Monday, March 17, 2014

TANDA PEREMPUAN YANG BAIK

بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
عَنِ الصَّادِقِ رَضِى اللهُ عَنْهُ قَالَ النِّسَاءُ أَرْبَعَةٌ فَمِنْهُنَّ رَبِيْعُ مُرَبَّعٍ وَمِنْهُنَّ جَامِعٌ مُجَمَّعٍ وَمِنْهُنَّ كَرْبُ مُقْمَعٍ وَمِنْهُنَّ غِلُّ قُلَّ فَأَمَّا الرَّبِيْعُ المُرَيَّعِ فَالَّتِىْ فِى حِجْرِهَا وَلَدٌ وَفِى بَطْنِهَا آخَرٌ وَالجَامِعُ المُجَمَّعِ فَالكَثِيْرَةُ الخَيْرِ المُحْصَنَةِ وَالكَرْبُ المُقْمَعِ السَّيْئَةُ الخُلُقِ مَعَ زَوْجِهَا وَالغِلُّ القُمَلِ هِىَ الَّتِى عِنْدَ زَوْجِهَا كَالغَلِّ المُقْمَلِ وَهُوَ غِلٌّ مِنْ جِلْدٍ يَقَعُ فِيْهِ القُمَلُ فَيَأَكُلَهُ وَلاَيَتَمَكَّنُ أَنْ يَحِلَّ مِنْهُ شَيْئًا وَهُوَ مَثَلٌ لِلْعَرَبِ

Dari Abu Bakar  Siddiq ra Beliau berkata, perempuan ada empat macam diantaranya ; Robi’u-Muraobba’, Jami’-Mujamma’, Karbu-Muqma’ dan Gillu-Qulla. Adapun yang pertama adalah perempuan yang menggendong anak dan perutnya sedang hamil lagi. Kedua adalah perempuan yang banyak kebaikan dan kehormatannya terjaga. Ketiga adalah perempuan yang berakhlak buruk pada suaminya. Keempat adalah perempuan yang di sisi suaminya laksana hama atau kutu di kepala, artinya kutu yang berada di atas kepala lalu memakan kulit kepala dan sedikitpun kutu itu tidak meminta halal atas apa yang ia makan, bahkan prilakunya senantiasa menyakitkan, demikian itu perumpamaan orang-orang Arab.

وَهُنَّ ثَلاَثٌ فَامْرَأَةٌ وَلُوْدٌ وَدُوْدٌ تُعِيْنُ زَوْجَهَا دَهْرَهُ وَتُسَاعِدَهُ عَلَى دُنْيَاهُ وَآخِرَتِهُ وَلاَ تُعِيْنُ الدَّهْرَ عَلَيْهِ وَامْرَأَةٌ عَقِيْمٌ لاَذَاتَ جِمَالٍ وَلاَ خُلُقٍ وَلاَ تُعِيْنُ زَوْجَهَا عَلَى خَيْرٍ وَامْرَأَةٌ صُخَابَةٌ وَلاَجَةٌ خَرَّاجَةٌ تَسْتَقِلُّ الكَثِيْرَ وَلاَ تَقْبَلُ اليَسِيْرَ

Dan perempuan itu terbagi tiga, yaitu :
1.  Perempuan sering melahirkan, menyayangi, menolong suami sepanjang masa, menolong suami dunia dan akkhirat dan tidak berambisi mengikuti trend zaman hingga menyulitkan suaminya.
2.  Perempuan mandul, kurang menarik, tidak berakhlak baik dan tidak menolong suaminya dalam hal kebaikan.
3.  Perempuan yang keras kepala, pembantah, sering keluar rumah (ngelayap), menimbun harta untuk keperluan pribadinya dan tidak terima dikasih uang belanja sedikit.

