Monday, July 2, 2012

MENYAMBUT MALAM NISFU SYA'BAN


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
حم , وَالكِتَابِ المُبِيْنِ , إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فيِ لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّاكُنَّا مُنْذِرِيْنَ , فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ , أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ , رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ ؛
Haa miim. Demi kitab (Al Quran) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (Malam qodar) dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul. Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Ad-Dukhon 1-6, Pustaka : Tafsir Ibnu Kastir)

يَمْحُوا اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). (QS. Ar-Ra'du 39, Pustaka : Tafsir Ibnu Kastir)

قاَلَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ إِذَاكاَنَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ اطَّلَعَ اللهُ إِلىَ خَلْقِهِ فيَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَيُمْلِي لِلْكاَفِرِيْنَ وَيَدْعُ أَهْلَ الحِقْدِ لِحِقْدِهِمْ حَتَّى يَدْعُوْهُ
Rasulullah SAW bersabda ; Apabila tiba malam nisfu Sya'ban maka Allah memandang (menurunkan kasih sayang) kepada semua makhluq-Nya, sehingga Allah mengampuni orang-orang yang beriman, merendahkan orang-orang kafir dan membiarkan orang-orang pendendam karena dendamnya kecuali mereka melepaskan sifat dendam tersebut. (HR. Al-Baehaqiy, Pustaka : Sunan Ash-Shugra Al-Baehaqiy)

( قَوْلُهُ وَالمُرَادُ عِرْضُهاَ عَلَى اللهِ تَعاَلىَ ) أَيْ إِجْمَالاً وَكَانَ المُناَسِبُ زِياَدَتُهُ ِلأَنَّ العِرْضَ إِنَّماَ يَكُوْنُ عَلَى اللهِ تَعاَلىَ مُطْلَقاً سَوَاءٌ كاَنَ عِرْضُ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيْسِ أَوْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْباَنَ أَوْ لَيْلَةُ القَدَرِ فاَلفَرْقُ إِنَّماَ هُوَ فيِ الإِجْماَلِ وَالتَّفْصِيْلِ فَعِرْضُ الإِثْنَيْنِ وَالخَمِيْسِ عَلَى اللهِ تَعاَلىَ إِجْمَاِليٌّ وَكَذَا عِرْضُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةَ القَدْرِ وَالعِرْضُ التَّفْصِيْلِيْ هُوَ فيِ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ كَمَا نَصَّ عَلَى ذَلِكَ فيِ التُّحْفَةِ وَعِبَارَتُهاَ أَيْ تُعْرَضُ عَلَى اللهِ تَعاَلىَ وَكَذَا تُعْرَضُ فيِ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْباَنَ وَفيِ لَيْلَةِ القَدَرِ فاَلأَوَّلُ أَيْ عِرْضُهاَ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيْسِ إِجْمَاِليٌّ بِاعْتِباَرِ الأُسْبُوْعِ وَالثّاَنِيْ بِاعْتِباَرِ السَّنَةِ وَكَذَا الثّاَلِثُ وَفاَئِدَةُ تَكْرِيْرِ ذَلِكَ إِظْهَارُ شَرْفِ العَامِلِيْنَ بَيْنَ المَلاَئِكَةِ وَأَمّاَ عِرْضُهاَ تَفْصِيْلاً فَهُوَ رَفْعُ المَلاَئِكَةِ لَهاَ بِاللَّيْلِ مَرَّةً وَبِالنَّهاَرِ مَرَّةً اهـ

Semua amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah SWT, pelaporan amal ini ada yang bersifat tahunan yaitu setiap malam nisfu sya'ban atau malam qodar, ada yang bersifat mingguan, seminggu dua kali yaitu setiap hari senin dan hari kamis, dan ada yang bersifat harian yaitu setiap pagi dan sore. Mofit pelaporan amal ini karena untuk memuliakan pelaku amal kebaikan di hadapan para malaikat. ( Pustaka : I'anathu-Thalibin )

Dalam menyambut nisfu sya'ban selayaknya kita bermohon agar senantiasa diberkahkan umur, diselamatkan sehingga terlindung dari marabahaya serta mampu tidak berharap kepada sesama makhluq. Diantaranya diirngi dengan membaca surat Yasin bersama-sama.

