Saturday, October 30, 2010

15 MACAM PENGUNDANG MALAPETAKA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمّنِ الَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
 
A.     15 MACAM PERKARA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
Bilamana kita memperhatikan musibah demi musibah yang terjadi akhir-akhir ini menimpa bangsa Indonesia, dari musibah Gunung Merapi meletus memakan puluhan korban jiwa, di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, musibah  stunami yang melanda kepulauan Mentawai Sumatera Barat, Tanah Longsor Wasior papua, banjir tahunan di Ibu kota Jakarta dan daerah lainnya sampai musibah lumpur Lapindo di Sidoarjo yang tak pernah selesai.

Lalu mengapakah musibah itu bisa terjadi ? atau siapakah yang harus bertanggung jawab dan pantas disalahkan ? yang jelas siapapun tidak akan mau disalahkan. Akan tetapi coba perhatikan dan kembali kepada Allah, Tuhan yang mengetahui semua itu, bagaiman pendapat Allah dan Rasulnya..? mari kita kaji bersama disini..

Islam menjawab sejara jelas dan transparan. Jawaban ini berasal dari jawaban Allah Swt sendiri yang menghendaki semua itu terjadi, dan dipandang dari sisi kehambaan manusia di hadapan Allah Swt,karena memang kita semua adalah hamba tak berdaya, sehingga kita harus tunduk dan patuh atas keinginan Tuhan, Allah SWT.

Dari berbagai literatur Islam yang berhasil saya temukan, bahwa penyebab terjadinya musibah-musibah di muka bumi adalah sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Nabi Saw sebagai berikut :

عَنْ عَلِى رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قاَلَ : قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ T ؛ إِذاَ فَعَلَتْ أُمَّتِى خَمْسَ عَشَرَةَ خَصْلَةً حَلَّ بِهاَ البَلاَءُ , قِيْلَ وَماَهِىَ ياَرَسُوْلَ اللهِ ؟ قاَلَ ؛ إِذاَ كاَنَ المُغْنِمُ دَوْلاً وَالأَماَنَةُ مُغْنِماً وَالزَّكاَةُ مُغْرَماً وَأَطاَعَ الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ وَعَقَّ أُمَّهُ وَجَفاَ أَباَهُ وَارْتَفَعَتْ الأَصْواَتُ فىِ المَسَاجِدِ وَكاَنَ زَعِيْمُ القَوْمِ أَرْذَلَهُمْ وَأَكْرَمَ الرَّجُلَ مَخاَفَةَ شَرِّهِ وَشُرِبَتْ الخُمُوْرُ وَلُبِسَ الحَرِيْرُ وَاتُّخِذَتْ القِياَناَتُ وَالمَعاَزِفُ وَلَعَنَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ أَوَّلَهاَ فَلْيَرْتَقِبُوْا عِنْدَ ذَلِكَ رِيْحاً حَمَراَءَ أَوْ خَسَفاً أَوْ مَسَخاً ( رَواَهُ التُّرْمُذِى )
Artinya :
Hadits ini diterima dari baginda Ali ra. Beliau berkata : Baginda Rasulullah Saw bersabda ; 

Apabila ummatku telah melakukan 15 macam perkara maka semua itu akan mengundang musibah, kemudian para sahabat bertanya, apa yang dimaksud 15 macam perkara itu ya Rasulullah ? lalu Rasulullah Saw menjawab :

Pertama, apabila orang yang berprilaku buruk yaitu orang yang selalu mengambil keuntungan duniawi untuk kepentingan pribadinya (materialistis), dijadikan dan dipilih sebagai pemimpin masyarakat.

Kedua, apabila orang mengemban amanah atau ketika dia dipercayai orang lain, amanah dan kepercayaan dijadikannya sebuah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan duniawi.

Ketiga, apabila dana zakat tidak segera dibayarkan atau tidak segera diberikan kepada orang yang berhak, bahkan dana zakat diolah dulu untuk mengambil keuntungan pribadinya.

Keempat, apabila seorang suami sudah tunduk kepada istrinya.

Kelima, apabila seorang manusia sudah berani menyakiti hati ibu kandungnya.

Keenam, apabila seorang manusia sudah berami menentang kepada bapak kandunganya.

Ketujuh, apabila telah terjadi mengeraskan suara di mesjid-mesjid. Artinya pertama ; orang sudah tidak mau datang lagi ke mesjid, sampai-sampai untuk melaksanakan ibadah dan sahalat berjama’ah pun harus dipanggil menggunakan pengeras suara, padahal dia tahu waktu ibadah melaksanakan shalat berjama’ah segera didirikan. Kedua ; orang menjadikan mesjid sebagai tempat hiburan dan sarana pada ajang perlombaan.

Kedelapan, apabila orang yang sangat dipercaya dan orang yang dijadikan tumpuan harapan oleh masyarakat adalah orang yang dianggap hina menurut pandangan agama Islam, seperti orang yang tidak melakukan shalat dan dukun paranormal.

