Saturday, September 5, 2015
Wednesday, August 12, 2015
Tuesday, August 11, 2015
Saturday, August 8, 2015
SUNNAH-SUNNAH MEMELIHARA BADAN
بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
عَشْرٌ مِنَ الفِطْرَةِ ؛ قَصُّ الشَّارِبِ وَإعْفَاءُ اللِّحْيَةِ
وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ المَاءِ
وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ البَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإبِطِ وَحَلْقُ
العَانَةِ وَانْتِقَاصُ المَاءِ
قاَلَ الرَّاوِى : وَنَسِيْتُ العَاشِرَةَ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ
المَضْمَضَةَ
Sepuluh
macam termasuk bagian kebersihan ; Mencukur kumis, Membiarkan tumbuh Jenggot,
Bersiwak,
Istinsyaq Menghirup air ke hidung, Menggunting kuku, Mencuci persendian
jari-jari Tangan, Mencabut
bulu ketiak, Mencukur bulu kelamin, dan Istrinja membersihkan diri dari buang hajat. Perowi
menyebutkan : Aku lupa yang ke-10 tiada lain adalah Berkumur. (HR. Muslim)
(وَ)
يُسْتَحَبُ (أَنْ يُدَهِنَ غِباً) أَيْ وَقْتاً بَعْدَ وَقْتٍ، أَيْ عِنْدَ الحاَجَةِ
(وَ) أَنْ (يَكْتَحِلَ) وَأَنْ يَكُوْنَ بِالإِثْمَدِ وَ(وِتْراً) ثَلاَثَةٌ فيِ اليُمْنَى
وَثَلاَثَةٌ فيِ اليُسْرَىْ (وَ) أَنْ (يَقُصَّ الشَّارِبَ) حَتَّى تَبَيَّنَ حَمْرَةُ
الشَّفَةِ بَياَناً ظَاهِراً وَلاَ يَزِيْدُ عَلَى ذَلِكَ
Disunnahkan sesekali untuk memakai
minyak rambut, ketika memang diperlukan. Disunnahkan ikhtihal artinya memakai
celak mata dan hendaknya dengan itsmad (batu celak mata), dengan cara hitungan
ganjil yaitu mengusapkan mata kanan tiga kali dan mata kiri tiga kali. Disunnahkan
mencukur kumis sampai nampak jelas warna merah bibir, dan jangan lebih dari
itu. Lebih dari itu makruh karena menyalahi sunnah.
(وَ)
أَنْ (يُقَلِّمَ الظَّفْرَ) وَالأَفْضَلُ يَوْمَ الخَمِيْسِ أَوْ الإِثْنَيْنِ أَوْ
بُكْرَةَ الجُمْعَةِ , وَأَنْ يَبْدَأَ بِسَباَبَةِ اليُمْنَى فَالوُسْطَى فَالبِنْصِرِ
فَالخِنْصِرِ فَالإِبْهَامِ ، ثُمَّ بِخِنْصِرِ اليُسْرَى إِلىَ إِبْهَامِهَا ، وَفيِ
الرِّجْلَيْنِ مِنْ خِنْصِرِ اليُمْنَى إِلىَ خِنْصِرِ اليُسْرَى (وَ) أَنْ (يَنْتِفَ
الإِبْطَ) إِنْ قَدَرَ، وَإِلاَّ فَلْيُحْلِقَهُ , وَيَحْصُلُ أَصْلُ السُّنَّةِ بِحَلْقِهِ
وَإِنْ قَدَرَ عَلَى نَتْفِهِ
Disunnahkan menggunting kuku, paling
utama pada hari kamis, senin atau jum’at pagi. Caranya mulai menggunting kuku
telunjuk tangan kanan, jari tengah, jari manis, kelingking dan terakhir jempol
tangan kanan. Kemudian kelingking tangan kiri, jari manis, jari tengah,
telunjuk dan terkahir jempol tangan kiri. Sementara menggunting kuku kedua
kaki, mulai dari kelingking kaki kanan terus lurus sampai kelingking kaki kiri.
Disunnahkan mencabut bulu ketiak, itupun apabila mungkin bisa. Namun apabila
tidak bisa maka sunnah mencukurnya. Nilai asal sunnah akan tetap didapatkan
dengan mencukur sekalipun bisa mencabutnya.