قاَلَ بَعْضُهُمْ أَنْ تَقْرَأَ يس لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْباَنَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ؛ الأُوَلىَ بِنِيَّةِ طُوْلِ العُمْرِ . وَالثَّانِيَّةُ بِنِيَّةِ دَفْعِ البَلاَءِ . وَالثَّالِثَةُ بِنِيَّةِ الإِسْتِغْناَءِ عَنِ النَّاسِ

Para Ulama menyatakan, dalam menyambut nisfu Sya'ban diantaranya diirngi dengan membaca surat Yasin tiga kali dengan tiga pokok permohonan. Pertama bermohon dipanjangkan umur dalam taat ibadah kepada Allah Swt. Kedua bermohon agar di terlindung dari segala macam bencana. Ketiga bermohon agar tidak bergantung pada sesama makhluq.

DO'A NISFU SYA'BAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
إِلَهَناَ جُوْدُكَ دَلَّناَ عَلَيْكَ , وَإِحْساَنُكَ أَوْصِلَناَ إِلَيْكَ , وَكَرَمُكَ قَرَّبَناَ لَدَيْكَ , نَسْكُوْا إِلَيْكَ ماَلاَ يَخْفىَ عَلَيْكَ , وَنَسْأَلُكَ ماَ لاَ يُعْسِرُ عَلَيْكَ , إِذْ عِلْمُكَ بِأَحْوَلِناَ يَكْفِى عَنْ سُؤَالَناَ , ياَ مُفْرِجاً كَرْبَ المَكْرُوْبِيْنَ فَرِّجْ عَنّاَ ماَ نَحْنُ فِيْهِ , لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحاَنَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ , فاَسْتَجَبْناَ لَهُ وَنَجَّيْناَهُ مِنَ الغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنَجِّى المُؤْمِنِيْنَ , أَللَّـهُمَّ ياَ ذاَالمَنِّ وَلاَ يَمُنُّ عَلَيْهِ ياَ ذاَالجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ ياَ ذاَ الطُّوْلِ وَالإِنْعاَمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرُ اللاَّجِيْنَ وَجاَرُ المُسْتَجِرِيْنَ وَمَأْمَنُ الخاَئِفِيْنَ , أَللَّـهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَناَ عِنْدَكَ فىِ أُمِّ الكِتاَبِ شَقِياًّ أَوْ مَحْرُوْماً أَوْ مَطْرُوْداً أَوْ مُقْتَراً عَلَيْناَ فىِ الرِّزْقِ فاَمْحُ اللَّـهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقاَوَتَناَ وَحِرْماَناَ وَطَرَدِناَ وَاقْتاَرِ رِزْقِناَ , وَأَثْبِتْناَ عِنْدَكَ فىِ أُمَّ الكِتاَبِ سَعِيْداً مَرْزُوْقاً مُوْقِفاً لِلْخَيْراَتِ , فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فىِ كِتاَبِكَ المُنَزَّلِ عَلَى لِساَنِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ يَمْحُ اللهُ ماَ يَشاَءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتاَبِ إِلَهَناَ بِالتَّجَلِّى الأَعْظَمِ , فىِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْباَنَ المُكَرَّمِ , الَّتِى يُفْرَقُ فِيْهاَ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ , أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ البَلاَءِ ماَنَعْلَمُ وَماَ لاَ نَعْلَمُ وَماَ أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ النِّبِىِّ الأُمِىِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ .

Artinya ;
Ya Allah Ya Tuhan kami, kemurahan-Mu telah menunjukan kami dapat menghadap-Mu, kebaikan-Mu telah menghubungkan kami kepada-Mu, kemuliaan-Mu telah mendekatkan kami di hadapan-Mu, kepada-Mu kami memanjatkan sesuatu yang tidak akan pernah samar pada diri-Mu, kepada-Mu kami memohon sesuatu yang tidak akan pernah menyulitkan diri-Mu, karena pengetahun Engkau akan keadaan diri kami cukuplah itu sebagai permohonan kami, Ya Allah, Yang membebaskan kesulitan orang-orang yang sulit, bebaskan pula kami dari kesulitan yang kami alami, tiada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau sesungguhnya hanya kami sendirilah yang selalu berbuat dlolim, (ayat "maka kami mengabulkan permohonan dia (Nabi Yunus) dan kami menyelamatkan dia dari kesulitan (berada dalam perut ikan) demikian pula kami akan menyelamatkan orang-orang mukmin". Ya Allah Yang memiliki karunia besar dan tiada hal lain yang menandingi kepemilikan Engkau, Ya Allah Rahman, Yang Maha Agung nan Maha Mulia, Ya Allah Ya Rahiim, Yang memiliki karunia dan kenikmatan, tiada Tuhan melainkan Engkau, Sinar terang dari-Mu yang memancar pada orang-orang baik laksana mutiara, sinar terang dari-Mu yang mempesona pada orang-orang yang sungguh terpesona, dan sonar kedamaian dari-Mu jelas akan melindungi orang-orang yang takut. Ya Allah seandainya Engkau mencatat kami dalam buku induk-Mu sebagai orang yang celaka, orang yang terhalangi rahmat, orang yang terusir atau orang yang sangat kekurangan dalam harta, maka hapuskanlah kami dari semua itu Ya Allah.., dan tetapkan kami dalam buku induk-Mu sebagai orang yang selamat, sebagai orang mendapatkan karunia sesuai pada kebenaran. Sesungguhnya Engkau berfirman dan firman-Mu maha benar dalam kutab-Mu yang diturunkan kepada lisan Nabi-Mu yang di utus.."Allah bisa menghapus pada sesuatu yang dikehendaki dan bisa juga menetapkannya, di sisi-Nya ada bukum induk catatan manusia". Ya Allah Tuhan kami, berkat karunia besar-Mu di malam separuh sya'ban yang mulia ini, yang dimana akan segera ditetapkan setiap keputusan kebijakan-Mu dan setiap keputusan sanksi-Mu, agar senantiasa melepaskan segala malapetaka baik dari sesuatu yang kami ketahui ataupun dari sesuatu yang tidak kami ketahui, dan pada apa yang Engkau lebih mengetahuinya, sesungguhnya Engkau maha Agung nan Maha Pemurah. Semoga Allah sampaikan kasih sayang dan keselamatan kepada penghulu kami, yaitu Nabi Muhammad yang tidak bisa baca dan menulis (ini karena untuk menyatakan qur'an itu firman Allah SWT), juga kepada keluarga beliau serta para sahabat. Amien. (Pustaka : Fathul Muluk Al-Majid)

Catatan :
Susunan membaca Yasin adalah sebagai berikut : Setelah membaca Yasin pertama, kemudian do’a bersama-sama. Setelah membaca Yasin kedua, kemudian do’a bersama-sama dan setelah membaca Yasin ketiga, kemudian do’a bersama-sama. Jika mungkin setiap kali berdoa sebanyak 10 kali :