وَقَالَ عَلِى رَضِىَ اللهُ عَنْهُ تَزَوَّجْ عَيْنَاءً سَمْرَاءً عَجْزَاءً مَرْبُوْعَةً فَاِنَّ كَرَهْتَهَا فَعَلَى الصَّدَاقِ , وَقَالَ بَعْضُهُمْ عُقُوْلُ النِّسَاءِ فِى جِمَالِهِنَّ وَجِمَالُ الرِّجَالِ فِى عُقُوْلِهِمْ , وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَ امْرَأَةً بَعَثَ اِلَيْهَا مَنْ يَنْظُرُ اِلَيْهَا وَقَالَ شَمِّ لَيْتَهَا فَاِنْ طَابَ لَيْتُهَا طَابَ عُرْفُهَا وَإِنْ دَرَمَ كَعْبُهَا عَظَمُ كَبْعَثُهَا . اَلَّيْتُ صَفْحَةُ العُنُقِ وَالعُرْفُ الرِّيْحُ الطَّيِّبَةِ وَدَرْمُ كَعْبِهَا أَىْ كَثُرَ لَحْمُ كَعْبِهَا

Baginda Ali ra. Berkata, nikahilah perempuan yang pandangannya menyejukan, kulitnya sawo matang dan bokongnya pantatnya persegi, ketika kamu tidak menemukan semua itu maka cari perempuan yang mas kawinnya ringan. Sebagian ulama berkata, Akalnya perempuan terdapat pada kecantikannya dan ketampanan lelaki terdapat pada akalnya. Rasulullah SAW apabila hendak menikahi perempuan, maka beliau mengutus orang yang melihat calon isterinya dan berkata, ciumlah lipatan pundaknya maka apabila wangi maka badanya pun wangi dan apabila tumitnya montok maka montok pula bokongnya. Laet adalah lipatan pada pundak, ‘urfu adalah wangi yang harum dan montok tumit maksudnya yaitu banyak daging tumitnya.

وَقَالَ عَلِى بِنْ الحُسَيْن رَضِىَ اللهُ عَنْهُ خَمْسُ خِصَالٍ مَنْ فَقِدَ مِنْهُنَّ وَاحِدَةً لَمْ يَزَلْ نَاقِصُ العَيْشِ زَائِلَ العَقْلِ مَشْغُلَ القَلْبِ فَأَوَّلُهُنَّ صِحَّةُ البَدَنِ وَالثَّالِثَةُ السِّعَةُ فِى الرِّزْقِ وَالدَّارِ وَالرَّابِعَةُ الأَنِيْسُ المُوَافِقُ فَقِيْلَ لَهُ وَمَاالأَنِيْسُ المُوَافِقُ قَالَ الزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ وَالوَلَدُ الصًّالِحُ وَالخَلِيْطُ الصَّالِحُ وَالخَامِسَةُ وَهِىَ تَجْمَعُ هَذِهِ الخِصَالُ الدَّعَةُ

Baginda Ali bin Husen ra Berkata, Lima perkara barangsiapa tidak ada satu perkarapun padanya maka tak henti-hentinya ia mengalami kekurangan dalam kehidupan, dapat menghilangkan kecerdasan akal dan dapat meresahkan hati, lima perkara tersebut yaitu ; (1) Sehat badan, (2) Rezeki yang lapang, (3) Rumah yang luas, (4) Kawan yang menyenangkan. Baginda Ali di Tanya, “Siapa kawan yang menyenangkan itu ?” Beliau menjawab, “Yaitu isteri yang soleh, anak yang soleh dan sahabat yang soleh. dan (5) Mendapatkan semua yang telah disebutkan di atas.

وَقَالَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ خَيْرُ نِسَائِكُمُ الطَّيِّبَةُ الرِّيْحِ الطَّيِّبَةُ الطَّعَامِ الَّتِىْ إِنْ أَنْفَقَتْ أَنْفَقَتْ بِمَعْرُوْفٍ وَإِنْ أَمْسَكَتْ أَمْسَكَتْ بِمَعْرُوْفٍ فَتِلْكَ مِنْ عُمَالِ اللهِ وَعَامِلُ اللهِ لاَ يُخَيِّبُ وَعَنْ بَعْضِ الصَّالِحِيْنَ قَالَ خَيْرُ نِسَائِكُمُ الَّتِى إِنْ غَضَبَتْ أَوْ أُغْضِبَتْ قَالَتْ لِزَوْجِهَا يَدِىْ فِى يَدِكَ لاَ أَكْتَهِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى عَنِّى

Baginda Ali bin Husen ra. berkata lagi ra, Sebaik-baiknya perempuan kalian adalah yang wangi tubuhnya baik serta baik pula dalam makannya, juga perempuan yang apabila menggunakan uang belanja maka ia membelanjakannya pada yang paling baik menurut agama Islam, apabila ia tidak menggunakan uang belanja maka ia simpan uang itu dengan dengan baik pula, itulah salah satu perempuan sebagai pekerja Allah dan karena para pekerja Allah tidak akan pernah menipu. Dari sebagian orang-orang soleh, mereka berkata ; Sebaik-baiknya perempuan kalian yaitu perempuan yang apabila ia marah atau ia memarahi, maka ia akan berkata pada suaminya, “Kedua tanganku ada dalam kekuasaanmu aku tidak mampu mecelaki mataku sampai mata terpejam, kecuali kamu merestui aku”

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ِلأَصْحَابِهِ اَلاَأَخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ نِسَائِكُمُ قَالُوْا بَلَى فَقَالَ إِنْ خَيْرَ نِسَائِكُمُ الوَلُوْدُ الوَدُوْدُ السَّتِيْرَةُ وَالعَفِيْفَةُ العَزِيْزَةُ فِى فَعْلِهَا الذَّلِيْلَهُ مَعَ بَعْلِهَا المُتَبَرِّجَةُ مَعَ زَوْجِهَا الحِصَانُ عَنْ غَيْرِهِ الَّتِى تَسْمَعُ قَوْلَهُ وَتُطِيْعُ أَمْرَهُ وَاِذَاخَلاَبِهَا بَذَلَتْ لَهُ مَاأَرَادَ مِنْهَا وَلَمْ تَتَبَذِّلَ لَهُ تَبَذَّلَ الرَّجُلِ

Rasulullah Saw berkata pada sahabat ; Apakah saya tidak mengabarkan kepada kalian tentang perempuan kalian yang paling baik?, Jawab sahabat betul, dan tolong beri tahukan kami!. Rasul SAW melanjutkan ; Sesungguhnya sebaik-baiknya perempuan kalian ialah perempuan yang sering melahirkan, tetap menyayangi keluarga, selalu menutup aurat, tetap menjaga kehormatan, senantiasa merendah di hadapan suami, selalu berhias di hadapan suami, selalu menjaga diri dari pandangan bukan muhrim , apabila mendengar ucapan suaminya ia mendengar dan patuh, apabila suami sedang tidak punya apa-apa maka ia menyerahkan miliknya untuk di pergunakan suami serta tidak menyerahkan sesuatu kepada suami dengan ekpresi menyerahkan yang menuntut untuk dikembalikan.

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ مَااسْتَفَادَ امْرُؤٌ فَائِدَةً بَعْدَ الاِسْلاَمِ أَفْضَلُ مِنْ زَوْجِةٍ مُسْلِمَةٍ تُسِرُّهُ إِذَا نُظِرَ اِلَيْهَا وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَهَا وَتُحْفِظَهُ إِذَاغَابَ عَنْهَا فِى نَفْسِهَا وَمَالِهِ

Nabi bersabda SAW ; Tidaklah seseorang medapatkan manfaat yang paling baik setelah memeluk agama Islam kecuali memiliki isteri yang solehah, yaitu yang membahagiakan suaminya apabila di pandang, yang ta’at apabila di perintah, yang menjaga kehormatan diri dan kehormatan suami apabila suaminya tidak ada di rumah.