(وَ)
أَنْ (يُزِيْلَ شَعْرَ العَانَةِ) وَالأَفْضَلُ لِلذَّكَرِ حَلْقُهُ وَلِغَيْرِهِ نَتْفُهُ
, وَيُكْرَهُ تَأْخِيْرُ الدَّهَنِ وَمَا بَعْدَهُ إِلىَ هُناَ عَنْ وَقْتِ الحَاجَةِ
، وَعَنْ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً أَشَدُّ كَرَاهَةً , وَأَنْ يَفْرُقَ شَعْرَ رَأْسِهِ
، وَيُرْجِلَهُ (وَيَسْرَحُ اللِّحْيَةَ , وَيَخْضُبُ الشَّيْبَ بِحَمْرَةٍ أَوْ صَفْرَةٍ)
لِلاِتِّباَعِ ، وَيَحْرُمُ بِالسِّوَادِ وَلَوْ ِلاِمْرَأَةٍ ، عَلَى خِلاَفٍ فِيْهَا
Disunnahkan menghilangkan bulu
kelamin, bagi kaum lelaki paling utama di cukur, selain lelaki paling utama di
cabut. Dimakruhkan menunda meminyaki rambut, menunda memakai celak mata, menunda
cukur kumis, menunda gunting kuku, menunda cabut bulu ketiak dan menunda
menghilangkan bulu kelamin, sampai melewati batasa waktu diperlukan. Menunda
sampi lebih dari 40 hari adalah makruh sangat (sangat dibenci Allah).
Disunnahkan menyisir rapi rambut kepala, mengurai ke arah belakang. Disunnahkan
menyisir rapi jenggot. Disunnahkan khodlab mewarnai uban dengan warna merah
atau kuning, karena mengikuti jejak Nabi SAW. Diharamkan mewarnai uban dengan
warna hitam, sekalipun bagi perempuan, manakala ada perbedaan pendapat.
(وَ)
أَنْ تَخْضُبَ (المُزَوِّجَةُ يَدَيْهَا وَرِجْلَيْهَا بِالحَناَءِ) إِنْ كاَنَ حَلِيْلُهاَ
يُحِبُّهُ ، وَأَنْ تَبْدَأَ فيِ كُلِّ ذَلِكَ بِاليُمْنَى، أَمَّا غَيْرُهَا فَلاَ
يُسَنُّ لَهَا ذَلِكَ ، بَلْ يَحْرُمُ عَلَيْهَا الخَضَبُ بِسِوَادٍ ، وَتَطْرِيْفُ
الأَصَابِعِ , وَتَحْمِيْرُ الوَجْنَةِ وَالنَّقْشِ إِنْ كَانَتْ غَيْرَ مُفْتَرِشَةٍ
أَوْ لَمْ يَأْذَنْ لَهَا حَلِيْلُهَا ، وَكَذَا يَحْرُمُ عَلَيْهَا وَصْلُ شَعْرِهَا
بِنَجْسٍ أَوْ شَعْرِ آَدَمِيٍّ مُطْلَقاً ، وَبِطَاهِرٍ إِنْ لَمْ تَكُنْ فِرَاشاً
، أَوْ لَمْ يَأْذَنْ لَهَا ، وَالوَشَرُ وُهَوَ تَحْدِيْدُ أَطْرَافِ الأَسْناَنِ
وَتَفْرِيْقُهَا ، كَالوَصَلِ بَطَاهِرٍ غَيْرِ شَعْرِ آَدَمِيٍّ
Disunnahkan bagi perempuan yang
punya suami agar memperindah kedua tangan dan kedua kaki dengan hena (pacar
tangan) dengan melukisnya, itupun dengan syarat apabila suami menyukainya.
Caranya dimulai sebelah kanan, setiap kali melukis tangan dan kaki dengan hena.
Adapun selain dengan hena adalah tidak disunnahkan, bahkan hal tersebut diharamkan
dengan warna hitam, juga diharamkan menajamkan kuku, merona pipi agar nampak merah,
itupun apabila tidak bersifat menutupi seperti cat kayu, dan apabila tidak ada izin
suami. Demikian juga diharamkan menyambung rambut dengan rambut najis atau
dengan rambut manusia, baik dari yang hidup atau yang sudah mati. Juga
diharamkan menyambung rambut dengan rambut yang suci, itupun apabila tidak
bersifat menutupi dan atau tidak ada izin suami. Juga diharamkan meruncingkan
ujung gigi serta merenggangkannya, sama halnya dengan menyambungkan rambut
kepala dengan rambut suci selain rambut manusia.
(وَيُكْرَهُ
القَزْعُ) وَهُوَ حَلْقُ بَعْضِ الرَّأْسِ مِنْ مَوْضِعٍ وَاحِدٍ أَوْ مُتَفَرِّقٍ
, وَالكَرَاهَةُ فيِ الصَّغِيْرِ عَلَى وَلِيِّهِ وَلاَ بَأْسَ بِحَلْقِهِ لِمَنْ لَمْ
يَخِفَّ تَعَهُّدُهُ عَلَيْهِ وَلاَ يُسَنُّ إِلاَّ فيِ نُسُكٍ لِذَكَرٍ ، وَلِمَنْ
خَشِيَ مِنْ تَرْكِهِ مَشَقَةً وَفيِ المَوْلُوْدِ وَالكَافِرِ إِذَا أَسْلَمَ ، وَلاَ
بِتَرْكِهِ لِمَنْ يَخِفُّ تَعَهُدُهُ عَلَيْهِ
Dimakruhkan Qaza’ yaitu mencukur
sebagian kepala pada satu bagian atau terpisah. Makruh pada anak kecil ialah
kepada orang tua walinya. Tidaklah mengapa (boleh) mencukur rambut sebagian itu
khusus bagi orang yang dihadapkan pada akibat yang tidak ringan karenanya.