Allah mengetahui segalanya…
By Ahmad Daerobiy

Friday, June 15, 2012

DO'A BERLINDUNG DARI MAKHLUK HALUS

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
أَعُوْذُ بِوَجْهِ اللهِ الكَرِيْمِ وَبِكَلِماَتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَيُجاَوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلاَفاَجِرٌ مِنْ شَرِّ ماَيَنْزِلُ مِنَ السَّماَءِ وَمِنْ شَرِّ ماَيَعْرِجُ فِيْهاَ وَمِنْ شَرِّ ماَذَرَأَ فىِ الأَرْضِ وَمِنْ شَرِّ ماَيَخْرُجُ مِنْهاَ وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهاَرِ وَمِنْ طَواَرِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهاَرِ إِلاَّ طاَرِقاً يَطْرُقُ بِخَيْرٍ ياَرَحْمَنُ
Aku berlindung dengan Dzat Allah yang Maha Pemurah, dengan kalimat-kalimat Allah yang maha sempurna, yang tidak pernah melewati batas kebaikan dan tidak pernah tersentuh kejahatan, dari keburukan musibah yang turun dari langit, dari keburukan maksiat yang naik ke langit, dari keburukan sesuatu yang tercipta di muka bumi, dari keburukan sesuatu yang keluar dari perut bumi, dari keburukan di waktu malam dan siang, dan dari keburukan hal baru di malam dan siang, melainkan semua bisa mematuhi kebaikan, Wahai Yang maha Pengasih, Amien.
(Dibaca setiap selesai shalat fardu, terutama saat mengalami takut)

(أَعُوْذُ) أَىْ أَتَحَصِنُ وَأَسْتَجِيْرُ (بِوَجْهِ اللهِ) أَىْ ذاَتِهِ المُقَدَّسِ , أَوْلَهُ تَعاَلىَ وَجْهٌ لاَنَعْلَمُ حَقِيْقَتَهُ مُنَزَّهٌ عَنِ الجاَرِحَةِ وَالجِسْمِيَّةِ وَالعِرْضِيَّةِ , وَالأَوَّلُ طَرِيْقُ الخَلَفِ وَالثَّانِى طَرِيْقُ السَّلَفِ , (الكَرِيْمُ) المُعْطِى الوَهَّابُ المُسْتَحِيْلُ عَلَيْهِ ضِدُّهُ , وَهُوَ نَعْتٌ لِلْوَجْهِ أَوْ ِللهِ , (وَبِكَلِماَتِ اللهِ) الَّتِى لاَتَنْفُذُ أَىْ لاَتَفْرُغُ وَهُوَ كَلاَمُهُ القَدِيْمُ أَوْ القُرْآَنُ العَظِيْمُ أَوْصِفاَتُهُ العَلِيَّةُ , (التَّامَّاتِ) الَّتِى لاَيَعْتَرِيْهاَ نَقْصٌ وَلاَعَيْبٌ أَوْ النَّافِذاَتٌ فىِ خَلْقِهِ الَّتِى (لاَيُجاَوِزُهُنَّ) أَىْ لاَيَتَعَدَاهُنَّ (بِرٌّ) أَىْ صاَلِحٌ تَقِىٌّ (وَلاَفاَجِرٌ) وَلاَفاَسِقٌ

(Aku berlindung) maksudnya aku memohon di bentengi dan di lindungi (dengan Dzat Allah) maksudnya dengan DZat Allah yang maha suci. Atau Allah memiliki Wajah yang kita tidak mengenali hakikat wajah-Nya, suci dari organ tubuh, suci dari benda juga suci dari sifat benda. Makna pertama ialah melalui cara Ulama Kholaf (Ulama generasi kemudian) sedang makna kedua ialah melalui cara Ulama Salaf (Ulama generasi pertama atau Shabat Nabi SAW). (Yang maha Pemurah) Yang maha Memberi Dan maha Mengkaruniai, yang mustahil bagi Allah tidak demikian. Lafadz Al-Karim ialah bentuk na'at untuk lafadz Wajhi atau lafadz Allahi (Dengan kalimat-kalimat Allah) maksudnya firman Allah yang tidak akan pernah habis atau berakhir, yaitu firman Allah dahulu yang tidak berawal dan tidak berakhir atau Al-Qur'an yang agung atau sifat-sifat Allah yang luhur. (Yang maha sempurna) maksudnya firman Allah yang tidak mengalami sedikitpun kekuarangan atau cacat, atau lulus dalam keberadaannya yang tidak melewati batas kebaikan, dan tidak terkontaminasi kejahatan.