Kesembilan, apabila memuliakan dan mengagung-kan seseorang disebabkan terdorong oleh rasa takut kepada orang tersebut.

Kesepuluh, apabila minuman keras, narkotika dan bahan-bahan psikitrofika lainnya sudah dikonsumsi oleh masyarakat.

Kesebelas, apabila kain-kain sutera sudah dikenakan oleh kaum lelaki, walaupun dengn alasan modis, padahal Islam melarangnya.

Keduabelas, apabila telah menghalalkan dan melegalkan segala macam bentuk hiburan sehingga melalaikan dzikir kepada Allah Swt.

Ketigabelas, apabila telah menghalalkan dan melegalkan alat-alat musik serta memainkannya sehingga melalaikan dzikir kepada Allah Swt.

Keempatbelas, apabila umat manusia di zaman sekarang mengutuk atau menyalahkan para pendahulunya, mereka merasa keterpurukan bangsa disebabkan para pendahulunya.

Kelimabelas, apabila sudah banyak orang menuntut ilmu, tapi bukan pada ilmu agama, mereka hanya mengejar ilmu untuk mendapatkan pekerjaan dan duniawi semata.

( nomor ke 15 ini teradapat pada riwayat lain dan Rasulullah Saw melanjutkan sabdanya )

Dengan demikian, ketika kamu semua mendapati salah satu dari semua itu maka kamu semua akan tertimpa berbagai macam musibah, seperti hembusan angin merah yang membawa cuaca buruk, dilanda berbagai macam bencana alam sehingga musibah yang sangat menyedihkan yaitu merubah rupa kalian menjadi seekor kera atau babi. ( HR. Turmudzi)

Dari sabda baginda Nabi Saw tersebut diatas dapat disimpulkan, bahwa jalan yang harus ditempuh oleh kita adalah tidak cukup hanya dengan menggelar Istighosah dan dzikir akbar semata, akan tetapi semua bentuk maksiat dan munkarat di muka bumi hendaknya lebih dulu segera dihilangkan termasuk 15 macam perkara penyebab musibah tersebut, sebagaimana para Ulama Usul Fiqih menyebutkan :

إِنَّ دَفْعَ المَفاَسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ المَصاَلِحِ
Artinya :
“Sesungguhnya menghilangkan segala macam bentuk maksiat dan munkarat adalah harus segera didahulukan dari pada melakukan hal-hal yang mengundang kebaikan seperti dzikir dan istighosah”.


ULAMA AKAN BERUBAH MENJADI MONYET
Peristiwa tragis yang akan terjadi di akhir zaman ini diantaranya adalah para Ulama, Kiayi atau para Ustadz berubah menjadi seekor monyet dan babi, siapakah mereka itu ?? mereka adalah para Ulama, Kiayi dan para Ustadz yang mengubah pandangan lingkungan masyarakatnya sehingga menjauh dari Allah Swt, artinya mereka berbuat menyimpang dari kebenaran yang sesungguhnya, bahkan mereka membolehkan serta menghalalkan larangan agama.

Diantara sikap mereka adalah menghalalkan bermain alat musik sambil bernyanyi, mereka menganggap sebuah budaya, bahasa universal, sebagai sarana dakwah atau alasan lainnya, padahal masih banyak cara lain yang bukan maksiat yang dapat dijadikan sarana dakwah, jangan menjadikan maksiat menjadi sarana dakwah, karena paling pertama yang harus dilakukan adalah agar lebih dulu meninggalkan maksiat dan munkarat dari pada mendapatkan manfaat dari dakwah itu sendiri.

Adapun larangan agama tentang bermain alat musik sambil bernyanyi adalah berdasarkan hadits sebagai berikut ;

قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ مَلْعُوْنٌ الزَّامِرُ وَالمُسْتَمِعُ فَمَنْ سَمِعَ المَطْرُباَتِ فىِ الدُّنْياَ لاَيَسْمَعُ مَطْرُباَتِ الجَنَّةِ أَبَداً إِلاَّ أَنْ يَتُوْبَ وَإِنَّ صَوْتَ داَوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَعْدِلُ تِسْعَمِائَةَ مِزْماَرٍ وَهُوَ المُقْرِئُ يَوْمَ مُشاَهِدَةِ الحَقِّ فاَتْرَكُوْا هَذاَ الطَّرْبِ لِذَلِكَ الطَّرْبِ
Artinya :
Baginda Rasulullah Saw bersabda ; Terkutuk dan dilaknat seorang pemain alat musik sambil bernyanyi dan juga orang yang mendengarkannya, barang siapa mendengar suara musik di dunia niscaya dia selamanya tidak akan dapat mendengar suara musik di sorga, kecuali apabila bertaubat. Sungguh merdunya suara Nabi Daud as itu hingga dapat mengimbangi 900 macam merdunya suara musik, dan Nabi Daud as akan membacakan ayat-ayat Qur’an di hari qiyamah nanti, oleh karena itu tinggalkanlah suara musik di dunia karena untuk mendengar merdunya suara Nabi Daud as. ( HR. Bukhori muslim )

Banyak para Ulama, Kiayi dan para Ustadz yang diam dan pura-pura tidak peduli sehingga tidak menjelaskan haramnya bermain musik, yang sikap seperti ini jelas membuat keliru pada pandangan masyarakat tentang musik, mereka tampil di radio, televisi, internet atau media elektronik lainnya sebagai panutan dakwah, akan tetapi mereka tidak menerangkan apa saja yang termasuk maksiat dan munkar termasuk bermain musik.