Mencukur seperti itu tidak disunnahkan melankan pada saat ibadah haji bagi kaum
lelaki, serta bagi orang yang khawatir mengalami beban susah apabila tidak
mencukurnya. Hukum mencukur sebagian rambut ini termasuk juga untuk anak-anak
dan non muslim yang masuk Islam. Namun tidak disunnahkan untuk tidak mencukur,
bagi orang yang dihadapkan pada akibat ringan karenanya.
(وَنَتْفُ
الشَّيْبِ) ِلأَنَّهُ نُوْرٌ، بَلْ قاَلَ فيَ المَجْمُوْعِ (وَلَوْ قِيْلَ بِتَحْرِيْمِهِ
لَمْ يَبْعُدْ) وَنَصَّ عَلَيْهِ فيِ الأُمْ (وَنَتْفُ اللِّحْيَةِ) إِيْثَارٌ لِلْمَرُوْدَةِ،
وَتَبْيَضُهَا بِالكِبْرِيْتْ اِسْتِعْجَالاً لِلشَّيْخُوْخَةِ وَتَصْفِيْفُهَا طاَقَةَ
فَوْقَ طاَقَةٍ تَحْسِيْناً، وَالزِّياَدَةُ فِيْهَا وَالنَّقْصُ مِنْهَا ِللأَمْرِ
فيِ الصَّحِيْحَيْنِ بـِ (تَوْفِيْرِ اللَّحْىِ وَتَرْكِهَا شِعَثَةً) إِظْهَاراً لِقِلَّةِ
المُباَلاَةِ، وَلاَ بَأْسَ بِتَرْكِ السَّبِالَيْنِ
Dimakruhkan mencabut uban, karena
uban adalah cahaya. Bahkan dalam kitab Al-Majmu’ tertuang, apabila disebutkan
haram maka tidak bicara menjauh. Demikian sudah dinash (ditentukan) Imam
Syafe’i dalam kitab Al-Umm. Dimakruhkan mencabut jenggot, karena ada unsur
memilih menolak berjenggot. Makruh memutihkan jenggot dengan belerang, dengan
tujuan agar nampak lebih tua. Makruh mengepang jenggot motif style, termasuk
menambah dan mengurangi jenggot, karena ada perintah dalam hadits soheh
bukhori-Muslim untuk memuliakan jenggot dengan membiarkannya tumbuh. karena
hadits ini menjelaskan kurang pedulinya terhadap persoalan jenggot.
Diperbolehkan membiarkan cambang tumbuh panjang sampai ke bawah..
(وَ)
يُكْرَهُ بِلاَ عُذْرٍ (المَشيُ فيِ نَعْلٍ وَاحِدٍ) لِصِحَّةِ النَّهْيِ عَنْهُ ِلأَنَّهُ
يَخْتَلُ بِهِ المَشْيَ , وَكَالنَّعْلِ الخُفُّ وَنَحْوُهُ (وَالاِنْتِعاَلُ) بِمَا
يُخْشَى مِنْهُ السُّقُوْطُ حَالَ كَوْنِهِ (قَائِماً) أَمَّا المَدَاسُ المَعْرُوْفَةُ
الآَنَ فَلاَ يُكْرَهُ فِيْهَا الاِنْتِعَالُ قَائِماً لِعَدَمِ خَوْفِ السُّقُوْطِ
مِنْهَا ، وَيُسَنُّ خَلْعُهُمَا إِذَا جَلَسَ ، وَيَجْعَلُهُمَا خَلْفَهُ أَوْ بِجَنْبِهِ
الأَيْسَرِ إِنْ لَمْ يَكُنْ يَسَارَهُ أَوْ وَرَاءَهُ أَحَدٌ ، وَإِلاَّ تَعَيَّنَ
بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَوْ تَحْتَهُ
Dimakruhkan
jika tidak udzur, berjalan kaki dengan memakai satu sandal. Karena benar adanya
larangan seperti itu, seperti disebabkan akan menimbulkan tidak baik (cacat)
saat berjalan kaki. Sama halnya dengan sandal adalah sepatu, selop dan yang
lainnya. Juga dimakruhkan memakai sandal yang saat memakainya dikhawatirkan
terjatuh pada saat berdiri. Adapun memakai bakiak yang kita kenal saat ini, ia
tidak makruh berdiri memakainya, karena tidak khawatir akan jatuh. Disunnahkan
melepas kedua sandal apabila sudah posisi duduk, kemudian meletakkan sandal itu
di belakang atau di samping kiri, itupun apabila di samping kiri atau di
