Thursday, March 24, 2016
Tuesday, March 8, 2016
TUNTUNAN SHALAT GERHANA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الحَمْدُ ِللهِ حَقَّ حَمْدِهْ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهْ
، مُحَمَّدٍ رَسُوْلِهِ وَعَبْدِهْ ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ مِنْ بَعْدِهْ ؛
أَمَّابَعْدُ
(و) القسم الثاني من النفل
ذي السبب المتقدم وهو ما تسن فيه الجماعة صلاة (الكسوفين) أي صلاة كسوف الشمس وصلاة
خسوف القمر وهي سنة مؤكدة وأقلها ركعتان كراتبة الظهر مثلا يحرم بهما بنية صلاة الكسوف
أو الخسوف
Bagian kedua dari shalat sunnah yang
memiliki sebab lebih dulu dan disunnah berjama’ah ialah shalat gerhana bulan
dan gerhana Matahari. Shalat ini hukumnya sunnah muakkad, pelaksanaan shalat
gerhana paling rendah minimal dilakukan dua raka’at sama halnya dengan shalat
sunnah ratib dzuhur, niat pada takbiratul-ihram ialah dengan niat shalat
gerhana matahari atau gerhana bulan.
وأوسطها ركعتان في كل ركعة
قيامان وركوعان فيحرم بهما بنية ما ذكر ثم بعد الافتتاح والتعوذ يقرأ الفاتحة ويركع
ثم يعتدل ويقرأ الفاتحة ثانيا ويركع ثانيا ثم يعتدل ثانيا ثم يسجد السجدتين ويأتي بالطمأنينة
في محلها فهذه ركعة ثم يأتي بركعة أخرى كذلك
Pelaksanaan shalat gerhana tingkat
menengah ialah dilakukan dua raka’aat dengan masing-masing raka’at terdapat dua
berdiri dan dua ruku’. Niat pada takbiratul-ihram ialah dengan niat shalat
gerhana matahari atau gerhana bulan. Kemudian setelah Doa iftitah dilanjutkan
ta’udz serta membaca Fatihah kemudian ruku’, bangun untuk I’tidal dan kembali
membaca Fatihah yang kedua, lalu ruku’ kedua, I’tidal kedua. Kemudian sjud
dengan dua kali sujud, sertakan tumaninah pada tempatnya. Demikianlah hitungan
satu raka’at shalat gerhana tingkat menengah. Kemudian lanjutkan untuk
melakukan satu raka’at lagi.
Sementara pelaksanaan shalat gerhana
paling sempurna akan diuraikan pada saat kajian di Majelis Arbabul Hija, Insya
Allah
Bacaan dalam
melaksanakan shalat gerhana Bulan dinyaringkan, karena termasuk shalat di waktu
malam, sedangkan dalam gerhana Matahari tidak dinyaringkan, karena termasuk
shalat di waktu siang,
Niat
mandi untuk Gerhana Matahari :
نَوَيْتُ
الغُسْلَ لِحُضُوْرِ الكُسُوْفِ سُنَّةًً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat
mandi karena menghadiri shalat gerhana Matahari, sunnah karena Allah”
Niat
shalat Gerhana Matahari ;
أُصَلِّى سُنَّةَ الكُسُوْفِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ
القِبْلَةِ مَاْمُوْماً/إِماَماً أَداَءً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat shalat sunnah gerhana Matahari dua raka’at menghadap
kiblat, makmum/Imam,
tunai
karena Allah”
Niat
mandi untuk Gerhana Bulan :
نَوَيْتُ
الغُسْلَ لِحُضُوْرِ الخُسُوْفِ سُنَّةًً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat
mandi karena menghadiri shalat gerhana Bulan, sunnah karena Allah”
Niat
shalat Gerhana Bulan ;
أُصَلِّى
سُنَّةَ الخُسُوْفِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ مَاْمُوْماً/إِماَماً
أَداَءً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat shalat sunnah gerhana Bulan dua raka’at menghadap kiblat,
makmum/Imam,
tunai
karena Allah”
Shalat gerhana
ini, apabila dilakukan sendiri tanpa disertakan khutbah. Sementara apabila
dilakukan berjama’ah, maka disunnahkan untuk menyertakan dua khutbah.