وَجَاءَ رَجُلٌ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ لِى زَوْجَةٌ إِذَا دَخَلْتُ تَلَقَتْنِى وَإِذَا خَرَجْتُ شَيَعَتْنِى وَإِذَا رَأَتْنِى مَهْمُوْمًا قَالَتْ مَايُهِمُّكَ إِنْ كُنْتَ تَهْتَمُّ لِرِزْقِكَ فَقَدْ تَكَفَّلَ بِهِ غَيْرُكَ وَإِنْ كُنْتَ تَهْتَمُّ بِأَمْرِ آخِرَتِكَ فَزَادَك اللهُ هَمَّا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِّرْهَا بِالجَنَّةِ وَقُلْ لَهَا إِنَكِ عَامِلَةٌ مِنْ عُمَالِ اللهِ وَلَكِ فِى كُلِّ يَوْمٍ أَجْرُسَبْعِيْنَ شَهِيْدًا

Ada seorang lelaki mendatangi Rasullullah SAW, lalu ia berkata ; Ya Rasulullah aku punya isteri yang apabila aku masuk rumah ia menyambut merangkuli aku, apabila aku pergi ia mengantarnya, apabila ia melihatku resah, ia berkata, bang apa yang abang resahkan? apabila abang resah tentang rezeki, sesungguhnya yang menanggung rezeki itu adalah Allah Yang maha kuasa, jangan resah ya bang..!!, Namun apabila abang resah soal urusan akherat, saya do’akan “Semoga Allah menambah keresahan abang”. Rasulullah menjawab, berikan khabar baik isterimu itu dengan balasan sorga, dan katakan padanya sesungguhnya kamu adalah salah satu pekerja Allah dan bagimu setiap hari mendapat pahala 70 orang yang meninggal syahid.

وَفِى رِوَايَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَ ِللهِ عَزَّ وَجَلَّ عُمَالاً وَهَذِهِ مِنْ عُمَالِهِ لَهَا نِصْفُ أَجْرُ شَهِيْدٍ وَعَنِ الصَّادِقِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ الخَيْرَاتُ الحَسَانُ مِنْ نِسَاءِ أَهْلِ الدُّنْيَا هُنَّ أَجْمَلُ مِنْ الحُوْرِ العَيْنِ

Dalam satu riwayat Rasulullah SAW ; Sesungguhnya Allah Yang maha Agung memiliki para pekerja, perempuan solehah ialah salah satu pekerja-Nya. Seorang perempuan solehah ialah akan mendapat balasan pahala separuh pahala orang yang meninggal syahid. Dari Abu Bakar Siddiq ra Beliau berkata ; “Perempuan baik yang solehah dari perempuan-perempuan dunia pada hakikatnya iaalah lebih cantik dari pesona bidadari sorga.

Allah Mengetahui Segalanya.
Pustaka : Makarimul Akhlaq Syekh Rodiuddin At-Tabrisyi


Saturday, February 8, 2014

BATASAN I'TIDAL DALAM SHALAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
إِذَا قُمْتَ إِلىَ الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ اجْلِسْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فىِ صَلاَتِكَ كُلِّهَا

Apabila kamu berdiri untuk shalat bertakbirlah kemudian baca Qur’an yang mudah bagi kamu, Kemudian ruku’lah dengan Thumaninah, Kemudian bangun sampai berdiri tegak, Kemudian sujud dengan Thumaninah, Kemudian duduk dengan thumaninah, Kemudian lakukan semua itu di semua shalat kamu. (HR. Ibnu Hiban)

وَالإِعْتِدَالُ وَالطُّمَأْنِيْنَةُ فِيْهِ ؛ الإِعْتِدَالُ رُكْنٌ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْمُسِيْءِ صَلاَتَهُ "ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا" وَأَمَّا وُجُوْبُ الطُّمَأْنِيْنَةِ فَلِحَدِيْثٍ صَحِيْحٍ رَوَاهُ الإِمَامُ أَحْمَدَ وَابْنُ حِبَّانِ فىِ صَحِيْحِهِ وَقِيَاسًا عَلَى الجُلُوْسِ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ

I’tidal dan Thumaninah dalam I’tidal ; Ialah salah satu rukun Shalat, berdasarkan sabda Nabi SAW kepada seseorang yang saat itu melakukan shalat dengan buruk “Kemudian bangun sampai berdiri tegak” (bacalah haditsnya..!) Adapun Kewajiban Thumaninah dalam I’tidal adalah berdasarkan hadits sohih yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad dan Al-Imam Ibnu Hiban dalam sohih haditsnya, juga berdasarkan qiyas atau mengukurkan I’tidal dengan duduk diantara dua sujud, sama-sama termasuk rukun pendek.

ثُمَّ الإِعْتِدَالُ الوَاجِبُ أَنْ يَعُوْدَ بَعْدَ رُكُوْعِهِ إِلىَ الهَيْئَةِ الَّتِىْ كَانَ عَلَيْهَا قَبْلَ الرُّكُوْعِ سَوَاءٌ صَلاَّهَا قَائِمًا أَوْ قَاعِدًا وَلَوْ رَفَعَ الرَّاكِعُ رَأْسَهُ ثُمَّ سَجَدَ وَشَكَّ هَلْ أَتَمَّ اعْتِدَالُهُ وَجَبَ أَنْ يَعْتَدِلَ قَائِمًا وَيُعِيْدُ السُّجُوْدَ وَيَجِبُ أَنْ لاَ يَقْصِدَ بِرَفْعِهِ غَيْرَ الإِعْتِدَالِ فَلَوْ رَأَى فىِ رُكُوْعِهِ حَيَّةً فَرَفَعَ فَزْعًا مِنْهَا لَمْ يُعْتَدُّ بِهِ

Kemudian I’tidal yang diwajibkan dalah pelaksanaan shalat ialah kembali setelah ruku’ pada keadaan semula sebelum ruku’ baik shalat dalam keadaan berdiri ataupun shalat dalam keadaan duduk. Apabila seorang ruku’ mengangkatkan kepalanya kemudian ia melakukan sujud, namun ragu apakah ia melakukan I’tidal dengan sempurna atau tidak, maka ia wajib melakukan I’tidal dengan tegak serta mengulang kembali sujudnya. Juga diwajibkan, jangan bermaksud bangkit selain untuk I’tidal, artinya apabila seseorang melihat ular di saat melakukan ruku’ kemudian ia kaget dan spontan bangun dari ruku’ maka bangun dari ruku’ seperti itu tidak diperhitungkan sebagai bangun untuk I’tidal.

وَيَجِبُ أَنْ لاَ يُطَوِّلَ الإِعْتِدَالَ فَإِنْ طَوَّلَهُ عَمْدًا فَفِى بُطْلاَنِ صَلاَتِهِ ثَلاَثَةُ أَوْجُهٍ أَصَحُّهَا عِنْدَ إِمَامِ الحَرَمَيْنِ وَقَطَعَ بِهَ البَغَوِى تَبْطُلُ إِلاَّ مَا وَرَدَ الشَّرْعُ بِتَطْوِيْلِهِ فىِ القُنُوْتِ أَوْ صَلاَةِ التَّسْبِيْحِ , وَالثَّانىِ لاَ تَبْطُلُ مُطْلَقًا , وَالثَّالِثُ إِنْ طَوَّلَ بِذِكْرٍ آَخَرٍ لاَ بِقَصْدِ القُنُوْتِ لَمْ تَبْطُلُ وَهَذَا مَا اخْتَارَهُ النَّوَوِى وَقاَلَ إِنَّهُ الأَرْجَحُ

Dan wajib untuk tidak memperlama melakukan I’tidal, karena apabila memperlama I’tidal dengan sengaja hukum batal shalatnya ada tiga sisi, dan yang paling sohih dan benar mnurut Imam Harmaen dan diputuskan oleh Imam Al-Bagowi adalah batal shalat. Terkecuali pada sesuatu yang agama menetapkannya untuk melakukan I’tidal lama, seperti pada saat melakukan qunut atau pelaksanaan shalat tasbih. Kedua, secara mutlak tidak membatalkan shalat. Ketiga, apabila memperlama I’tidal dengan bacaan dzikir lain dan bukan berkmaksud untuk qunut maka itu tidak membatalkan shalat, hal ini pendapat pilihan Al-Imam Nawawi, karena beliau menyatakan inilah pendapat yang paling unggul.

