Tajwid

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah
Yang maha Pengasih dan Penyayang 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى فَضَّلَ نَبِيَّهُ عَلَى الرُّسُلِ بِإِنْزاَلِ القُرْآنِ , وَكَرَّمَ أُمَّتَهُ عَلَى ساَئِرِ الأُمَمِ بِتِلاَوَةِ القُرْآنِ , وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدَناَ مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ أَسْراَرِ القُرْآنِ . وَبَعْدُ ؛

Segala puji bagi Allah, Dia yang memuliakan Nabi Muhammad selaku utusan Allah melebihi para utusan Allah yang lain, hal ini disebabkan turunnya Al-Qur’an kepada beliau. Dia yang selalu memuliakan umat Nabi Muhammad, disebabkan mereka bisa membaca Al-Qur’an. Semoga rahmat serta salam Allah selalu dilimpahkan kepada Baginda kita Nabi Muhammad sepenuh rahasia yang terdapat dalam Al-Qur’an. Amien

Para pembaca yang budiman, saya menulis sebuah catatan kecil ini berkat Taufiq serta Hidayah Allah Yang maha pemurah dan Maha Penyayang. Saya yakin, bahwa Allah Swt akan memberi kemampuan pada siapa-pun di dalam hal apapun apabila ia selalu berbuat karena Allah, karena orang yang berbuat sesuatu karena Allah niscaya Allah Swt selalu bersama-nya.

Ketika anda mau memaklumi kehilafan serta kealpaan saya, bahkan memperbaikinya, itulah yang sangat saya harapkan karena orang yang seperti itu akan mendapat pahala dari Allah Swt, sebagaimana sabda Nabi saw :

أَللَّئِيْمُ يَفْضَحُ وَالكَرِيْمُ يَصْلُحُ
 Artinya :
Orang yang mempermalukan orang lain adalah orang yang hanya bisa mencela atau menyalahkan, sedangkan orang yang bermartabat dan terhormat adalah orang yang mau memperbaiki kesalahan orang lain ( HR. Bukhori Muslim )

Orang yang mempermalukan orang lain secara tidak langsung dia berbuat dua dosa, pertama dia berdosa kepada Allah karena menyalahi perintah-Nya, kedua dia berdosa pada sesama karena perbuatannya termasuk dzolim atau jahat kepada sesama makhluk.

Tidaklah kita akan mendapatkan Taufiq dan Hidayah melainkan hanya dengan pertolongan Allah Swt, hanya kepada-Nya kita bertawakal dan akan kembali.


BATASAN ILMU TAJWID

Ilmu Tajwid adalah Ilmu yang menjelaskan tentang tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Seperti kalimat yang harus di baca tipis atau tebal, di baca panjang atau pendek, di baca keras atau empuk, di baca Idzhar atau Ikhfa dan lain sebagainya.

1. Manfaat
Manfaat Ilmu tajwid adalah agar menjaga kesalahan lisan dalam membaca Al-Qur’an

2. Hukum Mempelajari
Hukum mempelajari Ilmu Tajwid adalah fardu kifayah artinya apabila di suatu daerah tidak ada yang mempelajari Ilmu tajwid maka seluruh penduduk daerah itu berdosa, namun apabila ada beberapa orang yang belajar Ilmu tajwid maka gugur dosa dari yang lainnya.

3. Hukum Penggunaan
Menggunakan Ilmu tajwid saat membaca Al-Qur’an adalah Fardu a’en, artinya apabila membaca Al-Qur’an tidak menggunakan Ilmu tajwid, sehingga terjadi kesalahan membaca, seperti huruf yang seharusnya dibaca pendek ternyata di baca panjang, huruf seharusnya di baca Ikhfa ternyata di baca Idhar dan lain sebagainya, maka kesalahan membaca seperti ini menimbulkan dosa.

