَوْجَهَا دَهْرَهُ وَتُسَاعِدَهُ عَلَى دُنْيَاهُ وَآخِرَتِهُ وَلاَ تُعِيْنُ الدَّهْرَ عَلَيْهِ وَامْرَأَةٌ عَقِيْمٌ لاَذَاتَ جِمَالٍ وَلاَ خُلُقٍ وَلاَ تُعِيْنُ زَوْجَهَا عَلَى خَيْرٍ وَامْرَأَةٌ صُخَابَةٌ وَلاَجَةٌ خَرَّاجَةٌ تَسْتَقِلُّ الكَثِيْرَ وَلاَ تَقْبَلُ اليَسِيْرَ

Dan perempuan itu terbagi tiga, yaitu :
1.  Perempuan sering melahirkan, menyayangi, menolong suami sepanjang masa, menolong suami dunia dan akkhirat dan tidak berambisi mengikuti trend zaman hingga menyulitkan suaminya.
2.  Perempuan mandul, kurang menarik, tidak berakhlak baik dan tidak menolong suaminya dalam hal kebaikan.
3.  Perempuan yang keras kepala, pembantah, sering keluar rumah (ngelayap), menimbun harta untuk keperluan pribadinya dan tidak terima dikasih uang belanja sedikit.

وَقَالَ عَلِى رَضِىَ اللهُ عَنْهُ تَزَوَّجْ عَيْنَاءً سَمْرَاءً عَجْزَاءً مَرْبُوْعَةً فَاِنَّ كَرَهْتَهَا فَعَلَى الصَّدَاقِ , وَقَالَ بَعْضُهُمْ عُقُوْلُ النِّسَاءِ فِى جِمَالِهِنَّ وَجِمَالُ الرِّجَالِ فِى عُقُوْلِهِمْ , وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَ امْرَأَةً بَعَثَ اِلَيْهَا مَنْ يَنْظُرُ اِلَيْهَا وَقَالَ شَمِّ لَيْتَهَا فَاِنْ طَابَ لَيْتُهَا طَابَ عُرْفُهَا وَإِنْ دَرَمَ كَعْبُهَا عَظَمُ كَبْعَثُهَا . اَلَّيْتُ صَفْحَةُ العُنُقِ وَالعُرْفُ الرِّيْحُ الطَّيِّبَةِ وَدَرْمُ كَعْبِهَا أَىْ كَثُرَ لَحْمُ كَعْبِهَا

Baginda Ali ra. Berkata, nikahilah perempuan yang pandangannya menyejukan, kulitnya sawo matang dan bokongnya pantatnya persegi, ketika kamu tidak menemukan semua itu maka cari perempuan yang mas kawinnya ringan. Sebagian ulama berkata, Akalnya perempuan terdapat pada kecantikannya dan ketampanan lelaki terdapat pada akalnya. Rasulullah SAW apabila hendak menikahi perempuan, maka beliau mengutus orang yang melihat calon isterinya dan berkata, ciumlah lipatan pundaknya maka apabila wangi maka badanya pun wangi dan apabila tumitnya montok maka montok pula bokongnya. Laet adalah lipatan pada pundak, ‘urfu adalah wangi yang harum dan montok tumit maksudnya yaitu banyak daging tumitnya.

وَقَالَ عَلِى بِنْ الحُسَيْن رَضِىَ اللهُ عَنْهُ خَمْسُ خِصَالٍ مَنْ فَقِدَ مِنْهُنَّ وَاحِدَةً لَمْ يَزَلْ نَاقِصُ العَيْشِ زَائِلَ العَقْلِ مَشْغُلَ القَلْبِ فَأَوَّلُهُنَّ صِحَّةُ البَدَنِ وَالثَّالِثَةُ السِّعَةُ فِى الرِّزْقِ وَالدَّارِ وَالرَّابِعَةُ الأَنِيْسُ المُوَافِقُ فَقِيْلَ لَهُ وَمَاالأَنِيْسُ المُوَافِقُ قَالَ الزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ وَالوَلَدُ الصًّالِحُ وَالخَلِيْطُ الصَّالِحُ وَالخَامِسَةُ وَهِىَ تَجْمَعُ هَذِهِ الخِصَالُ الدَّعَةُ

