Wednesday, March 21, 2012

MENGENAL CARA SALAM DI AKHIR SHALAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
مِفْتاَحُ الصَّلاَةِ الوُضُوْءُ وَتَحْرِيْمُهاَ التَّكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهاَ التَّسْلِيْمُ - رَواَهُ أَبُوْ داَوُدَ وَالتُّرْمُذِى

Pembuka shalat ialah Wudlu, penghormatannya Takbir dan melepas dari shalatnya dengan Salam. (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

السَّلاَمُ فىِ الصَّلاَةِ هُوَ المُسَمَّى بِالتَّحْلِيْلِ أَيْضاً قاَلَ المُصَنِّفُ (أَقَلُّ السَّلاَمِ) لِلتَّحْلِيْلِ (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ)

Salam dalam shalat, yaitu yang di sebut dengan melepaskan diri dari shalat. Penyusun (Syekh Salim bin Sumer) berkata :  (Salam yang paling pendek) ketika keluar shalat ialah kalimat (As-Salaamu ‘Alaikum).

قاَلَ الشِّبْراَمِلْسِى وَلَوْ سُكِنَ المِيْمُ (تَشْدِيْدُ السَّلاَمِ) واَحِدٌ وَهُوَ (عَلَى السِّيْنِ) وَأَكْمَلُهُ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Asy-Syibramilsiy berkata : Meskipun huruf Mim disukunkan (Tasydid As-Salaam) ada satu (di atas huruf Sin). Salam paling sempurna ialah (lihat huruf Arabnya) Artinya ; “Keselamatan semoga pada kalian dan juga Rahmat Allah”.

وَلاَ تُسَنُّ وَبَرَكاَتُهُ وَتُسَنُّ تَسْلِيْمَةً ثاَنِيَّةً لِلإِتِّباَعِ

Tidak disunnahkan baca “Wabarakaatuh” di salam pertama tapi disunnahkan di Salam kedua, ini karena mengikuti cara shalat Nabi SAW.

وَلَوْ اقْتَصَرَ الإِماَمُ عَلَى تَسْلِيْمَةٍ سُنَّ لِلْمَأْمُوْمِ تَسْلِيْمَتاَنِ ِلأَنَّهُ خَرَجَ عَنِ المُتاَبِعَةِ بِالأُوْلىَ , بِخِلاَفِ التَّشَهُدِ الأَوَّلِ لَوْتَرَكَهُ الإِماَمُ لَزِمَ المَأْمُوْمَ تَرْكُهُ لِوُجُوْبِ المُتاَبِعَةِ قَبْلَ السَّلاَم

Jika Imam menyingkat dengan melakukan satu salam, maka makmum disunnahkan memakai dua salam, karena makmum telah keluar dari mengikuti Imam sebab salam pertama. Lain hal Tasyahud, jika Imam meninggalkan Tasyahud maka makmum wajib meninggalkan Tasyahud juga, karena makmum wajib mengikuti Imam sebelum Salam.

وَلَوْسَلِمَ الثَّانِيَّةَ مُعْتَقِداً أَنَّهُ سَلِمَ الأُوْلىَ لَمْ يُكْفِهِ وَيُسَلِّمُ الأُوْلىَ وُجُوْباً وَيُعِيْدُ الثَّانِيَّةَ نَدْباً وَيَسْجُدُ لِلسَّهْوِ

Jika makmum melakukan salam kedua dengan keyakinan bahwa salam itu adalah yang pertama, maka salam itu tidak sah, dan wajib melakukan salam pertama dan sunnah mengulang salam yang keduanya, lalu dia sujud sahwi.


وَيُسَنُّ عِنْدَ إِتْياَنِهِ بِالمَرَّتَيْنِ أَنْ يَفْصُلَ بَيْنَهُماَ بِسَكْتَةٍ وَقَدْ تَحْرُمُ الثَّانِيَّةَ بِأَنْ عُرِضَ بَعْدَ الأُوْلىَ مُناَفٍ لِلصَّلاَةِ كَحَدَثٍ وَخُرُوْجِ وَقْتِ جُمْعَةٍ , بِخِلاَفِ وَقْتِ غَيْرِهاَ مِنَ الصَّلاَةِ ِلأَنَّهاَ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ جُزْءاً مِنَ الصَّلاَةِ فَهِىَ مِنْ تَواَبِعِهاَ وَمُلْحَقاَتِهاَ

Disunnahkan ketika makmum melakukan salam dua kali agar memisah dua salam tersebut dengan diam, karena dia telah masuk ruang Takbiratul-Ikhram kedua, jika dia telah melihat hal yang membatalkan shalatnya setelah salam pertama seperti hadats dan keluar waktu jum’at. Lain halnya dengan waktu shalat selain shalat jum’at, waktu pada shalat jum’at meskipun bukan bagian dari shalat, ialah termasuk paket shalat jum’at dan hal-hal yang dikategorikan jum’at.

وَيُسَنُّ أَنْ يَسْرَعَ بِالسَّلاَمِ وَلاَيَمُدَّهُ وَأَنْ يُسَلِّمَ المَأْمُوْمُ بَعْدَ فِراَغِ الإِماَمِ مِنْ تَسْلِيْمَتَيْهِ

Disunnahkan agar mempercepat bacaan Salam, dan jangan memperlama Salam, makmum hendaknya melakukan salam setelah selesai kedua salam imam.

وَلَوْقاَرَنَهُ جاَزَ كَبَقِيَةِ الأَرْكاَنِ إِلاَّ تَكْبِيْرَةَ الإِحْراَمِ لَكِنْ المُقاَرَنَةُ فىِ ذَلِكَ مَكْرُوْهَةٌ مُفَوِّتَةٌ لِفَضِيْلَةِ الجَماَعَةِ فِيْماَ قاَرَنَ فِيْهِ فَقَطْ

Jika makmum melakukan Salam bersamaan imam maka itu boleh, seperti rukun-rukun shalat lainnya kecuali Takbiratul-Ikhram. Tetapi Salam bersamaan  imam itu adalah makruh yang menghilangkan keutamaan berjama’ah pada saat perlakuan bersamaan saja.

أَمَّاالمُقاَرَنَةُ فىِ تَكْبِيْرَةِ الإِحْراَمِ أَوْ فىِ بَعْضِهاَ فَحَراَمٌ مُبْطِلَةٌ لِلصَّلاَةِ

Adapun makmum yang bersamaan melakukan Takbiratul-Ikhram dengan imam atau bersamaan di sebagiannya maka itu haram, membatalkan shalat.

Allah mengetahui segalanya…

Pustaka : Kasyifatus-Saja Syarah Safinatun-Naja Syekh Nawawi

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)