Redaksi khutbah
gerhana secara umum sama dengan redaksi khutbah lebaran, namun 9 takbir khutbah
pertama dan 7 takbir khutbah kedua, takbir-takbir tersebut diganti dengan
kalimat-kalimat istighfar. Hendaknya bernafas setiap kali membaca istighfar,
isi khutbah disarankan nasihat soal taqwa, segera bertaubat serta melakukan
amal-amal kebaikan.
Allah Mengetahui Segalanya
Pustaka Fiqih Imam Syafe’i : Nihayatuz-Zein
- Syekh Nawawi
JADUAL
GERHANA MARET 2016
9 Maret :
Gerhana Matahari Total
Pukul. 06.20-08.50 Wib
23 Maret :
Gerhana Bulan Panumbra
Pukul. 18.30-07.50 Wib (Abis Maghrib)
Tuesday, February 9, 2016
Friday, December 25, 2015
Monday, November 16, 2015
LAPORAN SANTUNAN YATIM/DLUAFA
Dana Infaq
Maulid 1437 H dan santunan Yatim/Dulafa baru terkumpul sebesar
Rp 2.310.000,- (Dua Juta Tiga Ratus Sepuluh Ribu Rupiah)
Dengan rincian sebagai berikut :
1. via transfer BCA 500 ribu rupiah infaq dari Ibu Widya
di Cibubur
Pahala ditujukan kepada orang tua Ibu Widya :
- Ayahanda Ahmad Sofyan bin Haji Amroni
- Haji Amroni bin Haji Abdullah
- Ani binti Sanian
- Sutarja bin Walim
Semoga diberikan rahmat semua kuburnya, mendapatkan
tempat yang mulia dan bahagia di sana amin.
2. Tunai 800 ribu rupiah dari kolektif kawan pabrik sdr
Panji di Cibinong
Semoga dimurahkan rezekinya, berkah hasi kerja
pabriknya..amin.
3. via transfer BCA 510 ribu dari hamba Allah di Hongkong
Pahalanya ditujukan kepada :
- Bpk Moekriyono bin Syahar (alm)
- Djoko Cahyono bin Moekriyono (alm)
- ibu Roesmitun binti Sanidi Semoga panjang umur, berkah
selamat
4. via Transfer BCA 500 ribu dari Ibu Winarni di Hongkong
Semoga dIberikan kemudahan segala urusan
=====================
ANGGARAN DANA MAULID 1437 Hijriyah
Konsumsi untuk 500 Orang jama’ah @ Rp 10.000,- ... = 5
Juta Rupiah
Santunan 100 yatim dan dluafa @ Rp. 50.000,- ….….. = 5
Juta Rupiah
Sarana, Persiapan, Umbul-umbul, kepanitiaan dsb.... = 500
Ribu rupiah
Total Angaran Maulid Nabi SAW 1437 H adalah sebesar 10,5
Juta Rupiah
Jadi, bagi yang mau ikut mengagungkan Kelahiran Nabi
Muhammad SAW bersama MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA masih ada kesempatan 25 hari
lagi. Kekurangan biaya masih buanyak.. bagi yang ikut partisipasi ada naskah
buku-buku Islami dalam format pdf bisa download gratis sebagai ungkapan terima
kasih kami..