(مِنْ شَرٍّ) مُتَعَلِقٌ بِأَعُوْذُ , (ماَيَنْزِلُ مِنَ السَّماَءِ) أَىْ مِنَ البَلاَءِ , (وَمِنْ شَرِّ ماَيَعْرِجُ فِيْهاَ) أَىْ ماَيَصْعُدُ إِلَيْهاَ مِنَ المَعاَصِى المُوْجِبَةِ لِلْغَضَبِ وَنُزُوْلِ المِحَنِ وَالمَصاَئِبِ , وَماَأَصاَبَكُمْ مِنْ مُصِيْبَةٍ فَبِماَكَسَبَتْ أَيْدِيْكُمْ , (وَمِنْ شَرِّ ماَذَرَأَ) بِذاَلٍ مُعْجَمَةٍ آَخِرُهُ راَءٌ أَىْ ماَخَلَقَ اللهُ (فىِ الأَرْضِ) مِنْ كُلِّ مُؤْذٍ عاَقِلٍ أَوْغَيْرِهِ وَحَشٍّ أَوْغِيْرِهِ , (وَمِنْ شَرِّ ماَيَخْرُجُ مِنْهاَ) أَخَصُّ مِمَّاقَبْلَهُ أَىْ ماَيَظْهَرُ مِنَ الهَواَمِ كاَلحَياَتِ وَالعَقاَرِبِ

(Dari keburukan) Lafadz Min Syarri itu terikat dengan lafadz A'udzu. (Sesuatu yang turun dari langit) maksudnya dari musibah. (Dan dari keburukan sesuatu yang naik ke langit) maksudnya segala macam yang dilaporkan naik kelangit, yaitu berupa bentuk maksiat yang mengundang murka Allah dan turunnya malapetaka atau bencana. Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri (QS. Asy-Syura 30).  (Dan dari keburukan sesuatu yang tercipta) kalimat memakai huruf Dzal titik akhirnya Ra, maksudnya sesuatu yang tercipta (di muka bumi) dari setiap yang menyakiti berkal atau tidak, dari setiap makhluk liar atau bukan. (Dari keburukan sesuatu yang keluar dari perut bumi) kalimat ini lebih khusus dari sebelumnya, maksudnya sesuatu yang nampak yaitu hewan buas seperti ular atau kalajengking.

(وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهاَرِ) جَمْعُ فِنْتَةٌ وَهِىَ كُلُّ ماَتَعَلَّقَتْ بِهِ النَّفْسُ وَاشْتَغَلَتْ بِهِ عَنْ خاَلِقِهاَ جَلَّ وَعَزَّ مِنْ ماَلٍ وَوَلَدٍ وَزَوْجَةٍ وَأَوْلىَ غَيْرُهاَ مِنَ المَعاَصِى وَاللَّهْوِ , (وَمِنْ طَواَرِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهاَرِ) أَىْ حَواَدِثِهِماَ الَّتِى تُصِيْبُ الإِنْساَنَ بَغْتَةً , (إِلاَّ طاَرِقاً يَطْرُقُ) بِضَمِّ الرَّاءِ أَىْ يَأْتِى (بِخَيْرٍ) أَىْ فاَئِدَةٍ فِيْهاَ سَلاَمَةُ الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ مِنْ عِلْمٍ وَماَلٍ طَيِّبٍ لاَيَشْغُلُ عَنِ اللهِ تَعاَلىَ , (ياَرَحْمَنُ) أَىْ ياَمُنْعِمٌ بِجَلاَئِلِ النِّعَمِ كَماَوَكَيْفاَ ياَرَؤُفاً بِعِباَدِهِ فىِ كُلِّ حاَلٍ