belakang itu tidak ada orang. Apabila ada aorang, maka letakkan sandal diantara
kedua kaki atau di bawah-nya
والله
أعلم بالصواب
Allah
Mengetahui Segalanya
Pustaka : Fiqi Imam Syafe’i -
Busyrol-Karim Syarah Masail Ta’lim, Syekh Said bin Muhammad Ba’syan
Tuesday, July 7, 2015
Friday, April 24, 2015
KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
حَدَّثَناَ أَبُوْ بَكْرٍ مُحَمَّدْ بِنْ إِسْماَعِيْلَ بِنْ العَباَّسِ الوَرَاقِ
إِمْلاَءً قاَلَ حَدَّثَنِي أَبِيْ حَدَّثَناَ أَبُوْ العَبّاَسِ الفَضْلِ بِنْ يَعْقُوْبِ
الرَّخاَمِي حَدَّثَناَ دَاوُدُ بِنْ المُحْبِرِ حَدَّثَناَ سُلَيْماَنُ بِنْ الحِكَمْ
عَنِ العُلاَءِ بِنْ بَكِيْرِ عَنْ مَكْحُوْلٍ ؛
Kami menerima khabar dari Abu baker
Muhammad bin Ismail bin Al-‘Abbas Al-Waroq dalam bentuk Imla. Aku menerima
khabar dari ayahku. Kami mnerima khabar dari Abu Al-‘Abbas Al-Fadli bin Ya’kub
Ar-Rakhomi. Kami menerima khabar dari Daud bin Al-Muhajir. Kami menerima khabar
dari Sulaiman bin Al-Hikam, dari Al-‘Ula bin baker, dari Syekh Makhul ;
أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ أَباَ الدَّرْداَءِ عَنْ صِياَمِ رَجَبَ فَقاَلَ سَأَلَ
عَنْ شَهْرِ كاَنَتْ الجاَهِلِيَّةُ تَعْظِمُهُ فيِ جاَهِلِيَّتِهاَ وَماَزَادَهُ الإِسْلاَمُ
إِلاَّ فَضْلاً وَتَعْظِيْماً
Bahwa ada seorang lelaki bertanya
kepada Abu Darda (rowi hadits) tentang puasa bulan Rajab. Beliau menjawab,
Bulan Rajab ialah bulan yang diagungkan juga oleh kaum Jahiliyyah di masa
Jahiliyyahnya, sebagai tambahan dari ajaran Islam hanyalah bahwa bulan Rajab
banyak keutamaan dan mengagungkan.
فَمَنْ صاَمَ فِيْهِ يَوْماً تَطُوَّعاً يَحْتَسِبُ بِهِ ثَواَبَ اللهِ عَزَّ
وَجَلَّ وَيَبْتَغِي بِهِ وَجْهَهُ مُخْلِصاً , أَطْفَأَ صَوْمُهُ ذَلِكَ اليَوْمِ
غَضَبَ اللهِ , أَغْلَقَ عَنْهُ باَباً مِنْ أَبْوَابِ جَهَنَّمَ وَلَوْ أَعْطَى مِلْءَ
الأَرْضِ ذَهَباً ماَ كاَنَ ذَلِكَ جَزَاءً لَهُ , وَلاَ يَسْتَكْمِلُ أَجْرَهُ شَيْءٌ
مِنَ الدُّنْياَ دُوْنَ يَوْمِ الحِساَبِ , وَلَهُ إِذاَ أَمْسَى عَشْرَ دَعَوَاتٍ
مُسْتَجاَباَتٍ فَإِنْ دَعاَ بِشَيْءٍ مِنْ عاَجِلِ الدُّنْياَ أَعْطِيْهِ وَإِلاَّ
أَرْضَى لَهُ مِنَ الخَيْرِ أَفْضَلُ دُعاَءٍ دَعاَهُ دَاعٍ مِنْ أَوْلِياَءِ اللهِ
عَزَّ وَجَلَّ وَأَحِبّاَئِهِ وَأَصْفِياَئِهِ
Barangsiapa berpuasa sunnah satu
hari di bulan Rajab, atas dasar ikhlas karena Allah semata serta mengharap
pahala dari Allah SWT, maka puasa satu hari akan meredamkan murka Allah di hari
itu, Allah akn mengunci pintu-pintu neraka Jahannam baginya. Apabila diberikan emas
sepenuh isi bumi maka itu belum seberapa dibanding dengan balasan pahala puasa
satu hari darinya. Sesuatu apapun di dunia tidak akan sempurna menyamai pahala puasa
satu hari di hari pembalasan. Sepuluh macam do’a dari seorang berpuasa satu
hari akan segera dikabulkan. Apabila ia berdo’a untuk dunianya maka akan segera
dikabulkan. Ia akan mendapatkan do’a dari para wali Allah, dari para kekasih
Allah dan dari para hamba pilihan Allah SWT.
