Friday, October 29, 2010

ENAM HAL, HAK DIANTARA SESAMA MUSLIM

 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قاَلَ قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- حَقُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ سِتٌّ ؛ إِذاَ لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ , وَإِذاَ دَعاَكَ فَأَجِبْهُ , وَإِذاَ اسْتَنْصَحَكَ فاَنْصَحْهُ , وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ (بِالسِّيْنِ المُهْمَلَةِ وَالشِّيْنِ) , وَإِذاَ مَرِضَ فَعُدْهُ , وَإِذَا ماَتَ فاَتْبَعْهُ - رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya :
(Hadits ini) diterima dari Abu Hurairoh ra. Beliau berkata ; Rasulullah Saw bersabda -Hak muslim atas muslim lainnya ada enam ; 1) Jika kamu jumpa dengannya maka kamu beri salam padanya, 2) Jika ia mengundangmu maka kamu memenuhinya, 3) Jika ia minta nasihatmu maka kamu menasihatinya, 4) Jika ia bangkis dan memuji Allah maka kamu jawab bangkisnya, (dengan huruf sin & Syin) 5) Jika ia sakit maka kamu menengoknya, 6) Jika ia meninggal maka kamu mengiring-kan jenazahnya- (HR. Muslim)

Dalam riwayat Mulim lain ada lima, digugurkan yang termasuk makna ini  -Jika ia minta nasihatmu maka kamu menasihatinya-. Hadits ini sebagai dalil bahwa inilah hak-hak seorang muslim atas muslim lainnya.

Yang dimaksud HAK adalah sesuatu yang tidak layak ditinggalkan, seharusnya dilakukan, baik wajib atau sunnah, ini sunnah yang ditekankan dan menyerupai kewajiban, yaitu sesuatu yang tak layak ditinggalkan, harus dilakukan dari kedua makna, dilihat dari sisi memadukan kedua makna, karena hak-pun digunakan pada makna wajib, demikian kata Ibnu Al-‘Arobiy.

Pertama dari 6 ialah memberi salam jika berjumpa, ini berdasar sabda Nabi Saw -Jika kamu jumpa dengannya maka kamu beri salam padanya- perintah ini sebagai dalil akan wajibnya memulai memberi salam, hanya saja Ibnu Abdil-Bar dan lainnya mengutif, bahwa memulai memberi salam hukumnya sunnah dan menjawabnya fardu. 

Dalam Sohih Muslim terdapat hadits Marfu’, tentang menebar salam, sungguh itu penyebab ikatan saling mengasihi. Dalam sohih Bukhori Muslim –Bahwa amal paling utama ialah memberi makanan dan memberi salam kepada orang yang anda kenal atau tidak- Berkata Imar ; -Tiga hal, barangsiapa ketiganya ada di seseorang maka sungguh ia menghimpun keimanan. 1) Adil, memberikan hak pada pemiliknya. 2) Memberi salam pada muslim yang dijumpai. 3) Infaq harta saat kefaqiran-. Dan akan mengirinya kalimat-kalimat mengarah kebaikan.
 
Assalam ialah nama diantara nama-nama Allah Swt, maka “Assalamu’alaikum” artinya semoga kalian semua dalam lindungan Allah, sama seperti diucapkan “Allah bersama anda dan Allah menyertai anda”. Meurut suatu pendapat Assalam artinya “Keselamatan dari Allah selalu untuk anda”. Salam paling sedikit “Assalamu’alaikum” meskipun orang yang diberi salam hanya seorang diri, karena ditujukan juga malaikat yang bersamanya. Salam paling sempurna ditambahkan Warahmatullahi Wabaraokatuh. Boleh dengan kalimat Assalamu’alaika atau Salamun‘alaika, ia bentuk mufrad dan nakirah. Jika seorang yang diberi salam itu sendiri maka ia wajib jawab salam sendiri, wajib aen. Jika banyak maka di hak mereka menjawabnya fardu kifayah, berikut hadits cukup seorang dari jama’ah –Jika diantara kalian diberi salam maka menjawabnya cukup salah seorang diantara kalian- Disebutlah sunnah kifayah. Dan jawab salam harus saat itu juga, meski pada seorang gaib (jauh darinya) baik lewat tulisan (sms) atau utusan.

Tertuang dalam hadits - Bahwa beri salam agar lebih dulu pengendara pada pejalan kaki, pejalan kaki pada orang duduk dan orang sedikit pada orang banyak -. Dikutif dari faham hadits - Hak muslim atas sesama muslim – maka bahwa non muslim tidak berhak menjawab salam dan hal terkait dengannya, tertuang dalam hadist - Jangan kalian memulai salam pada yahudi dan nasrani - dalam hal ini terdapat bahasan. Kalimat - Jika kamu jumpa dengan-nya – adalah menandakan bahwa tidak dianjurkan memberi salam jika berpisah, tetapi ada ketetapan dalam hadits - Jika diantara kalian duduk hendaknya beri salam, jika berdiri beri salam, tapi yang pertama tidak lebih berhak dari yang berikutnya - . Faham beri salam ini tidak hanya jika bertemu, lalu yang dimaksud bertemu ini meski tidak lama ialah beri salam juga saat berpisah, ini berdasar hadits Abu Daud - Jika diantara kalian bertemu kawan hendaknya memberi salam, walau jika terhalang pohon atau tembok, lalu bertemu kembali maka hendaknya memberi salam kembali - Berkata Anas -Sahabat Rasulullah Saw sedang berjalan kaki, jika mereka bertemu pohon atau tembok, mereka terpisah sebentar, sebagian ke kanan dan sebagian ke kiri, ketika bertemu kembali mereka saling memberi salam