Infaq Maulid ini bisa Melalui:
1. BCA Rek. 869.063.4946 a/n Ahmad Daeroby
2. BRI Rek. 4089.01.000.286.503 a/n Habibah
Hati-hati penipuan mengatasnamakan Majelis Arbabul Hija
Silahkan Konfirmasi dahulu kepada kami
PinBB. 7F9403F7 dan 58272B26
Khusus Call. 0857.1461.9749 (Kang Dae)
WatsAp. +62-896.0997.0258 dan 0813.1020.9384 (Kang Dae)
Home: http://arbabulhija.blogspot.com
Semoga amal baik sahabat semua menghasilkan balasan
paling baik dari Allah, sehingga kehidupannya di dunia selalu senang, sejahtera
dan bahagia terlebih di akhirat nanti.. amin
NB. Laporan infaq maulid diumumkan secara berkala di WA atau BB
HADIRILAH..!! MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1437 H
Hari Minggu Abis Dzuhur, Tanggal 13 Desember 2015 M / 01 Robiul
Awal 1437 H
Tempat MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA
Jalan Raya Jakarta-Bogor km 45, Gang Jembatan Barokah, Rt
11/04 Kelurahan Cibinong Kabupaten Bogor - Jawa Barat - Indonesia
Salam Jabat Erat
Ahmad Daerobiy
(Kang Dae)
HIKMAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW
بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى بَعَثَ
فِيْناَ رَسُوْلَهُ الأَعْظَمُ , وَجَعَلَ أُمَّتَهُ وَسَطاً خَيْرَ الأُمَمِ ,
حَتَّى يَكُوْنُوْا يَوْمَ القِياَمَةِ شُهَداَءَ عَلَى ساَئِرِ الأُمَمِ , صَلىَ
اللهُ تَعاَلىَ عَلَى النَّبِىِّ الأَكْمَلِ الأَفْحَمِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ ذِى
المَكاَرِمِ وَالشَّيْمِ , وَعَلَى آلِهِ الَّذِى فىِ سُلُكِ دِيْنِهِ انْتِظَمْ ,
وَصَحْبِهِ حَماَةِ الدِّيْنِ الأَقْوَمْ , وَشَرَفَ وَكَرَمَ وَمَجَدَ وَعَظَمْ (
أَمَّابَعْدُ )
Dalam kesempatan ini, kita membicarakan
hikmah dalam memperingati Maulid Nabi SAW. Semoga kita semua mendapatkan hikmah
itu, sehingga akan mengantarkan pada kehidupan yang baik, hidup senang bahagia
dan sejahtera di dunia dan juga di akhirat kelak..amin
MAULID NABI BERNILAI PAHALA
(فاَئِدَةٌ) فيِ فَتاَوِى الحاَفِظْ السُّيُوْطِيْ فيِ باَبِ
الوَلِيْمَةِ (سُئِلَ) عَنْ عَمَلِ المَوْلِدِ النَّبَوِيِّ فيِ شَهْرِ رَبِيْعِ
الأَوَّلِ ماَ حُكْمُهُ مِنْ حَيْثُ الشَّرْعِ وَهَلْ هُوَ مَحْمُوْدٌ أَوْ
مَذْمُوْمٌ وَهَلْ يُثاَبُ فاَعِلُهُ أَوْلاَ قاَلَ (وَالجَوَابُ) عِنْدِيْ أَنَّ
أَصْلَ عَمَلِ المَوْلِدِ الَّذِيْ هُوَ اِجْتِماَعُ النّاَسِ وَقِرَاءَةُ ماَ
تَيَسَّرَ مِنَ القُرْآَنِ وَرِوَايَةِ الأَخْباَرِ الوَارِدَةِ فيِ مَبْدَأِ
أَمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَماَ وَقَعَ فيِ مَوْلِدِهِ
مِنَ الآَياَتِ ثُمَّ يَمُدُّ لَهُمْ سِماَطٌ يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ
مِنْ غَيْرِ زِياَدَةٍ عَلَى ذَلِكَ مِنَ البِدَعِ الحَسَنَةِ الَّتِيْ عَلَيْهاَ
صاَحِبُهاَ لِماَ فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَإِظْهاَرِ الفَرْحِ وَالاِسْتِبْشاَرِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ اهـ
(FAIDAH) Dalam kitab Fatawi Al-Hafidz
As-Suyuti dalam Bab Walimah. Beliau ditanya soal peringatan Maulid Nabi SAW di
bulan Robi’ul Awal. Apa hukumnya menurut pandangan agama Islam? Apakah terpuji
atau tercela? Apakah mendapatkan pahala atau tidak? Beliau menjawab menurutku
asal peringatan maulid yang di dalamnya terdapat kumpulan orang, membaca ayat
Qur’an, membacakan riwayat hadits tentang kisah Rasul SAW juga menceritakan
kehebatan saat kelahiran beliau, kemudian di akhiri dengan makanmakan dan
rangakaian acara seperti itu tetap dijalankan tanpa menambahkan hal lain,
hukumnya adalah bid’ah hasanah, artinya perbuatan
sangat baik yang mendapatkan nilai pahala, karena terdapat mengagungkan
martabat baginda Nabi SAW menampakan suka cita dan senang atas kelahiran Nabi
SAW.