وَمَنْ صاَمَ يَوْمَيْنِ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَلَهُ مَعَ ذَلِكَ ثَوَابُ
عَشْرَةٍ مِنَ الصِّدِّيْقِيْنَ فيِ عُمْرِهِمْ باَلِغَةً أَعْماَرَهُمْ ماَبَلَغَتْ
وَيَشْفَعُ فيِ مِثْلِ ماَيَشْفَعُوْنَ فِيْهِ وَيَكُوْنُ فيِ زُمْرَتِهِمْ حَتَّى
يَدْخُلَ الجَنَّةِ مَعَهُمْ وَيَكُوْنُ مِنْ رُفْقاَئِهِمْ
Barangsiapa berpuasa sunnah dua hari
di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga ia akan mendapatkan
pahala sepuluh Siddiqin (orang-orang benar) selama umur mereka dalam sepenuhnya
melakukan kebaikan. Ia akan dapat memberi syafaat kepada yang lain sebagaimana
mereka memberi syafaat. Ia akan berkumpul bersama mereka. Ia akan masuk sorga
bersama mereka dan menjadi sahabat mereka.
وَمَنْ صاَمَ ثَلاَثَةَ أَيّاَمٍ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَقاَلَ اللهُ لَهُ
عِنْدَ إِفْطاَرِهِ - لَقَدْ وَجَبَ حَقُّ عَبْدِي هَذَا وَوَجَبَتْ لَهُ مَحَبَّتِي
وَوِلاَيَتِي أُشْهِدُكُمْ ياَمَلاَئِكَتِي أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُ ماَ تَقَدَّمَ
مِنْ ذَنْبِهِ وَماَ تَأَخَّرَ
Barangsiapa berpuasa sunnah tiga
hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga pada saat
berbuka puasa Allah berkata kepadanya “Sungguh ia wajib mendapatkan hak seorang
hamba-Ku, ia wajib mendapat kasihsayang-Ku, ia wajib mendapatkan
perlindungan-Ku, wahai malaikat-Ku saksikan oleh kalian bahwa Aku telah
mengampuni dosa-dosanya baik dosa yang telah lalu ataupun dosa yang berikutnya.
وَمَنْ صاَمَ أَرْبَعَةَ أَيّاَمٍ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَمِثْلُ ثَوَابِ
أُوْلىِ الأَلْباَبِ التَّوَّابِيْنَ وَيُعْطِى كِتاَبَهُ فيِ أَوَّلِ الفاَئِزِيْنِ
Barangsiapa berpuasa sunnah empat
hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga ia akan
mendapatkan pahala orang-orang cerdas (para Wali) yang bertaubat dan diserahkan
buku amalnya bersama orang yang pertama kali mendapat kebahagiaan.
وَمَنْ صاَمَ خَمْسَةَ أَيّاَمٍ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَيُبْعَثُ يَوْمَ
القِياَمَةِ وَوَجُهُهُ مِثْلُ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ وَيُكْتَبُ لَهُ عَدَدُ
رَمَلِ عَالِجِ حَسَناَتٍ وَيَدُخُلَ الجَنَّةَ وَيُقاَلُ لَهُ تَمَنَّ عَلَى اللهِ
ماَ شِئْتَ
Barangsiapa berpuasa sunnah lima
hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga ia akan dibangkitkan
di hari qiyamah, mukanya bersinar laksana bulan purnama, ia dicatat memiliki
kebaikan sejumlah pasir di pantai, ia akan masuk sorga dan dipersilahkan memohon
apa saja kepada Allah SWt dan dikabulkan.
وَمَنْ صاَمَ سِتَّةَ أَيّاَمٍ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَيُعْطِى سِوَى ذَلِكَ
نُوْراً يَسْتَضِيْءُ بِهِ أَهْلَ الجَمْعِ يَوْمَ القِياَمَةِ وَيُبْعَثُ فيِ الآَمِنِيْنَ
حَتَّى يَمِرَّ عَلَى الصِّراَطِ بِغَيْرِ حِساَبٍ وَيُعاَفىِ مِنْ عُقُوْقِ الوَالِدَيْنِ
وَقَطِعْيَةِ الرَّحْمِ وَيَقْبَلُ اللهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ إِذاَ لَقِيَهُ يَوْمَ
القِياَمَةِ
Barangsiapa berpuasa sunnah enam
hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga ia akan
diberikansinar yang menerangi semua orang di hari qiyamah. Ia dibangkitkan
bersama orang-orang yang amanah sehingga dapt melewati jembatan
Sirothol-Mustaqim tanpa perhitungan halangan. Ini dengan syarat ia tidak
memiliki dosa menyakiti kedua orang tua dan dosa memutuskan Silatur-Rahmi. Ia
akan diterima Allah apabila ia ingin bertemu Allah di hari qiyamah.
وَمَنْ صَامَ سَبْعَةَ أَيّاَمٍ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَتُغْلَقُ عَنْهُ
سَبْعَةُ أَبْوَابِ الجَحِيْمِ وَحَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النّاَرِ وَأَوْجَبَ لَهُ الجَنَّةَ
يَتَبَوَّأُ مِنْهاَ حَيْثُ يَشَاءْ
Barangsiapa berpuasa sunnah tujuh
hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga akan terkunci
baginya tujuh pintu neraka Jahim serta Allah haramkandirinya ke neraka dan
Allah wajibkan ia masuk sorga yang disediakan, sorga mana saja yang ia mau.
