Thursday, February 10, 2011

MENTAULADANI AKHLAQ RASULULLAH SAW


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ , وَإِنَّ لَكَ َلأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍ , وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Berkat nikmat Tuhanmu, kamu (Muhammad) sungguh bukan orang gila. Sungguh bagimu benar-benar pahala besar yang tidak putus-putus. Sungguh kamu memiliki budi pekerti yang agung. (QS. Al-Qolam 2- 4)

إِلَـهِىَ رَوِّحْ رُوْحَـهُ وَضَــرِيْحَهُ
بِعَرْفٍ شَـذِيٍّ مِنْ صَـلاَةٍ وَرِضْـواَنِ
Wahai Tuhanku, harumkanlah ruh serta pembaringan baginda Rasulullah SAW
Dengan wewangian yang sangat harum, yaitu sholawat dan keridloan-MU
وَقَدْ كاَنَ مَـوْلاَناَ كَثِـيْرَ تَواَضُـعٍ
شَـدِيْدَ حَياَءٍ راَقِعاً خِـرْقَ قُـمْصاَنِ
Sungguh baginda Rasulullah SAW itu sangat tawadlu’
Sangat pemalu, menambal sendiri pakian yang robek.
وَيَخْصِـفُ نَعْـلَيْهِ وَيَـحْلِبُ شاَتَهُ
وَيَخْـدُمُ أَهْلِـيْهِ بِرِفْـقٍ وَإِحْــساَنِ
Menjahit sendiri (sol) sendal, memeras susu kambing
Melayani keluarga penuh kasih sayang dan kebaikan
يُحِـبُّ مَساَكِـيْناً يَعُوْدُ مَرِيْضَـهُمْ
يُشَـيِّعُ مَوْتاَهُـمْ يُـواَرِيْ بِأَكْــفاَنِ
Menyukai orang miskin, menengok orang sakit
Mengantar jenazah, membungkusnya dengan kafan
وَلَيْـسَ لِمَنْ أَشْـواَهُ فَقْرٌ وَفاَقَــةٌ
يُحَــقِّرُ بَلْ يَبْـدُوْ لَهُ مِنْهُ بِشْــراَنِ
Tidak ada alasan orang harus jahat kepada beliau
Atau dendam, bahkan orang akan temukan nyaman
وَيَقْبَـلُ ذاَ عُـذْرٍ يُماَشِـيْ أَراَمِلاً
يُواَسِــيْهِمْ بِرّاً يُماَشِـيْ لِعِــبْداَنِ
Menerima peminta maaf, menyantuni janda tua
Memenuhi hajat orang dengan mendatanginya

قاَلَتْ عاَئِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهاَ - كاَنَ خُلُقُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ القُرْآَنَ - تَعْنِيْ التَّأَدُّبُ بِآَدَابِهِ وَامْتِثاَلِ أَوَامِرِهِ

Berkata baginda Aisyah RA : “Akhlaq Rasulullah SAW ialah Al-Qur’an” (HR. An-Nasai). Maksudnya prilaku keseharian beliau adalah ajaran Al-Qur’an, dan senantiasa memenuhi perintah-perintah Al-Qur’an

وَعَبَّرَ ابْنُ عَبَّاسِ عَنِ الخُلُقِ بِالدِّيْنِ وَالشَّرْعِ , وَذَلِكَ رَأْسُ الخُلُقْ , وَتَفْصِيْلُ ذَلِكَ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَّعَ كُلَّ فَضِيْلَةٍ وَحاَزَ كُلَّ خَصْلَةٍ جَمِيْلَةٍ ، فَمِنْ ذَلِكَ شَرْفُ النَّسَبِ وَوُفُوْرُ العَقْلِ وَصِحَّةُ الفَهْمِ وَكَثْرَةُ العِلْمِ وَشِدَّةُ الحَياَءِ وَكَثْرَةُ العِباَدَةِ وَالسَّخاَءُ وَالصِّدْقُ وَالشَّجاَعَةُ وَالصَّبْرُ وَالشُّكْرُ وَالمُرُوْءَةُ وَالتَّوَدُّدُ وَالاِقْتِصاَدُ وَالزُّهْدُ وَالتَّوَاضُعُ وَالشُّفْقَةُ وَالعَدْلُ وَالعَفْوُ وَكَظْمُ الغَيْظِ وَصِلَةُ الرَّحْمِ وَحُسْنُ المُعاَشِرَةِ وَحُسْنُ التَّدْبِيْرِ وَفُصاَحَةُ اللِّساَنِ وَقُوَّةُ الحَوَاسِ وَحُسْنُ الصُّوْرَةِ وَغَيْرُ ذَلِكَ ، حَسْبَماَ وَرَدَ فيِ أَخْباَرِهِ وَسَيْرِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِذَلِكَ قاَلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ - بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ مَكاَرِمَ الأَخْلاَقِ -

Ibnu Abbas menyebut orang yang berakhlaq ialah sesuai dengan ajaran agama dan syari’at, karena itulah sumber akhlaq. Rinciannya sebagai berikut : Bahwa Baginda Rasulullah SAW menghimpun semua keutamaan dan memperoleh segala perbuatan yang terpuji. Oleh karenanya beliau memiliki keturunan yang baik, akal yang cerdas, faham yang sehat, banyak ilmu, pemalu, banyak ibadah, pemurah, jujur, berani, sabar, syukur, berwibawa, pengasih, sederhana, zuhud, rendah hati, menyukai kawan, adil, pemaaf, menahan marah, silaturahmi, baik dalam pergaulan, propesional, berbahasa fasih, kuat panca indera, berpenampilan baik dan lain sebagainya. Semua sesuai hadits dan biografi beliau yang sudah tersurat. Dengan demikian beliau bersabda : “Aku di utus ialah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia” (HR.. Baihaqi)

Pustaka : At-Tashil Li-‘Ulumit-Tanzil, Syekh Ibnu Juziy Juz 1 hal. 2439

WASPADALAH..., MENDAPATKAN ILMU TANPA GURU

وَمِنْ كَلاَمِ أَبِيْ يَزِيْدْ البُسْطاَمِيْ قُدِّسَ سِرُّهُ ؛ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَّيْطاَنُ

Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy quddisa sirruh menyatakan ; Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.

Tafsir Ruhul-Bayan, Juz 5 hal. 203 Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60

Ketika tidak mendapatlan ilmu tanpa guru maka jelas dia gurunya syetan dan kesesatannya lebih terbuka lebar, maka waspadailah. Apakah anda punya guru agama? Datangilah beliau, jika anda ingin mendapatkan ilmunya dan bermanfaat..


Lihat LOKASI MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA di peta yang lebih besar

NASKAH POPULER