CARA MENGHORMATI KELAHIRAN NABI SAW
(فاَئِدَةٌ) جَرَّتْ العاَدَةُ أَنَّ النّاَسَ إِذَا سَمِعُوْا
ذِكْرِ وَضْعِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْمُوْنَ تَعْظِيْماً لَهُ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهَذَا القِياَمُ مُسْتَحْسِنٌ لِماَ فِيْهِ
مِنْ تَعْظِيْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ فَعَلَ ذَلِكَ
كَثِيْرٌ مِنْ عُلَماَءِ الأُمَّةِ الَّذِيْنَ يُقْتَدَىْ بِهِمْ
(FAIDAH) Berlaku sebuah kebiasan bahwasanya
apabila diperdengarkan menyebut kelahiran Nabi SAW maka semua orang akan
berdiri karena mengagungkan Nabi SAW. Bangun berdiri untuk mengagungkan ini
adalah sangat baik, karena di dalamnya terdapat mengagungkan dan menghormati
baginda Nabi SAW. Banyak para Ulama soleh dahulu yang melakukan hal seperti
ini. Mereka adalah para Ulama yang menjadi pemimpin ummat…
AL-IMAM AS-SUBKIY MEMPERINGATI MAULID NABI
قاَلَ الحَلَبِيْ فيِ السَّيْرَةِ
فَقَدْ حَكَى بَعْضُهُمْ أَنَّ الإِماَمَ السُّبْكِي اِجْتَمَعَ عِنْدَهُ كَثِيْرٌ
مِنْ عُلَماَءِ عَصْرِهِ فَأَنْشَدَ مَنْشَدَهُ قَوْلَ الصَّرْصَرِي فيِ مَدْحِهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَلِيْلٌ لِمَدْحِ المُصْطَفَى الخَطُّ
بِالذَّهَبِ عَلَى وَرَقٍ مِنْ خَطٍّ أَحْسَنٍ مِنْ كُتُبٍ وَأَنْ تَنْهِضَ
الأَشْرَافُ عِنْدَ سِماَعِهِ قِيّاَماً صُفُوْفاً أَوْ جِثِيّاً عَلَى الرُّكَبِ
فَعِنْدَ ذَلِكَ قاَمَ الإِماَمُ السُّبْكِي وَجَمِيْعُ مَنْ بِالمَجْلِسِ
فَحَصَلَ أُنْسٌ كَبِيْرٌ فيِ ذَلِكَ المَجْلِسِ وَعَمِلَ المَوْلِدَ وَاجْتِماَعُ
الناَّسِ لَهُ كَذَلِكَ مُسْتَحْسِنٌ
Syekh Al-Halbi berkata dalam kitab As-Saeroh,
sebagian Ulama mengabarkan bahwasanya Al-Imam As-Subkiy berkumpul bersamanya
banyak para Ulama saat itu. Kemudian Al-Imam As-Subliy melantunkan say’air
Ash-Shorshori yang menceritakan pujian dan sanjungan kepada baginda Nabi SAW
“Sepatah kata mengandung pujian kepada Nabi Terpilih adalah laksana tulisan
emas di atas kertas, tulisan paling indah dalam buku-buku”. Hendaknya segera
bangkit berbaris baik berdiri atau berkendara karena untuk mengagungkan Nabi
SAW pada saat mendengar kelahiran Nabi SAW. Oleh karenanya saat itu Al-Imam
As-Subkiy bangkit berdiri untuk mengagungkan kelahiran Nabi SAW juga semua
orang yang hadir saat itu. Sehingga terciptalah rasa senang dan bahagia di
tempat itu. Memperingati Maulid serta mengumpulkan orang untuk maulid Nabi
adalah perbuatan yang sangat baik dan terpuji.