Sandaran dalil kewajiban menggunakan Ilmu tajwid di saat membaca Al-Qur’an hukumnya fardu a’en adalah sebagai berikut  :

a. Firman Allah swt Al-Mujammil ayat 4

وَرَتِّلِ القُرْآنَ تَرْتِيْلاً ( المزمل 4 )

Tafsir dari ayat tersebut menurut Imam Al-Baedlowiy ialah :

أَىْ جَوِّدْهُ تَجْوِيْداً
Artinya ;
Gunakanlah Ilmu Tajwid dengan baik ( saat membaca Al-Qur’an )

b. Sabda Nabi Muhammad Saw

رُبَّ تاَلٍ لِلقُرْآنِ وَالقُرْآنُ يَلْعَنُهُ
Artinya ;
Banyak sekali orang yang rajin membaca Al-Qur’an, akan tetapi sayang Al-Qur’an itu mengutuknya ( HR. Bukhori Muslim )

c. Pendapat Ulama dalam kitab Al-Jazariyyah

Irama sya’ir ini sesuai Wajan (timbangan) Bahar Rojaz ;

وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لاَزِمٌ      مَنْ لَمْ يُجدَوِّدِ القُرْآنَ آثِمٌ

-      Menggunakan ilmu Tajwid di saat membaca Al-Qur’an adalah wajib
-      Barang siapa membaca Qur’an tidak menggunakan tajwid adalah berdosa


KEKELIRUAN MEMBACA AL-QUR’AN

Diantara melakukan kesalahan di dalam membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut ;

Pertama ;
Tidak memenuhi hak baca ketiga harkat (baris huruf) yaitu Dlommah, Fatah dan Kasroh. Hak harkat Dhommah adalah di saat membaca (melapalkan)-nya hendaknya menyatukan (me-monyong-kan) dua bibir, hak harkat Kasroh adalah di saat membaca (melafalkan)-nya menurunkan (me-nyengir-kan) mulut, seperti orang yang sedang tersenyum.

Hal ini sebagaimana peringatan yang di kutif dari kitab Iqdul juman halaman 14, yaitu sebagai berikut :

وَمِنْهاَ عَدَمُ ضَمِّ الشَّفَتَيْنِ عِنْدَ النُّطْقِ بِالحَرْفِ المَضْمُوْمِ ِلأَنَّ كُلَّ حَرْفٍ مَضْمُوْمٍ لاَيَتِمُّ ضَمُّهُ إِلاَّ بَضَمِّ الشَّفَتَيْنِ وَإِلاَّ كاَنَ ضَمُّهُ ناَقِصاً وَلاَيَتِمُّ الحَرْفُ إِلاَّ بِتَماَمِ حَرَكَتِهِ
 Artinya :
Diantara kesalahan pada saat membaca Al-Qur’an adalah tidak menyatukan dua bibir saat membaca huruf berharkat dhommah, karena setiap huruf berharkat dhommah tidaklah akan sempurna membaca dhommahnya kecuali dengan menyatukan dua bibir (monyong), apabila tidak menyatukan dua bibir maka membaca harkat dhommah tidak sempurna, dan tidaklah akan sempurna membaca huruf kecuali dengan menyempurnakan bagaimana cara membaca harkatnya.

Dan  juga ;

وَكَذَلِكَ الحَرْفُ المَكْسُوْرُ لاَيَتِمُّ إِلاَّ بِخَفْضِ الفَمِّ وَإِلاَّ كاَنَ ناَقِصاً
 Artinya :
Demikian pula huruf yang berharkat Kasroh, huruf berharkat Kasroh tidak sempurna membaca harkat Kasrohnya kecuali dengan menurunkan mulut (nyengir), apabila tidak menurunkan mulut maka membaca huruf dengan harkat tersebut tidak akan sempurna.

Kedua ;
Tidak memenuhi cara membaca huruf yang di baca panjang atau di baca pendek, tidak memenuhi Makhroj huruf dan lain sebagainya.

Dua bagian dalam kesalahan membaca Al-Qur’an ini, tidak akan dapat diperbaiki melainkan hanya dengan mempelajari Ilmu Tajwid

Tammat

WASPADALAH..., MENDAPATKAN ILMU TANPA GURU

وَمِنْ كَلاَمِ أَبِيْ يَزِيْدْ البُسْطاَمِيْ قُدِّسَ سِرُّهُ ؛ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَّيْطاَنُ

Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy quddisa sirruh menyatakan ; Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.

Tafsir Ruhul-Bayan, Juz 5 hal. 203 Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60

Ketika tidak mendapatlan ilmu tanpa guru maka jelas dia gurunya syetan dan kesesatannya lebih terbuka lebar, maka waspadailah. Apakah anda punya guru agama? Datangilah beliau, jika anda ingin mendapatkan ilmunya dan bermanfaat..


Lihat LOKASI MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA di peta yang lebih besar

NASKAH POPULER