Kedua, - Jika ia mengundangmu maka kamu memenuhinya – Dohir hadits ini memberi makna umum yaitu hak penuhi tiap undangan, ulama memberi makna khusus yaitu penuhi undangan walimah atau sejenisnya. Yang paling utama diutarakan “penuhi undangan walimah itu wajib, selain itu sunnah”, karena ada sangsi pada orang yang tidak penuhi walimah, selain itu tidak.

Ketiga, - Jika ia minta nasihatmu maka kamu menasihati-nya – adalah dalil bahwa menasehati orang yang minta nasihat dan tidak memperdaya ialah wajib. Dohirnya tidak wajib memberi nasihat kecuali lalu diminta, hukum nasihat tanpa diminta ialah sunnah, karena itu petunjuk pada kebaikan dan kebajikan.

Keempat, - Jika ia bangkis dan memuji Allah maka kamu jawab bangkisnya – Berkata Tsalab ; dikatakan - jawablah seorang bersin – artinya dengan “Moga Allah mengasihi-mu” jika kamu balas lagi do’a petunjuk maka baiklah jawaban lurus itu. Penyusun berkata ; Asal kata Syamit ialah dengan huruf sin kecil, lalu diganti syin besar. Ini sebuah dalil wajibnya menjawab bersin yang memuji Allah. Adapun dalil memujinya seorang bersin adalah berdasar makna hadits, dalil wajib memuji. Imam An-Nawawi berkata memuji ini hukumnya disepakati sunnah. Cara memuji, cara jawab bersin dan cara jawab kembali, telah tertuang dalam hadits riwayat Bukhori, dari hadits Abu Hurairoh, dari Nabi Saw – Jika diantara kalian bersin memujilah kepada Allah, lalu do’akan ia oleh saudara atau sahabatnya “Semoga Allah mengasihimu” lalu jawab olehnya “Semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki keadaanmu”. Juga dikeluarkan Abu Daud juga yang lain, dengan sanad yang sohih.

Dalam hadits ini terdapat tambahan dari hadits Abu Hurairoh, dari Nabi Saw beliau bersabda - Jika diantara kalian bersin maka bacalah “Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan” lalu jawablah oleh saudara atau kawannya “Semoga Allah mengasihimu” jawab lagi “Semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki keadaaanmu” - sampai jawaban seperti ini para tokoh ulama memberlakukan, ulama Kaufiyun memberlakukan sampai dibalas lagi “Semoga Allah mengampuni kita dan kalian semua”

Mereka berdalil, bahwa hadits ini dikeluarkan Ath-Thabraniy dari Ibnu Mas’ud dan dikeluarkan Al-Bukhori di Adab Mufrad. Dikatakan, dipilih antara dua lafadz. Dikatakan, keduanya dipadukan sampai wajib menjawab bersin bagi orang telah disebutkan. Ad-Dohiriyah dan Ibnu ‘Arobiy menyatakan bahwa menjawab bersin itu wajib bagi tiap yang mendengar.

Ini berdasar dalil, hadits yang dikeluarkan Al-Bukhori dari Abu Hurairoh - Jika diantara kalian bersin dan memuji Allah maka ia berhak dijawab oleh setiap muslim yang mendengar dengan do’a “Semoga Allah mengasihimu” - Sama dengan madhab Abu Daud pemilik sunan, beliau mengeluarkan dari Ibnu Abdul Bar dengan sanad baik, saat dalam kapal ia mendengar seorang bersin di tepi, ia meminjam satu dirham pada orang didekatnya untuk menjumpai seorang bersin, ketika sampai, ia menjawab bersinnya, lalu ia kembali. Ia ditanya akan hal itu. Ia jawab, moga dia dikabulkan do’a. Ketika semua penumpang kapal istirahat, mereka mndengar suara “Wahai penumpang kapal sesungguhnya Abu daud telah membeli sorga dari Allah dengan uang satu dirham”. Ditangguhkan, bahwa maksud mencari do’a sebagaimana diungkap, bukanlah dipandang wajib.