(Dari keburukan di waktu malam dan siang) jama' dari lafadz fitnah, yaitu setiap yang terikat oleh hawa nafsu sehingga tersita dan menjauh dari menyembah Sang Pencipta, Allah maha Agung dan maha Mulia, baik itu berupa harta, anak ataupun istri, terlebih sampai melakukan perbuatan maksiat dan permainan yang melalaikan. (Dari keburukan hal baru di waktu malam dan siang) maksudnya hal-hal yang baru terjadi dan mengenai manusia secara tiba-tiba (Melainkan melainkan semua bisa mematuhi) dengan dlommah huruf Ra, maksudnya mendatangkan (Kebaikan) maksudnya berguna atau bermanfaat disana, sehingga selamat agama dan dunia, baik itu berupa ilmu atau harta yang baik yang tidak menyita waktu yang membuat jauh dari ibadah kepada Allah. (Wahai Yang maha Pengasih) Maksudnya Wahai Yang member nikmat akan kenikmatan-kenikmatan besar, seperti yang telah terjadi, Wahai Yang maha Penyayng kepada hamba-hamba Nya di setiap keadaan. Amien..

Pustaka : Hasyiah Abi Al-Barakaat Sayid Ahmad Ad-Dardir

Thursday, June 7, 2012

SANKSI PENIMBUN HARTA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ الَّذِي جَمَعَ مَالاً وَعَدَّدَهُ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ كَلاًّ لَيُنْبَذَنَّ فيِ الحُطَمَةِ وَمَا أَدْرَاكَ مَاالحُطَمَةُ نَارُ اللهِ المُوقَدَةُ الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الأَفْئِدَةِ إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ فيِ عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

Berikut ini tafsir surat Al-Humazah yang di kutif dari kitab Lubed Al-Munir disusun oleh Syekh Muhammad Nawawi, semoga bermanfaat.

( وَيْلٌ ) أَىْ شِدَّةُ عَذاَبٍ أَوْواَدٍ فىِ جَهَنَّمَ مِنْ قَيْحٍ وَدَمٍ

Wael mengandung arti siksa yang sangat pedih atau mengandung arti, salah satu lembah di dalam neraka Jahannam yang dibanjiri banyak nanah dan darah.

( لِكُلِّ هُمَزَةٍ ) أَىْ مُغْتاَبٍ لِلنَّاسِ مِنْ خَلْفِهِمْ ( لُمَزَةٍ ) أَىْ طَعاَنٍ فىِ وُجُوْهِهِمْ

Adalah disediakan untuk orang-orang yang selalu membicarakan keburukan orang lain dari belakang. Dan juga orang yang selalu bermuka masam di hadapan orang lain.

Ayat ini diturunkan pada masa Akhnasy bin Syariq, dia selalu bermuka masam dan membicarakan keburukan orang lain, terlebih-lebih dia melakukan semua itu pada baginda Rasulul Saw, sebagaimana riwayat ini diceritakan Syekh ‘Atho, Syekh Al-Kalbiy dan  Syekh As-Sadiy.

Menurut pendapat lain, atau ayat ini diturun-kan pada masa Wuled bin Al-Mugiroh, dia selalu membicara-kan keburukan baginda Nabi Saw dari belakang, dan juga dia selalu bermuka masam dihadapan baginda Nabi Saw, hal ini sebagaimana riwayat Syekh Muqotil dan Syekh Jurej.

Menurut pendapat lain, atau ayat ini diturunkan pada masa Ubay bin Kholaf sebagaimana diriwayatkan oleh Utsman bin Umar. Atau ayat ini diriwayatkan pada masa Umayyah bin Kholaf sebagaimana diriwayat-kan oleh Muhammad bin Ishaq. Atau ayat ini diturunkan pada masa Jamil bin Falal sebagai-mana diriwayatkan oleh Mujahid.