وَقاَلَ فىِ شَرْحِ المُهَذَّبِ إِنَّهُ الأَقْوَى إِلاَّ أَنَّهُ صَحَّحَ فىِ أَصْلِ المَنْهَاجِ أَنَّ تَطْوِيْلَهُ مُبْطِلٌ فىِ الأَصَحِّ فَعَلَى مَا صَحَّحَهُ فىِ المَنْهَاجِ حَدُّ التَّطْوِيْلٍ أَنْ يُلْحِقَ الإِعْتِدَالُ بِالقِيَامِ فىِ القِرَاءَةِ نَقَلَهُ الخَوْارْزَمِى عَنِ الأَصْحَابِ وَيُلْحَقُ الجُلُوْسُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ بِالتَّشَهُّدِ إِذَا قُلْنَا إِنَّهُ قَصِيْرٌ , وَاللهُ أَعْلَمَ

Al-Imam Nawawi berkata dalam kitab Syarah Al-Muhadzab, pendapat tersebut ialah lebih kuat. Akan tetapi beliau membenarkan dalam redaksi Asalkitab Al-Manhaj bahwa memperlama I’tidal membatalkan shalat adalah pendapat paling sohih, namun pendapat sohih dalam Ktab Al-Manhaj ini menyertakan batasan I’tidal lama dengan mempersamakan I’tidal dengan berdiri untuk membaca surat, demikian kutifan Ayekh Al-Khorzmi dari para Ashab (Para Ulama madhab Imam Syafe’i). Juga duduk diantara dua sujud adalah dipersamakan dengan tasyahud apabila kami katakan bahwa itu termasuk rukun pendek.

Allah Mengetahui Segalanya.
Pustaka :
-     Sohih Ibnu Hiban Al-Imam Muhammad bin Hiban
-     Kifayatul-Akhyar Fiqih Imam Syafe’i, Al-Imam Taqiuddin Abu Bakar Al-Hisni


Monday, February 3, 2014

ENAM POSISI JARI-JARI TANGAN SAAT SHALAT


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
ثُمَّ لِلأَصَابِعِ سِتُّ حَالاَتٍ ؛ إِحْدَاهَا حَالَةَ الرَّفْعِ فىِ تَحَرُّمٍ وَرُكُوْعٍ وَاعْتِدَالٍ وَقِيَامٍ مِنْ تَشَهُّدٍ أَوَّلٍ أَوْ مِنْ جَلْسَةِ إِسْتِرَاحَةٍ فَيُنْدَبُ تَفْرِيْقُهَا , ثَانِيَّتُهَا حَالَةَ قِيَامٍ مِنْ غَيْرِ تَشَهُّدٍ أَوَّلٍ وَمِنْ غَيْرِ جَلْسَةِ إِسْتِرَاحَةٍ فَلاَ تُفْرَقُ , ثَالِثَتُهَا حَالَةَ رُكُوْعٍ فَيُنْدَبُ تَفْرِيْقُهَا عَلَى الرُّكْبَتَيْنِ , رَابِعَتُهَا حَالَةَ سُجُوْدٍ فَتُضَمُّ وَتُوَجِّهُ لِلْقِبْلَةِ , خَامِسَتُهَا حَالَةَ جُلُوْسٍ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ فَالأَصَحُّ أَنَّهُ كَالسُّجُوْدِ , سَادِسَتُهَا حَالَةَ الجُلُوْسِ لِلتَّشَهُّدِ فَاليَمِيْنُ مَقْبُوْضَةُ الأَصَابِعِ إِلاَّ
المُسْبِحَةُ وَاليُسْرَى مَبْسُوْطَةٌ وَالأَصَحُّ فِيْهَا الضَّمُّ 

Pustaka : Nihayatuz-Zen Syekh Nawawi, hal 58

By Kang Dae

Wednesday, January 15, 2014

MOHON INFAQ UNTUK MAJELIS ARBABUL HIJA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assaluma'alikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Sholawat dan Salam semoga terlimpah kepada baginda Muhammad SAW, juga keluarga serta para sahabat semuanya amien.