MAULID NABI PERBUATAN SANGAT BAIK
قاَلَ الإِماَمُ أَبُوْ شاَمَةٍ
شَيْخُ النَّوَوِيْ وَمِنْ أَحْسَنِ ماَ ابْتُدِعَ فيِ زَماَنِناَ ماَ يُفْعَلُ
كُلَّ عاَمٍ فيِ اليَوْمِ المُوَافِقِ لِيَوْمِ مَوْلِدِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مِنَ الصَّدَقاَتِ وَالمَعْرُوْفِ وَإِظْهاَرِ الزِّيْنَةِ وَالسُّرُوْرِ
فَإِنَّ ذَلِكَ مَعَ ماَ فِيْهِ مِنَ الإِحْسَانِ لِلْفُقَرَاءِ مَشْعَرٌ
بِمَحَبَّةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَعْظِيْمِهِ فيِ
قَلْبِ فاَعِلِ ذَلِكَ وَشُكْرِ اللهِ تَعاَلىَ عَلَى ماَمَنٍ بِهِ مِنْ إِيْجَادِ
رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِيْ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً
لِلْعاَلَمِيْنَ
Berkata Aol-Imam Abu Syamah Syekh An-Nawawi :
Diantara perbuatan bid’ah yang sanggat baik di saat sekarang (bid’ah itu ada
yang baik dan tidak red.), yang dilakukan setiap pergantian tahun, bertepatan
dengan hari kelahiran Nabi SAW yang di dalamnya sedekah, bertatap muka,
menampakkan rasa senang dengan memakai pakaian bagus karena bahagia akan
kelahiran Nabi SAW, di samping itu ada sikap peduli kepada fakir miskin, maka
semua itu merupakan pertanda ada rasa cinta kepada baginda Nabi SAW serta
mengagungkannya di dalam hati orang yang melakukannya. Juga termasuk sebagai
bentuk karena kesejahteraan dan kedamaian diwujudkannya Rasulullah SAW, yang di
utus menjadi rahmat bagi semua alam.
SEJARAH MAULID NABI
قاَلَ السَّخاَوِيْ إِنَّ عَمَلَ
المَوْلِدِ حَدَّثَ بَعْدَ القُرُوْنِ الثَّلاَثَةِ ثُمَّ لاَزَالَ أَهْلُ
الإِسْلاَمِ مِنْ سَائِرِ الأَقْطاَرِ وَالمِدَنِ الكُباَرِ يَعْمَلُوْنَ
المَوْلِدَ وَيَتَصَدَّقُوْنَ فيِ لَياَلِيْهِ بِأَنْواَعِ الصَّدَقاَتِ وَيَعْتَنُّوْنَ
بِقِرَاءَةِ مَوْلِدِهِ الكَرِيْمِ وَيَظْهَرُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَرَكاَتِهِ كُلُّ
فَضْلٍ عَمِيْمٍ
Berkata Syekh As-Sakhoi : Bahwasanya
peringatan mauled Nabi itu di mulai sejak abad ke-3 Hijriyah (tahun 300-an)
kemudian umat Islam di berbagai penjuru dunia, berbegai kota besar tidak
henti-hentinya memperingati mauled Nabi SAW di setiap tahunnya, mereka
melakukan sedekah di malamnya dengan berbagai macam sedekah, mereka
bersungguh-sungguh membaca Maulid Nabi dan mengagungkannya, sehingga mereka
semua mendapatkan keberkahan yang besar karena mauled Nabi SAW.
MANFAAT MAULID NABI
وَقاَلَ اِبْنُ الجُوْزِيْ مِنْ
خَوَاصِهِ أَنَّهُ أَماَنٌ فيِ ذَلِكَ العاَمِ وَبُشْرَى عاَجِلَةٍ بِنَيْلِ
البُغِيَّةِ وَالمَرَامِ
Berkata Syekh Ibnu Al-juzi : Diantara khasiat atau fungsi Maulid
Nabi adalah bahwasanya di tahun tersebut akan di lindungi dari semua musibah,
kebahagiaan yang disegerakan karena mendapatkan cita-cita dan harapan.