( الَّذِي جَمَعَ مَالاً وَعَدَّدَهُ ) أَىْ أَحْصاَهُ

Dia yang selalu menimbun-nimbun harta kekayaan dan menghitungnya, artinya selalu menghitung-hitung jumlah harta kekayaannya.
وَقاَلَ الأَخْفَشُ أَىْ جَعَلَهُ ذَخِيْرَةً لِحَواَدِثِ الدَّهْرِ

Syekh Al-Akhfasy berkata ; maksudnya ialah selalu menjadikan hartanya sebagai bentuk simpanan atau timbunan untuk masa depan.

وَقاَلَ الضَّحاَكُ أَىْ أَعَدَّ ماَلَهُ لِمَنْ يَرِثَهُ مِنْ أَوْلاَدِهِ وَقِيْلَ أَىْ فاَخِرٌ بِكَثْرَةِ عَدَدٍ

Syekh Adl-Dlohak berkata ; Maksudnya ialah selalu menghitung hartanya untuk dibagikan pada ahli waris diantara anak-anaknya. Disebutkan juga artinya dia membangga-banggakan diri disebabkan hartanya yang berjumlah banyak.

Qoroat Hamzah, Qiroat Al-Kisaiy, Qiroat Ibnu Amir membaca lafadz “Jamma’a” menggunakan tasydid pada huruf mim, karena mengandung arti banyak.

Qiroat Al-Hasan dan Qiroat Al-Kalbiy membaca lafadz “Wa’adadahu” dengan  menggunakan huruf dal tanpa tasydid, serta diataf-kan (dihubungkan) pada lafadz “Maalan”, artinya dia menimbun harta lalu menghitung jumlah harta tersebut. Atau artinya dia mengundang banyak orang diantara kerabat dan tetangganya yang semuanya selalu membantu dirinya dalam menghitung berapa jumlah hartanya.

Disebutkan juga, lafadz “Wa’addada” adalah fiil madli yang dilepaskan dari idghom.

( يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ ) أَىْ يَظُنُّ الكاَفِرُ أَنَّ ماَلَهُ جَعَلَهُ خاَلِداً فىِ الدُّنْياَ لاَيَمُوْتُ لِطُوْلِ أَمَلِهِ وَلِفَرَطِ غَفْلَتِهِ وَيَعْتَقِدُ أَنَّهُ إِنْ نَقَصَ ماَلُهُ يَمُوْتُ لِبُخْلِهِ

Dia menyangka bahwa hartanya akan membuat-nya kekal, artinya orang kafir akanmenyangka bahwa hartanya akan menjadikannya kekal di dunia, dia merasa tidak akan mengalami mati karena angan-angannya jauh, kelalaiannya semakin keliru, dia meyakini bahwa apa bila hartanya berkurang maka dia akan merasa mati dan tidak akan hidup, karena sikap pelit dirinya.

قاَلَ الحَسَنُ ماَرَأَيْتُ يَقِيْناً لاَشَكَّ فِيْهِ أَشْبَهَ بِشَكٍّ لاَيَقِيْنَ فِيْهِ كاَلمَوْتِ

Syekh Al-Hasan berkata ; Aku tidak melihat suatu keyakinan yang tidak diragukan lagi hampir serupa dengan dengan sesuatu yang diragukan dan tidak ada keyakinan sedikit-pun, ialah ingat serta meyakini kematian, kematian sungguh yakin terjadi akan tetapi seolah masih diragukan.


Disebutkan, Diduga bahwa harta akan membuat kekal pemiliknya di dunia dengan mengantar nama baik dan membuat kekal diakhirat dalam kenikmatan yang kekal dan abadi, hal ini adalah sindiran untuk melakukan amal soleh.

