Wednesday, November 3, 2010

KEISTIMEWAAN BER-QURBAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَالبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا القَانِعَ وَالمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam Keadaan berdiri (dan telah terikat). kemudian apabila telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS. Al-Hajj 36)

Ayat tersebut ialah dalil diberlakukannya ibadah qurban dalam istilah agama dinamakan udhiyyah. Udhiyyah menurut agama ialah nama hewan qurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah, dilakukan pada hari raya idul adha atau tiga hari tasyriq.

Menurut pendapat masyhur para Ulama ibadah qurban ini hukmnya sunnah muakkad dan syi’ar agama, oleh karenanya seorang yang mampu selayaknya menjaga ibadah qurban ini, bahkan sebagian Ulama ada yang menyatakan bahwa ibadah qurban itu wajib diantaranya Imam Malik.

Diantara dalil hadits tentang qurban diantaranya ;

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِه
Jika klian melihat hilal dzilhijjah dan hendak berqurban maka tahanlah dulu rambut dan kukunya (HR. Muslim)

Ketika anda mengetahui tentang qurban maka akan ditemukan bahwa qurban itu sunnah kifayah (sunnah kolektif) dari satu keluarga dalam memenuhi hak sunnah semuanya, dan jika mampu dan tidak qurban maka hukunya makruh.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قاَلَ ياَبُنَيَّ إِنِّى أَرَى فىِ المَناَمِ أَنِّى أَذْبَحُكَ فاَنْظُرْ ماَذاَ تَرَى قاَلَ يَآَبَتِ افْعَلْ ماَتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ
 “Maka tatkala anak itu sampai (ke peringkat umur sanggup) berusaha bersama-sama Nabi Ibrahim, Nabi Ibrahim berkata : "Wahai anak kesayanganku! Sungguh aku lihat dalam mimpi bahwa aku akan menyembelih-mu, maka fikirkanlah apa pendapatmu?" Anak itu (Ismail) menjawab : "Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan pada-mu, Insya Allah ayah akan dapati daku termasuk orang-orang sabar". (QS. Ash-Shafaat 102)

Tamsil yang dicontohkan Nabi Ismail AS, ialah tatkala mendengar perintah ayahnya untuk menyembelih dirinya merupakan Mujahadah (perjuangan) yang sangat besar. Betapa ia lebih mementingkan kepentingan Allah SWT daripada kepentingan dirinya.

Rasul Saw pernah ditanya oleh sahabat, “Wahai rasul, jihad apa yang paling besar?” Rasul menjawab. “Jihad melawan hawa nafsu”. (HR. Muttafaq ‘Alaeh)

Penggalan percakapan tadi mengindikasikan bahwa hawa nafsu adalah faktor paling dominan yang mempengaruhi prilaku seseorang. Dalam berkurban, kita anak manusia diajarkan untuk menundukan nafsu, agar lebih melihat saudara yang berada di bawahnya. Di sini bermain antara sikap egois dengan sikap sosial. Oleh sebab itu, tidak sembarang orang yang berhasil mampu melaksanakan ritual kurban ini.

Untuk itu pula, dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Rasul Saw menegaskan, “Siapa memiliki kelapangan uang, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami”.

Sebaliknya, ada berita gembira bagi mereka yang melaksanakan kurban, Rasul bersabda ;

ماَ عَمِلَ ابْنُ آَدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبُّ إِلىَ اللهِ مِنْ إِهْرَاقِهِ دَماً وَإِنَّهاَ لَتَأْتِيْ يَوْمَ القِياَمَةِ بِقُرُوْنِهاَ وَأَظْلاَفِهاَ وَإِنَّ الدَّمَ يَقَعُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكاَنٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ بِالأَرْضِ فَطَيِّبُوْا بِهاَ نَفْساً
“Tidak ada perbuatan yang paling disukai Allah pada Hari Raya Haji selain berkurban, sesungguhnya orang yang berkurban dengan tulus, akan datang pada hari qiyamah dengan berkendara hewan kurbannya dengan tanduk dan badannya itu (melangkah menuju sorga) sesungguhnya darah kurban yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah daripada (darah itu), jatuh ke bumi. Maka, sucikanlah dirimu dengan berkurban”. (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits lain disebutkan ;

عَظِّمُوْا ضَحاَيَكُمْ فَإِنَّهاَ عَلَى الصِّراَطِ مَطاَياَكُمْ
“Carilah hewan yang besar yang layak disembelih untuk kurban, karena hewan kurban itu akan menjadi kendaraan yang dikaruniakan kepada kalian saat lewati jembatan Shirotol Mustaqim”. (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dalam penjelasan lain, riwayat dari dari Ali ra. ;

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلىَ شِراَءِ الأُضْحِيَّةِ كاَنَ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ عَشْرُ حَسَناَتٍ وَمَحاَ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئاَتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجاَتٍ
“Barang siapa keluar dari rumah bergegas untuk membeli hewan qurban, maka setiap langkahnya di balas dengan sepuluh kali kebaikan, di hapus sepuluh macam kesalahan serta akan dinaikkan kedudukan dan martabatnya 10 (sepuluh) kali lipat. Bukan itu saja, Bahkan ..