Baginda Ali bin Husen ra Berkata, Lima perkara barangsiapa tidak ada satu perkarapun padanya maka tak henti-hentinya ia mengalami kekurangan dalam kehidupan, dapat menghilangkan kecerdasan akal dan dapat meresahkan hati, lima perkara tersebut yaitu ; (1) Sehat badan, (2) Rezeki yang lapang, (3) Rumah yang luas, (4) Kawan yang menyenangkan. Baginda Ali di Tanya, “Siapa kawan yang menyenangkan itu ?” Beliau menjawab, “Yaitu isteri yang soleh, anak yang soleh dan sahabat yang soleh. dan (5) Mendapatkan semua yang telah disebutkan di atas.

وَقَالَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ خَيْرُ نِسَائِكُمُ الطَّيِّبَةُ الرِّيْحِ الطَّيِّبَةُ الطَّعَامِ الَّتِىْ إِنْ أَنْفَقَتْ أَنْفَقَتْ بِمَعْرُوْفٍ وَإِنْ أَمْسَكَتْ أَمْسَكَتْ بِمَعْرُوْفٍ فَتِلْكَ مِنْ عُمَالِ اللهِ وَعَامِلُ اللهِ لاَ يُخَيِّبُ وَعَنْ بَعْضِ الصَّالِحِيْنَ قَالَ خَيْرُ نِسَائِكُمُ الَّتِى إِنْ غَضَبَتْ أَوْ أُغْضِبَتْ قَالَتْ لِزَوْجِهَا يَدِىْ فِى يَدِكَ لاَ أَكْتَهِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى عَنِّى

Baginda Ali bin Husen ra. berkata lagi ra, Sebaik-baiknya perempuan kalian adalah yang wangi tubuhnya baik serta baik pula dalam makannya, juga perempuan yang apabila menggunakan uang belanja maka ia membelanjakannya pada yang paling baik menurut agama Islam, apabila ia tidak menggunakan uang belanja maka ia simpan uang itu dengan dengan baik pula, itulah salah satu perempuan sebagai pekerja Allah dan karena para pekerja Allah tidak akan pernah menipu. Dari sebagian orang-orang soleh, mereka berkata ; Sebaik-baiknya perempuan kalian yaitu perempuan yang apabila ia marah atau ia memarahi, maka ia akan berkata pada suaminya, “Kedua tanganku ada dalam kekuasaanmu aku tidak mampu mecelaki mataku sampai mata terpejam, kecuali kamu merestui aku”

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ِلأَصْحَابِهِ اَلاَأَخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ نِسَائِكُمُ قَالُوْا بَلَى فَقَالَ إِنْ خَيْرَ نِسَائِكُمُ الوَلُوْدُ الوَدُوْدُ السَّتِيْرَةُ وَالعَفِيْفَةُ العَزِيْزَةُ فِى فَعْلِهَا الذَّلِيْلَهُ مَعَ بَعْلِهَا المُتَبَرِّجَةُ مَعَ زَوْجِهَا الحِصَانُ عَنْ غَيْرِهِ الَّتِى تَسْمَعُ قَوْلَهُ وَتُطِيْعُ أَمْرَهُ وَاِذَاخَلاَبِهَا بَذَلَتْ لَهُ مَاأَرَادَ مِنْهَا وَلَمْ تَتَبَذِّلَ لَهُ تَبَذَّلَ الرَّجُلِ

Rasulullah Saw berkata pada sahabat ; Apakah saya tidak mengabarkan kepada kalian tentang perempuan kalian yang paling baik?, Jawab sahabat betul, dan tolong beri tahukan kami!. Rasul SAW melanjutkan ; Sesungguhnya sebaik-baiknya perempuan kalian ialah perempuan yang sering melahirkan, tetap menyayangi keluarga, selalu menutup aurat, tetap menjaga kehormatan, senantiasa merendah di hadapan suami, selalu berhias di hadapan suami, selalu menjaga diri dari pandangan bukan muhrim , apabila mendengar ucapan suaminya ia mendengar dan patuh, apabila suami sedang tidak punya apa-apa maka ia menyerahkan miliknya untuk di pergunakan suami serta tidak menyerahkan sesuatu kepada suami dengan ekpresi menyerahkan yang menuntut untuk dikembalikan.