وَمَنْ صاَمَ ثَمَانِيَّةَ أَيّاَمٍ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَفُتِحَتْ لَهُ
ثَماَنِيَّةُ أَبْواَبِ الجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيُّهاَ شاَءَ
Barangsiapa berpuasa sunnah delapan
hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga akan dibukakan
baginya delapan pintu sorga dan akan memasukinya dari pintu mana saja yang ia
mau.
وَمَنْ صاَمَ تِسْعَةَ أَيّاَمٍ كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَرُفِعَ كِتاَبُهُ
فيِ عِلِيِّيْنَ وَيُبْعَثُ يَوْمَ القِياَمَةِ فيِ الآَمِنِيْنَ وَيَخْرُجُ مِنْ قَبْرِهِ
وَوَجْهُهُ نُوْرٌ يَتَلاَءْلاَءُ يَشْرُقَ ِلأَهْلِ الجَمْعِ يَقُوْلُوْنَ هَذَا نَبِيُّ
مُصْطَفَى وَإِنْ أَدْنَى ماَ يُعْطِى أَنْ يَدْخُلَ الجَنَّةَ بِغَيْرِ حِساَبٍ
Barangsiapa berpuasa sunnah enam
hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga ia akan
dinaikkan catatannya dalam sorga ‘Iliyyin. Ia akan dibangkitkan di hari qiyamah
bersama orang-orang yang amanah. Ia akan keluar dari kuburnya, mukanya
bercahaya menerangi semua orang di hari qiyamah, mereka pada berkata ‘Orang ini
ialah seorang nabi yang terpilih’ (diduga seorang nabi). Karunia terendah yang
akan diberikan padanya ialah mask sorga tanpa perhitungan.
وَمَنْ صاَمَ عَشْرَةَ أَيّاَمٍ فَبَخٍ بَخٍ بَخٍ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَعشْرَةُ
أَضْعاَفٍ وَهُوَ مِمَّنْ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئاَتَهُ حَسَناَتٍ وَيَكُوْنُ مِنَ
المُقَرَّبِيْنَ القَوَّامِيْنَ ِللهِ بِالقِسْطِ كَمَنْ عَبَدَ أَلْفَ سَنَةٍ قاَئِماً
صاَئِماً صاَبِراً مُحْتَسِباً
Barangsiapa berpuasa sunnah sepuluh
hari di bulan Rajab, maka akan jelas, jelas, jelas ia mendapatkan pahala
diatas. Ia akan mendapatkan pahala tersebut sepuluh kali lipat. Ia termasuk
orang yang Allah gantikan keburukannya menjadi kebaikan. Ia termasuk
orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah, teguh ibadah karena Allah, ia
laksana seorang yang beribadah seribu tahun, siangnya berpuasa malamnya bangun
ibadah, sabar dan selalu memiliki kegiatan ibadah karena Allah.
وَمَنْ صاَمَ عِشْرِيْنَ يَوْماً كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَعِشْرُوْنَ ضِعْفاً
وَهُوَ مَنْ يُزَاحِمُ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلُ اللهِ فيِ قَبْتِهِ وَيَشْفَعُ فيِ مِثْلِ
رَبِيْعَةِ وَمُضِرِّ كُلِّهِمْ مِنْ أَهْلِ الخَطاَياَ وَالذُّنُوْبِ
Barangsiapa berpuasa sunnah dua
puluh hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga ia akan
mendapatkan pahala tersebut dua puluh kali lipat. Ia termasuk orang yang dekat
sekali bersama Nabi Ibrahim kekasih Allah, dalam tempat tinggalnya. Ia akan
diberikan memberi syafaat kepada yang lain seperti Siti Robi’ah (wali allah).
Ia juga akan diizinkan memberi pertolongan kepada semua orang yang berbahaya,
yaitu diantara mereka yang melakukan kehilapan dan dosa selama di dunia.
وَمَنْ صاَمَ ثَلاَثِيْنَ يَوْماً كاَنَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَثَلاَثُوْنَ ضِعْفاً
وَناَدَى مُناَدٍ فىِ السَّماَءِ أَبْشِرْ ياَ وَلِيَ اللهِ بِالكَرَامَةِ العُظْمَى
النَّظْرُ إِلىَ وَجْهِ اللهِ الكَرِيْمِ عَزَّ وَجَلَّ فىِ مَرَافَقَةِ النَّبِيِّيْنَ
وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحُسْنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقاً
طُوْبَى لَكَ طُوْبَى لَكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ غَداً إِذَا كُشِفَ الغِطاَءُ فَأَفْضَيْتَ
إِلىَ جَسِيْمِ ثَوَابِ رَبِّكَ
Barangsiapa berpuasa sunnah tiga
puluh hari di bulan Rajab, maka akan mendapatkan pahala diatas. Juga ia akan
mendapatkan pahala tersebut tiga puluh kali lipat. Ia dipanggil dari arah
langit, “Berbahagialah kamu !, wahai wali Allah, karena ia akan diberikan
kemuliaan besar yaitu melihat Dzat Allah yang mulia, maha luhur dan agung. Ia
akan bersama kumpulan para Nabi, para Siddiqin (orang-orang benar), para
Syuhada (orang-orang sahid), para Solihin (orang-orang soleh) mereka semua
berkumpul dan bersahabat. Kebahagaian besar untuk kamu, Kebahagaian besar untuk
kamu, Kebahagaian besar untuk kamu, esok apabila penutup pandangan mata telah
dibuka maka kamu akan dapat melihat besar dan agungnya pahala dari Tuhanmu”.