وَإِذاَ تَكَلَّمَ فىِ شِراَئِهاَ كاَنَ كَلاَمُهُ تَسْبِيْحاً وَإِذاَ نَقَدَ ثَمَنَهاَ كاَنَ لَهُ بِكُلِّ دِرْهَمٍ سَبْعُمِائَةِ حَسَنَةٍ وَإِذاَ طَرَحَهاَ عَلَى الأَرْضِ يُرِيْدُ دَبْحَهاَ اسْتَغْفَرَ لَهُ كُلُّ خَلْقٍ مِنْ مَوْضِعِهاَ إِلىَ الأَرْضِ السَّابِعَةِ وَإِذاَ أَهْرَقَ دَمَّهاَ خَلَقَ اللهُ بِكُلِّ قَطْرَةٍ مِنْ دَمِّهاَ عَشْرَةٌ مِنَ المَلاَئِكَةِ يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ إِلىَ يَوْمِ القِياَمَةِ وَإِذاَ قَسَمَ لَحْمَهاَ كاَنَ لَهُ بِكُلِّ لُقْمَةٍ مِثْلَ عِتْقِ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيْلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ
Apabila ia menawar hewan qurban maka tawar menawar itu sama halnya dengan membaca tasbih, apabila terjadi membeli hewan qurban maka satu perak yang dia keluarkan akan di balas Allah SWT 700 kali lipat kebaikan, apabila hewan qurbannya dibaringkan untuk disembelih maka setiap makhluk di sekitar tempat sembelih sampai ke tujuh lapis bumi bagian bawah akan memohon ampunan untuknya, apabila darah hewan qurbannya menetes maka dari tetesan darah itu Allah menciptakan 10 malaikat yang memohon ampunan untuknya sampai qiyamah, dan apabila daging qurbannya dibagikan maka setiap suap daging akan mendapat pahala sama dengan membebaskan budak dari keturunan Ismail AS.

أَللهُ أَكْبَرُ (3×) لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ , أَللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

Wal-hasil, Ibrah atau tauladan yang esensial dari perjalanan Ismail dan Ibrahim As yang masih sangat relevan untuk kita teladani saat ini adalah sikap sabar, taat, dan ikhlas dalam ibadah.

Gambaran ketiga sikap ini sangatlah jelas tatkala keduanya telah berserah diri dan Nabi Ibrahim membaringkan puteranya Nabi Ismail AS untuk melakukan penyembelihan, dalam Qur’an ;

فَلَمَّآ أَسْلَماَ وَتَلَّهُ لِلْجَبِيْنِ
“Setelah keduanya berserah bulat-bulat (men-junjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (Kami sifatkan Ibrahim dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah Kami) (QS. As-Shafaat 103)

Tetapi apa yang terjadi ?, atas kebesaran Allah, Nabi Ismail digantikan seekor hewan sembelihan yang besar. Bahkan, kebaikan keduanya diabadi-kan dan menjadi pelajaran untuk umat berikutnya.

Di atas itu semua, ditengah krisis global, bahkan multidimensional, melalui ritual kurban umat Muslim sudah selayaknya bersikap optimistis akan janji Allah Swt. Yakni, bahwa Allah akan memberikan kemenangan, kemudahan dan Allah akan memenuhi janjiNya kepada hamba-hamba Nya yang sabar, taat dan ikhlas.

Para Pembaca yang dirahmati Allah, inilah yang dapat saya sampaikan. semoga bermanfaat, amien.

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN
Kami ingin Bangun Pesantren di wilayah Cibinong Bogor Jawa Barat atau sekitarnya, Namun belum punya Tanah Lokasi, Sementara ini Majelis menggunakan tempat masih bersifat pinjaman, Tabungan ini di mulai hari Jum'at 30 Sept 2016, kami Jama'ah Majelis Arbabul Hija, Menabung sampai hari ini Sabtu 15 April 2017 baru terkumpul 5,2 Juta (Lima Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) BANTU KAMI YA..!! Cibinong, April 2017 - Ttd Ahmad Daerobiy HP.0813.1020.9384

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)