RAJA PERTAMA MEMPERINGATI MAULID NABI
وَأَوَّلُ مَنْ أَحْدَثَهُ مِنَ
المُلُوْكِ المُلُكُ المُظَفَّرِ أَبُوْ سَعِيْدْ صَاحِبِ أَرْبِلَ وَأَلَّفَ لَهُ
الحاَفِظُ اِبْنُ دَحْيَةٍ تَأْلِيْفاً سَمَّاهُ التَّنْوِيْرُ فيِ مَوْلِدِ
البَشِيْرِ النَّذِيْرِ , فَأَجَازَهُ المُلُكُ المُظَفَّرِ بِأَلْفِ دِيْناَرٍ
وَصَنَعَ المُلُكُ المُظَفَّرَ المَوْلِدَ وَكاَنَ يَعْمَلُهُ فيِ رَبِيْعِ
الأَوَّلِ وَيَحْتَفِلُ بِهِ اِحْتِفاَلاً هاَئِلاً وَكاَنَ شَهْماً شُجاَعاً
بِطَلاً عَاقِلاً عَالِماً عاَدِلاً وَطاَلَتْ مُدَّتُهُ فيِ مُلْكٍ إِلىَ أَنْ
ماَتَ وَهُوَ مُحاَصِرُ الفَرَنْجِ بِمَدِيْنَةٍ عِكاً سَنَةَ ثَلاَثِيْنَ
وَسِتُّمِائَةٍ مَحْمُوْدُ السَّيْرَةِ وَالسَّرِيْرَةِ
Raja pertama yang melakukan peringatan Maulid
Nabi adalah Raja Mudlofar, yaitu Abu Sa’id Penguasa daerah Irbal. Khabar ini
diabadikan oleh Al-Hafidz Ibnu Dahyah dalam sebuah buku At-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir
Wan-Nadzir”. Sang raja menginfaqkan seribu dinar untuk Maulid Nabi (saat itu
satu dinar = 5 jt-an sekarang) Sang raja merayakan Maulid Nabi di bulan
Robi’ul-Awal setiap tahun. Berkat keberkahannya sang raja menjadi berkah,
menjadi semakin gagah perkasa, kekuasaannya semakin di kagumi raja-raja lain,
bahkan kejayaannya berlangsung lama yaitu sampai sang raja wafat. Raja Mudlofar
wafat di kota Al-Farnj sekitar tahun 630 Hiriyah sang raja mendapatkan pujian
dan sanjungan setelah kepergiannya wafat meninggal dunia.. karena berkah mauldi
Nabi SAW
DALIL MEMPERINGATI MAULID NABI
وَاسْتَنْبَطَ الحَافِظُ ابْنُ
حَجَرٍ تَخْرِيْجَ عَمَلِ المَوْلِدِ عَلَى أَصْلِ ثاَبِتٍ فيِ السُّنَّةِ وَهُوَ
ماَ فيِ الصَّحِيْحَيْنِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ
المَدِيْنَةَ فَوَجَدَ اليَهُوْدِ يَصُوْمُوْنَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ فَسَأَلَهُمْ
فَقاَلُوْا هُوَ يَوْمٌ أَغْرَقَ اللهُ فِيْهِ فِرْعَوْنَ وَنَجَى مُوْسَى
وَنَحْنُ نَصُوْمُهُ شُكْرًا فَقاَلَ نَحْنُ أَوْلىَ بِمُوْسَى مِنْكُمْ
Al-Hafidz Syekh Ibnu Hajar Al-Asqolaniy
menetapkan bahwa takhrij (dalil relevan) akan peringatan mauled Nabi adalah
sudah ditetapkan dalam hadits riwayat Bukhori Muslim, yaitu bahwa pada saat
baginda Nabi SAW tiba di kota Madinah, beliau bertemu dengan kaum yahudi yang
sedang berpuasa ‘Asyura dan Nabi SAW menanyakan hal itu. “Kalian semua puasa
apa?” kaum Yahudi menjawabnya, ini adalah hari dimana Allah menenggelamkan
Fir’aun dan menyelamatkan Nabi Musa, hari ini kami berpuasa karena bentuk rasa
syukur. Nabi SAW berkata : “Kami (Nabi Muhammad SAW) adalah lebih utama dari
Nabi Musa dan kalian semua”. Ini artinya bahwa Kelahiran Nabi Muhammad SAW
adalah paling layak di syukuri dan di peringati.