فَإِذاَ نَزَلَ بِهِ المَوْتُ سَقاَهُ اللهُ عِنْدَ خُرُوْجِ نَفْسِهِ شُرْبَةً
مِنْ حِياَضِ الفِرْدَوْسِ وَيُهَوِّنُ عَلَيْهِ سَكَرَةَ المَوْتِ حَتَّى ماَ يَجِدُ
لِلْمَوْتِ أَلَماً فَيَظِلُّ فىِ قَبْرِهِ رِياَناً حَتَّى يَرِدَ حَوْضَ مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا خَرَجَ مِنْ قَبْرِهِ يَلْقاَهُ سَبْعُوْنَ
أَلْفَ مَلَكٍ مَعَهُمْ نَجاَئِبٌ مِنَ الدُّرِ وَالياَقُوْتِ وَمَعَهُمْ طَرَائِفُ
الحُلِيِّ وَالحُلَلِ فَيَقُوْلُوْنَ لَهُ ياَ وَلِيَ اللهِ المُنْجِى إِلىَ رَبِّكَ
الَّذِيْ أَظْمِيَتْ لَهُ نَهاَرُكَ وَأَنْحَلَتْ لَهُ جِسْمُكَ فَهُوَ أَوَّلُ النّاَسِ
دُخُوْلاً جَنّاَتِ عَدْنٍ يَوْمَ القِياَمَةِ مَعَ الفاَئِزِيْنَ الَّذِيْنَ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ذَلِكَ هُوَ الفَوْزُ العَظِيْمُ
Apabila ia dijemput oleh kematian,
pada saat sakartul-maut Allah akan memberinya minum dari telaga sorga Firdaus,
Allah ringankan kepadanya sakaratul-maut sehingga ia tidak merasakan sakit dari
pada dahsyatnya kematian. Ia terrlindung dalam kubrunya dan sejahtera sehingga
ia akan menemukan telaga Nabi Muhammad SAW. Apabila ia keluar dari kuburnya
maka ia disambut oleh tujuh puluh ribu malaikat yang membawa wadah intan
berlian, yang membawa berbagai perhiasan dan busana indah. Para malaikat
berkata “Wahai Wali Allah yang selalu munajat ibadah kepada Tuhanmu, kamu
menggunakan waktu siangmu dengan berpuasa sehingga tubuhmu menjadi kurus”. Ia
adalah orang pertama yang akan masuk sorga Aden di hari qiyamah bersama
orang-orang yang berbahagia, orang-orang yang direstui Allah dan mereka restu
kepada Allah, demikianlah kebahagiaan besar itu.
قاَلَ فَإِنْ كاَنَ لَهُ فىِ كُلِّ يَوْمٍ يَصُوْمُهُ صَدَقَةً عَلَى قَدْرِ
قُوَّتِهِ يَتَصَدَّقُ بِهاَ فَهَيْأَتَ هَيْهَأَتَ هَيْهَأَتَ ثَلاَثاً لَوْ اجْتَمَعَ
جَمِيْعُ الخَلاَئِقِ عَلَى أَنْ يَقْدِرُوْا قَدْرَ ماَ أُعْطِى ذَلِكَ العَبْدَ مِنَ
الثَّوَابِ ماَ بَلِغُوْا مَعْشاَرُ العُشْرِ مِمّاَ أُعْطِيَ ذَلِكَ العَبْدَ مِنَ
الثَّواَبِ
Abu Darda menambahkan “Setiap hari yang
ia berpuasa pada bulan Rajab maka bernilai pahala sedekah sesuai kemampuan ia
melakukan sedekah. Sangat jauh, sangat jauh, sangat jauh, apabila berkumpul
semua makhluk di muka bumi melakukan sesuatu untuk menandingi pahala dari Allah
yang diberikan kepada orang berpuasa di bulan Rajab, maka mereka tidak akan
sanggup menandingi besarnya pahala yang diberikan kepada orang yang berpuasa di
bulan Rajab.
ABU AD-DARDA ADALAH SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW
Abu Darda ialah ‘Uwemar bin ‘Amir.