Imam An-Nawawi berkata “Disunnahkan bagi seorang yang menyaksikan orang bersin yang tidak memuji Allah, agar mengingatkan dan menjawabnya, ini termasuk nasihat dan amar ma’ruf”. Diantara adab seorang bersin adalah sebagaimana riwayat Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari hadits Abu Hurairoh, marfu’ – Jika diantara kalianbersin maka tutuplah muka dengan kedua telapak tangan dan pelankan suaranya – Hendaknya menambah kata Robbil’alamin setelah baca hamdallah, ini berdasar riwayat Ath-Thabrani dari hadits Ibnu Abbas – Jika kalian bersin dan membaca Alhamdulillah, maka malaikat berkata Robbil’alamin, jika kalian menambah dengan Robbil’alamin maka malaikat membaca Rohima-kumullah) – hadits dlo’if. Diberlakukan, agar menjawab bersin tiga kali jika bersinnya berulang, tidak lebih dari tiga, karena berdasarkan hadits Abu Daud dari Abu Hurairoh, marfu’ – Jika diantara kalian bersin maka jawablah oleh kawan kalian, jika lebih dari tiga kali maka ia sedang pilek, jangan menjawab bersin lebih dari tiga -.
 
Ibnu Abi Jamroh berkata, dalam hadits ini terdapat dalil atas kebesaran nikmat Allah pada seorang bersin, demikian dikutif karena dari uraian kebaikannya. 

Didalamnya terdapat siyarat akan kebesaran karunia Allah pada hamba-Nya, karena sesungguhnya bahaya itu dapat hilang karena bersin yang nikmat. Kemudian diberlakukan membaca hamdallah yang memiliki nilai pahala, ketika saling mendo’akan baik antara seroang bersin dan yang menjawabnya. Ketika karena bersin seroang bersin mendapat nikmat dan manfaat yaitu keluar lendir kotor di kepalanya, yang jika masih tidak keluar akan menimbulkan penyakit-penyakit, maka diberlakukanlah membaca hamdallah atas nikmat ini, aggota badan tetap sehat normal setelah gerakan bersin, yang gerakan ini laksana gempa dalam bumi. Faham hadits ialah tidak menjawab bersin seorang non muslim, sebagaimana anda ketahui.

Abu Daud, Thurmudi dan yang lain mengeluarkan hadits dengan sanad yang sohih dari Abu Musa, beliau berkata – Kaum Yahudi bersin di hadapan Rasulu Saw mereka berharap dijawab oleh Rasulullah “Semoga Allah mengasihi kalian” namun Rasulullah hanya menjawab “Semoga Allah memberi petunjuk pada kalian dan memperbaiki keadaan kalian” - ini adalah dalil bahwa dapat dikatakan berdo’a demikian jika mereka memuji Allah. 

Kelima, kata “Jika ia sakit maka jenguklah” ini dalil atas wajibnya seorang muslim menjenguk muslim yang lain. Al-Bukhori memastikan menjenguk sakit itu wajib. Dikatakan, menjenguk itu ditangguhkan fardu kifayah. Tokoh Ulama menyatakan, menjenguk itu sunnah. Imam An-Nawawi mengutif sepakat, bahwa menjenguk itu tidak wajib.

Penyusun berkata, yakni sesuai lahiriyah hadits, jika seorang muslim berhak dijenguk muslim lain, maka dianggap sama antara musliam yang dikenal ataupun tidak, dianggap sama antara muslim yang dekat ataupun jauh, ini bersifat umum yaitu setiap sakit, ada pengecualian seperti sakit mata, akan tetapi Abu Daud mengeluarkan hadits dari Zaid bin Arqom, - Rasulullah menjengkku karena aku sakit mata -, ini disohihkan oleh Al-Hakim.

Al-Bukhori mengeluarkan hadits dalam Adab Mufrad, pernyataan jelasnya meskipun awal terjadi sakit, tetapi Ibnu Majah mengeluarkan hadits dari Anas - Nabi Saw tidak menjenguk seroang sakit kecuali setelah terjadi sakit berulang tiga kali – Dalam hadits ini terdapat riwayat dan faham yang tertinggal, sebagaiman anda ketahui, ini dalil bahwa seorang non muslim tidak harus dijenguk, tetapi ditetapkan - Bahwa Nabi Saw menjenguk pembantu beliau non muslim yang sedang sakit, bahkan ia masuk Islam karena keberkahan dijenguk oleh Nabi Saw – Nabi juga menjenguk paman beliau Abu Thalib ketika sakit wafat dan mengajarkan kalimat Islam kepadanya. 

Keenam, kata “Jika ia meninggal maka antarkanlah jenazahnya (ke kubur)” ini dalil akan wajib mengurus jenazah yang muslim, baik kenal atau tidak.

Allah Mengetahui segalanya.  
Kitab Subulus-Salam Al-Imam Muhammad bin Ismail Al-Yamaniy Ash-Shon’aniy

Diterjemahkan Oleh :
Ahmad Daerobiy

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN
Kami ingin Bangun Pesantren di wilayah Cibinong Bogor Jawa Barat atau sekitarnya, Namun belum punya Tanah Lokasi, Sementara ini Majelis menggunakan tempat masih bersifat pinjaman, Tabungan ini di mulai hari Jum'at 30 Sept 2016, kami Jama'ah Majelis Arbabul Hija, Menabung sampai hari ini Sabtu 15 April 2017 baru terkumpul 5,2 Juta (Lima Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) BANTU KAMI YA..!! Cibinong, April 2017 - Ttd Ahmad Daerobiy HP.0813.1020.9384

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)