( كَلاَّ ) أَىْ لَيْسَ الأَمْرُ كَماَيَظُنُّ أَنَّ الماَلَ يُخْلِدُهُ بَلْ العِلْمُ وَالصَّلاَحُ وَعَلَى هَذاَ يَجُوْزُ الوَقْفُ هُناَ أَوْ بِمَعْنَى حَقًّا

Tidak, artinya tidak seperti itu sebagaimana diduga bahwa harta itu akan membuat kekal. Akan tetapi yang membuat kekal adalah hanya ilmu dan kebaikan.

Atas dasar ini maka boleh wakaf (berhenti baca) disini, atau makna dari “Kallaa” ialah benar demikian.

( لَيُنْبَذَنَّ فىِ الحُطَمَةِ ) أَىْ واَللهِ لَيَطْرَحْنَ فىِ النَّارِ الَّتِى تَحَطَمَ كُلُّ مَنْ وَقَعَ فِيْهاَ أَىْ تُكَسِّرُهُ 

Sungguh dia akan dilemparkan ke dalam neraka Khuthomah, artinya demi Allah dia pastinya akan dilemparkan ke neraka, yaitu neraka yang akan menghanguskan setiap sesuatu yang terlempar ke dalamnya.

“Layunbadzani” dibaca dalam bentuk Tastniah artinya dia dan hartanya akan dilemparkan ke neraka. “Layunbadzunna” dibaca dengan memakai dlommah huruf Dzal artinya dan termasuk para pembantunya. Demikian itu adalah disebabkan bahwa perbuatan dan prilakunya adalah seperti rahasia sifat manusia.

فَإِنَّ الجَزَاءَ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ
Balasan ialah sesuai jenis amal yang dilakukannya.

( وَماَ أَدْراَكَ ماَالحُطَمَةِ ) الَّتِى هِىَ جَزاَءُ الهَمْزَةِ اللُّمَزِةِ ( ناَرُ اللهِ المُوْقَدَةِ ) أَىْ الَّتِى لاَتَخْمِدُ أَبَداً بِقُدْرَتِهِ تَعاَلىَ

Apakah anda tahu, apakah Khuthomah itu ?, dia adalah neraka yang merupakan balasan bagi orang selalu membcirakan keburukan orang dan selalu bermuka masam di hadapan orang.

Dia adalah api yang dinyalakan, artinya api yang tidak akan pernah padam selama-lamanya, ini berkat kekuasaan Allah. Konon api neraka itu dinyaakan dala ribuan tahun, dan panasnya ribuan kali lipat panas api dunia

( الَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى الأََفْئِدَةِ ) أَىْ الَّتِى تَعْلُوْ وَساَطَ القُلُوْبِ فَإِنَّهاَ مَحَلُ العَقاَئِدِ الزَّائِغَةِ وَمَنْشَأُ الأَعْماَلِ السَّيِّئَةِ

Yaitu api yang akan menembus ke dalam hati, artinya api yang naik dan membakar menembus ke dalam hati, karena hati itu merupakan tempat aqidah yang sesat dan tempat timbul amal-amal yang buruk.

( إِنَّهاَ عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ ) أَىْ مُطْبِقَةٌ أَوْ مُغَلِقَةٌ

Hati mereka pada diri mereka itu dalam keadaan terkunci, artinya hati mereka itu tertutup, terkunci untuk menerima kebaikan.

( فىِ عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ ) أَىْ حاَلَ كَوْنِهِمْ مُوْثِقِيْنَ فىِ عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ مِثْلَ المُقاَطِرِ الَّتِى تَقْطُرُ فِيْهاَ اللُّصُوْصُ

Pada saat harus berpegang teguh pada tiang kebenaran, artinya saat mereka harus berpegang teguh pada tiang kebenaran yang memanjang, seperti terowongan panjang yang menjadi celah kaburnya seorang pencuri, Ya Allah lindungi kami dari semua itu wahai Dzat yang paling mulia diantara yang mulia. Tiang di sini maksudnya setiap sesuatu yang memanjang baik berupa kayu atau besi.

Allah Mengetahui segalanya.


KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)