Nama lainnya Ibnu Qais bin Zaed bin Umayyah bin ‘Adiy bin Ka’ab. Alias ‘Uwemar
bin Zaed bin Qais. Alias ‘Amir dan sapaan manjanya ‘Uwemar. Alias ‘Uwemar bin
Ts’labah bin ‘Amir binZaed. Hanya saja meskipun banyak perbedaan nama dan
turunan mereka sepakat bahwa beliau dari keturunan Ka’ab bin Al-Khazar bin
Al-Harits bin Al-Khazar Al-Anshoriy Al-Khazariji. Beliau populer disebut Abu
Darda karena anak perempuannya. Beliau agak terakhir masuk Islam dibanding
keluarga besarnya. Beliau sangat baik dalam keislaman sehingga ia termasuk
seorang Faqih (faham hukum agama) seorang ‘Alim (banyak mengetahui ilmu)
seorang Hakiim (Hakim) rujukan hukum agama Islam sebagai sahabat Rasulullah SAW
bersma beliau dan Salman. Ada perbedaan pendapat terkait gugur syahid nya
beliau di perang Uhud. Banyak orang menyaksikan beliau sebagai penduduk Syam
(Suriah). Beliau wafat di Damaskus di usia 32 tahun, menurut pendapat lain di
usia 31 tahun dan 34 tahun. (
Kitab Jamie’ Usul Fil Hadits Rasul Juz 12 hal. 621 )
Allah
mengetahui segalanya.
Friday, April 24, 2015
الجمعة، 06/رجب/1436
Pustaka: Kitab Fadloil Syahri Rajab - Syekh Abu Muhammad Al-Hasan bin Abu Thalib
Sunday, April 19, 2015
AKSES JALAN MAJELIS ARBABUL HIJA
PEMBANGUNAN AKSES JALAN MAJELIS ARBABUL HIJA
Sahabat Majelis Arbabul Hija dimana saja berada, pada hari Rabu 15 April 2015 akses jalan menuju majelis mengalami retak-retak dengan lubang yang dalam dan rawan sekali longsor, sementara seberang kali sudah terjadi longsor.. Manakala longsor maka Majelis Arbabul Hija akan terisolasi, baik yang menuju ke majelis ataupun keluar dari majelis, karena akses jalan hanya ini satu-satunya.
Mulai hari ini sedang mengumpulkan pasir, semen, batu pondasi, sprite, behel dan material lainnya, pembangunan akses jalan ini ditaksir memerlukan biaya tidak kurang dari 10-15 juta, itu jauh lebih hemat daripada membangun jembatan yang memerlukan biaya sampai 300 juta-an. Untuk itu bagi sahabat diharapkan bantuan dan partisipasinya pada Majelis Arbabul Hija.. berapapun bantuan saudara/i, sangat bermanfaat sekali...
Bantuan, infaq sedekah hanya bisa Melalui dua No.Rek ini :
1. BCA Rekening. 869.063.4946 a/n Ahmad Daeroby
2. BRI Rekening. 4089.01.000.286.503 a/n Habibah
Alamat MAJELIS ARBABUL HIJA
Jln Raya jakarta-bogor km45, Lampu merah simpang pemda, Rt 4/11 Gang Jembatan Barokah, Cibinong Bogor - Jawa barat
NB. Jama'ah majelis Arbabul Hija sendiri baru bisa mengumpulkan pasir satu truk ...
LAPORAN INFAQ DAN BANTUAN
Sampai hari Jum'at, 24 April 2015
1. KH Yusuf di Cibinong Jawa-Barat ..................... Rp. 300.000,-
2. Jamaah di Bekasi Jawa Barat .......................... Batu Karang Tiga Truk
3. Ummi Nur di Madiun Jawa Timur ...................... Rp. 700.000,-
4. MadNur di Cibinong Jawa-Barat ........................ Rp. 100.000,-
5. Ibu TRI ............................................................... Rp. 500.000,-
6. Muhammad Anwar ........................................,.... Rp. 150.000,-
7. Ust Muhammad Maman di Bekasi .......................Rp. 1.000.000,-
UNGKAPAN TERIMA KASIH
Kepada semua sahabat yang telah ikut partisipasi, Kami mendoa'akan, semoga Allah membalas dengan harta paling baik di dunia ini, terlebih juga di akhirat kelak, senantiasa dimurahkan rezekinya, diberkahkan hidupnya, di dunia mendapatkan tarbiyah Rasululullah, di akhirat mendapatkan syafa'atnya.. Semua harapan baik tercapai dengan penuh bahagia.. amin.
Saudaraku, Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan infaq Majelis Dzikir Arbabul Hija, konfirmasi Kang Dae di nomor +62857.1461.9749. Setiap infaq saudara/i, Insya Allah akan mendapatkan souvenir atau bingkisan sebagai ungkapan terima kasih kami, berupa buku-bulu Islami karya Ahmad Daerobiy dalam format PDF, persediaan buku buanyak..
Salam Hormat
Ahmad Daerobiy (Kang Dae)
HP. 085714619749
Subscribe to:
Posts (Atom)