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ مَااسْتَفَادَ امْرُؤٌ فَائِدَةً بَعْدَ الاِسْلاَمِ أَفْضَلُ مِنْ زَوْجِةٍ مُسْلِمَةٍ تُسِرُّهُ إِذَا نُظِرَ اِلَيْهَا وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَهَا وَتُحْفِظَهُ إِذَاغَابَ عَنْهَا فِى نَفْسِهَا وَمَالِهِ

Nabi bersabda SAW ; Tidaklah seseorang medapatkan manfaat yang paling baik setelah memeluk agama Islam kecuali memiliki isteri yang solehah, yaitu yang membahagiakan suaminya apabila di pandang, yang ta’at apabila di perintah, yang menjaga kehormatan diri dan kehormatan suami apabila suaminya tidak ada di rumah.

وَجَاءَ رَجُلٌ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ لِى زَوْجَةٌ إِذَا دَخَلْتُ تَلَقَتْنِى وَإِذَا خَرَجْتُ شَيَعَتْنِى وَإِذَا رَأَتْنِى مَهْمُوْمًا قَالَتْ مَايُهِمُّكَ إِنْ كُنْتَ تَهْتَمُّ لِرِزْقِكَ فَقَدْ تَكَفَّلَ بِهِ غَيْرُكَ وَإِنْ كُنْتَ تَهْتَمُّ بِأَمْرِ آخِرَتِكَ فَزَادَك اللهُ هَمَّا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِّرْهَا بِالجَنَّةِ وَقُلْ لَهَا إِنَكِ عَامِلَةٌ مِنْ عُمَالِ اللهِ وَلَكِ فِى كُلِّ يَوْمٍ أَجْرُسَبْعِيْنَ شَهِيْدًا

Ada seorang lelaki mendatangi Rasullullah SAW, lalu ia berkata ; Ya Rasulullah aku punya isteri yang apabila aku masuk rumah ia menyambut merangkuli aku, apabila aku pergi ia mengantarnya, apabila ia melihatku resah, ia berkata, bang apa yang abang resahkan? apabila abang resah tentang rezeki, sesungguhnya yang menanggung rezeki itu adalah Allah Yang maha kuasa, jangan resah ya bang..!!, Namun apabila abang resah soal urusan akherat, saya do’akan “Semoga Allah menambah keresahan abang”. Rasulullah menjawab, berikan khabar baik isterimu itu dengan balasan sorga, dan katakan padanya sesungguhnya kamu adalah salah satu pekerja Allah dan bagimu setiap hari mendapat pahala 70 orang yang meninggal syahid.

وَفِى رِوَايَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَ ِللهِ عَزَّ وَجَلَّ عُمَالاً وَهَذِهِ مِنْ عُمَالِهِ لَهَا نِصْفُ أَجْرُ شَهِيْدٍ وَعَنِ الصَّادِقِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ الخَيْرَاتُ الحَسَانُ مِنْ نِسَاءِ أَهْلِ الدُّنْيَا هُنَّ أَجْمَلُ مِنْ الحُوْرِ العَيْنِ

Dalam satu riwayat Rasulullah SAW ; Sesungguhnya Allah Yang maha Agung memiliki para pekerja, perempuan solehah ialah salah satu pekerja-Nya. Seorang perempuan solehah ialah akan mendapat balasan pahala separuh pahala orang yang meninggal syahid. Dari Abu Bakar Siddiq ra Beliau berkata ; “Perempuan baik yang solehah dari perempuan-perempuan dunia pada hakikatnya iaalah lebih cantik dari pesona bidadari sorga.

Allah Mengetahui Segalanya.
Pustaka : Makarimul Akhlaq Syekh Rodiuddin At-Tabrisyi


Monday, March 10, 2014

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN
Kami ingin Bangun Pesantren di wilayah Cibinong Bogor Jawa Barat atau sekitarnya, Namun belum punya Tanah Lokasi, Sementara ini Majelis menggunakan tempat masih bersifat pinjaman, Tabungan ini di mulai hari Jum'at 30 Sept 2016, kami Jama'ah Majelis Arbabul Hija, Menabung sampai hari ini Sabtu 15 April 2017 baru terkumpul 5,2 Juta (Lima Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) BANTU KAMI YA..!! Cibinong, April 2017 - Ttd Ahmad Daerobiy HP.0813.1020.9384

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)