ABU LAHAB DIRINGANKAN SIKSANYA
وَقَدْ جُوِزَي أَبُوْ لَهَبٍ
بِتَخْفِيْفِ العَذَابِ عَنْهُ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ بِسَبَبِ إِعْتاَقِهِ
ثُوَْيبَةَ لِماَ بَشَرَتْهُ بِوِلاَدَتِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَأَنَّهُ يَخْرُجُ لَهُ مِنْ بَيْنِ أُصْبُعَيْهِ ماَءٌ يَشْرُبُهُ كَماَ
أَخْبَرَ بِذَلِكَ العَبّاَسُ فيِ مَنَامٍ رَأَىْ فِيْهِ أَباَ لَهْبٍ وَرَحِمَ
اللهُ . القاَئِلَ وَهُوَ حاَفِظُ الشّاَمِ شَمْسُ الدِّيْنِ مُحَمَّدْ بِنْ
ناَصِرْ حَيْثُ قاَلَ إِذاَ كاَنَ هَذاَ كاَفِرًا جاَءَ ذَمُّهُ وَتَبَّتْ يَدَاهُ
فيِ الجَحِيْمَ مُخْلِدًا أَتَى أَنَّهُ فيِ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ دَائِماً
يُخَفَّفُ عَنْهُ لِلسُّرُوْرِ بِأَحْمَدَ فَماَ الظَّنُّ بِالعَبْدِ الَّذِيْ
كاَنَ عُمْرُهُ بِأَحْمَدَ مَسْرُوْرًا وَماَتَ مُوَحِدًا
Sungguh telah diperkenankan kepada Abu Lahab
(musuh Nabi SAW) untuk diringankan siksanya diakhirat nanti khusus pada hari
senin saja. Itu disebabkan Abu Lahab pernah membebaskan budak bernama Tsuaebah,
saat itu ia merasa senang dan bahagia akan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada
hari senin nanti selain siksanya diringankan di dalam neraka, dari jari sela
jari tangannya keluar air minum, ia bisa minum sesukanya dan badannya menjadi
segar. Sebagaimana dikhabarkan oleh Ibnu Abbas yang terlihat dalam mimpinya.
Bahwasanya Ibnu Abbas melihat Abu Lahab dan Allah mengasihinya dengan
meringankan siksanya.
Seorang Ulama Syam yaitu Syekh Samsuddin
Muhammad bin Nashir berkata, Apabila Abu Lahab ini seorang kafir yang tercela
dan sudah pasti dimasukkan kekal ke dalam neraka, maka setiap di hari senin
siksanya itu diringankan, karena ia pernah senang dan bahagia atas kelahiran
Nabi SAW. Lalu bagaimana seorang hamba yang setiap kali bertemu bulan Maulid
merasa senang dan bahagia, orang Islam yang menauhidkan dengan baik dan bukan
kafir..??.
TANDA BAIK KEIMANAN SESEORANG
قاَلَ الحَسَنُ البَصْرِي قَدَّسَ
اللهُ سِرَّهُ ؛ وَدَدْتُ لَوْ كاَنَ ليِ مِثْلَ جَبَلِ أُحُدٍ ذَهَباً
َلأَنْفَقْتُهُ عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ الرَّسُوْلِ , قاَلَ الجُنَيْدِي
البَغْدَادِيْ رَحِمَهُ اللهُ مَنْ حَضَرَ مَوْلِدَ الرَّسُوْلِ وَعَظَّمَ
قَدْرَهُ فَقَدْ فاَزَ بِالإِيْماَنِ
Berkata Syekh Al-Hasan Al-Bashri Semoga Allah
mensucikan rahasainya : Saya senang apabila saya punya emas sebesar gunung uhud
pasti saya infaqkan untuk peringatan dan pembacaan Maulid Rasul SAW. Berkata
Syekh Al-Junedi Al-Baghdadi semoga Allah mengasihinya : Barangsiapa menghadiri
peringatan Maulid Rasul SAW serta mengagungkan derajat Rasul SAW maka sungguh
ia sangat bahagia mendapatkan keimanan.