Para Ulama, Kiayi atau para Ustadz yang seperti ini adalah mereka akan diubah menjadi monyet dan babi, hal ini berdasarkan hadits sebagai berikut ;

قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ يَكُوْنُ فىِ أُمَّتِى فَزْعَةٌ فَتَصِيْرُ النَّاسُ إِلىَ عُلَماَئِهِمْ فَإِذاً هُمْ قِرَدَةً وَخَناَزِيْرَ .
Artinya :
Baginda Rasulullah Saw bersabda ; Akan datang nanti pada umatku kaget yang luar biasa, yaitu pada saat orang berbondong-bondong menemui Ulama mereka namun sayang Ulama mereka itu telah berubah menjadi monyet dan babi. ( HR. Bukhori Muslim )


C. DOA AGAR TERLINDUNG DARI BERBAGAI MUSIBAH ( dibaca satu kali setiap hari )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمّنِ الَّحِيْمِ
لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَفْرِجُ بِهاَ كُلَّ كُرْبَةٍ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَحَلُّ بِهاَ كُلَّ عُقْدَةٍ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَجْلُوْ بِهاَ كُلَّ ظُلْمَةٍ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَفْتَحُ بِهاَ كُلَّ باَبٍ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَسْتَعِيْنُ بِهاَ عَلَى كُلِّ شِدَّةٍ وَمُصِيْبَةٍ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَسْتَعِيْنُ بِهاَ عَلَى كُلِّ أَمْرٍ يَنْزِلُ بِى , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَعْتَصِمُ بِهاَ مِنْ مَحْذُوْرٍ أُحاَذِرُهُ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ إِسْتَوْجِبُ بِهاَ العَفْوَ واَلعاَفِيَةَ وَالرِّضاَ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ تَفْرُقُ بِهاَ أَعْداَءُ الله وَغَلَبَتْ حُجَّةُ اللهِ وَبَقِىَ وَجْهُ اللهِ , لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَللَّــهُمَّ رَبَّ الأَرْواَحِ الفاَنِيَةِ وَرَبَّ الأَجْساَدِ الباَلِيَّةِ وَرَبَّ الشُّعُوْرِ المُتَمَعِّطَةِ وَرَبَّ الجُلُوْدِ المُتَمَزِّقَةِ وَرَبَّ العِظاَمِ النَّخْرَةِ وَرَبَّ السَّاعَةِ القاَئِمَةِ أَسْأَلُكَ ياَرَبِّ أَنْ تُصَلِّىَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَافْعَلْ بِى .... (سبُوْةْ حاَجَةْ ث) بِخَفِيِّ لُطْفِكَ ياَذاَ الجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ آمِيْنْ ياَرَبَّ العاَلَمِيْنَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .

Artinya :
Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku memohon dilapangkan dari segala kesulitan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku memohon dilepaskan dari segala keresahan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku memohon diternagi dari segala kegelapan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku memohon dibukakan dari setiap pintu kebaikan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku mohon pertolongan dari segala kesulitan dan musibah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku mohon pertolongan atas segala perkara yang menimpaku. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku memohon perlindungan dari segala keresahan yang aku takuti. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini aku memohon ampunan, sejahtera dan ridlo-Mu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, melalui kalimat ini musuh-musuh Allah bercerai-berai karena dikalahkan hujjah Allah dan Allah adalah yang kekal. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, ya Allah Pengurus ruh-ruh yang binasa, Pengurus jasad-jasad yang membusuk, Pengurus rambut-rambut kepala yang acak-acakan, Pengurus kulit tubuh yang tercabik-cabik, Pengurus tulang belulang yang berserakan, Pengurus hari qiyamah, aku memohon kepada-Mu wahai Tuhanku hendaknya melimpahkan sholawat salam kepada baginda Muhammad Saw dan keluarganya, kemudian jadikanlah kepadaku ….. (sebut hajatnya) dengan segala rahasia kemurahan-Mu wahai Dzat Yang maha Agung dan maha Mulia, Amien.

Tammat
Disusun Oleh Ahmad Daerobiy

Daftar Pustaka
1. Kitab Tadzkirotul Qurtubiy – Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’roniy. Cet. Al-Haromaen Sinkofuroh Jeddah Indonesia.
2.  Kitab makarimul Akhlaq – Syekh Rodiuddin Ath-Thobrisiy. Cet. Ke tiga tahun 1978, Darul Fikri.

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)