MAJELIS : Bahasa Arab, artinya tempat, Penggunaan nama MAJELIS ini karena terinpirasi dari nama-nama pengajian, seperti nama Majelis Rasulullah, Majelis Taklim, juga nama-nama majelis lainnya, dengan harapan majelis ini pun semoga bisa menjadi majelis yang bisa melayani dakwah dengan baik, seperti majelis-majelis pengajian yang sudah sukses lebih dulu...

DZIKIR : Bahasa Arab, artinya ingat dan yang dimaksudkan ialah ingat Allah. Penggunaan nama DZIKIR ini terinspirasi dari nama majelis dzikir, seperti nurul-musthofa dan majelis dzikir lainnya. Karena setiap kegiatan yang ada di majelis ini ingin bernilai amal ibadah, ketika semua jenis kegiatan di majelis ini bernilai amal ibadah maka itulah yang di sebut dzikir, ingat selalu kepada Allah sebagai harapan besar majelis ini.

ARBABUL HIJA: Bahasa Arab, artinya orang berakal cerdas. Penggunaan nama ARBABUL HIJA ini terinspirasi dari sebuah nama kitab ilmu mantiq, yaitu Sulam Al-Munawaroq Syekh Ad-Damanhuri, saat itu saya menyusun sendiri terjemahnya. Dengan harapan ketika majelis ini di buka dan bisa melayani, semoga semua orang yang ikut bergabung, kecerdasannya akan bisa semakin bertambah. Berakal cerdas ialah bisa berpikir yang membuahkan kesimpulan yang benar, sesuai fakta dan dalil ilmiyah. Sehingga bisa membongkar hal-hal yang tersembunyi, berubah menjadi hal-hal yang jelas dan nyata, sehingga kita tidak ragu lagi dalam memberikan sikap.

MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA Insya Allah melayani Konsultasi Hukum Islam, Kajian Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, Ilmu Mantiq, Ilmu Wadlo', Ilmu Bilaghah (Ma'ani, Bayan & Bade'), Ilmu 'Urud Qowafi, Ilmu Bahsi Wal Munadloroh, Ilmu Tauhlid, Ilmu Fiqih, Ilmu Usul Fiqih, Ilmu Tasawuf, Ilmu Tafsir Qur'an, Ilmu Asbabun-Nuzul Ayat, Ilmu Hadits (riwyaat & diroyat), Ilmu Mustholah Hadits, Ilmu Tajwid, Ilmu Qiro'at 'Asyroh, Ilmu Hikmah, Ilmu Palak, dan lain yang lainnya.

Alamat MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA (Google Maps) :
Jl. Raya Jakarta-Bogor km 45, Kelurahan Cibinong Rt. 04/11 Kecamatan Cibinong, Gang Jembatan Barokah, Jawa Barat – Indonesa

Apabila saudara gemar berinfaq ke MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA bisa melalui :
1. BCA Rek. 869.063.4946 a/n Ahmad Daeroby
2. MANDIRI Rek. 132.00.1169.6771 a/n Habibah
3. BRI Rek. 4089.01.000.286.503 a/n Habibah

Pelayan & Penanggung Jawab
MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA
Ahmad Daerobiy (Kang Dae)
Mobile +62.857.1461.9749 & +62.896.0997.0258

Berikut photo-photo Pengajian di MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA














AKIBAT DOSA SATU KATA


SANG TERKASIH


KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)