MASUK SORGA BERSAMA PARA NABI
قاَلَ مَعْرُوْفْ الكُرْخِي
قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُ مَنْ هَيَّأَ ِلأَجْلِ قِرَاءَةِ مَوْلِدِ الرَّسُوْلِ
طَعاَماً وَجَمَّعَ إِخْوَاناً وَأَوْقَدَ سِرَاجاً وَلَبِسَ جَدِيْدًا
وَتَعَطَّرَ وَتَجَمَّلَ تَعْظِيْماً لِمَوْلِدِهِ حَشَرَهُ اللهُ تَعاَلىَ يَوْمَ
القِياَمَةِ مَعَ الفِرْقَةِ الأَوْلىَ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَكاَنَ فيِ أَعْلَى
عِلِيِّيْنِ
Berkata Syekh Ma’ruf Al-Kurhi Semoga Allah
mensucikan rahasainya : Barangsiapa untuk peringatan Maulid Rasul, mennyiapkan
maknan mengundang teman dan sahabat, menyalakan lampu, memakai pakaian baru,
memakai minyak wangi, berdandan untuk mengagungkan kelahiran Nabi SAW maka ia
akan dikumpulkan Allah SWT di hari qiyamah bersama golongan pertama masuk
sorga, yaitu para Nabi dan masuk sorga yang tinggi yaitu sorga Iliyyin
وَقاَلَ الإِماَمُ الياَفِعِيْ
اليَمَنِىْ مَنْ جَمَّعَ لِمَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِخْوَاناً وَهَيَّأَ طَعَاماً وَأَخْلَى مَكاَناً وَعَمِلَ إِحْساَناً وَصاَرَ
سَبَباً لِقِرَاءَةِ مَوْلِدِ الرَّسُوْلِ بَعَثَهُ اللهُ يَوْمَ القِياَمَةِ مَعَ
الصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصّاَلِحِيْنَ وَيَكُوْنُ فيِ جَنّاَتِ
النَّعِيْمٍ
Berkata Al-Imam Al-Yafei’i Al-Yamani :
Barangsiapa mengumpulkan teman dan sahabat untuk peringatan Maulid Nabi SAW
menyiapkan makanan, menghiasi tempatnya, melakukan kebaikan sehingga ia menjadi
penyebab dibacakannya Maulid Rasul maka Allah membangkitkannya di hari Qiyamah
bersama Siddiqin (para Nabi Allah), Syuhada (para Wali Allah), Solihin
(orang-orang Soleh) dan mereka semua akan tinggal bersama di sorga Na’im.
TANDA CINTA KEPADA NABI SAW
وَقاَلَ السِّرِي السَّقَطِي مَنْ
قَصَدَ مَوْضِعاً يَقْرَأُ فِيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَقَدْ قَصَدَ رَوْضَةً مِنْ رِياَضِ الجَنَّةِ ِلأَنَّهُ ماَ قَصَدَ
ذَلِكَ المَوْضِعَ إِلاَّ لِمَحَبَّةِ الرَّسُوْلِ , وَقَدْ قاَلَ عَلَيْهِ
السَّلاَمُ مَنْ أَحَبَّنِيْ كاَنَ مَعِيْ فيِ الجَنَّةِ
Berkata Syekh As-Sirri As-Saqotiy :
Barangsiapa bermaksud menghadiri tempat Maulid Nabi SAW maka sungguh ia
menghadiri taman diantara taman sorga, karena tidak semata-mata menghadiri
maulid melainkan ada rasa cinta dan mengagungkan baginda Nabi SAW. Sebagaimana
Nabi SAW bersabda : Barangsiapa cinta kepada aku maka ia akan bersama aku di
sorga.
Allah Mengetahui segalanya…
Pustaka
:
Kitab
I’anathu-Thalibin, Syekh Abu Bakar ibnu As-Sayyid Muhammad Syatho Ad-Dimyaity
(Juz
3 hal.363-366)
Subscribe to:
Posts (Atom)







