Friday, December 14, 2012

SYUKUR NIKMAT DAN KUFUR NIKMAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
بِأَنَّ اللهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Anfal 53)
Merubahnya dengan tidak mensyukuri nikmat

وَأَصْلُ الشُّكْرِ مَعْرِفَةُ العَبْدِ بِأَنَّ جَمِيْعَ ماَ بِهِ مِنَ النِّعَمِ وَماَ عَلَيْهِ مِنْهاَ فىِ ظاَهِرِهِ وَباَطِنِهِ مِنَ اللهِ تَعاَلىَ تَفَضُّلاً مِنْهُ سُبْحاَنَهُ وَامْتِناَناً

Asal makna syukur ialah seorang hamba mengetahui bahwa semua nikmat dan segala hal terkait nikmat, secara lahiriyah atau batiniyah adalah dari Allah SWT, sebagai bentuk kemurahan dan karunia dari Allah SWT. 

وَمِنَ الشُّكْرِ الفَرْحُ بِوُجُوْدِ النِّعَمِ مِنْ حَيْثُ أَنَّهَا وَسِيْلَةٌ إِلىَ العَمَلِ بِطاَعَةِ اللهِ وَنَيْلِ القُرْبِ مِنْهُ , وَمِنَ الشُّكْرِ الإِكْثاَرُ مِنَ الحَمْدُ ِللهِ وَالثَّناَءِ عَلَيْهِ تَعاَلىَ بِاللِّساَنِ , قاَلَ T لَوْ أُعْطِىَ رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِى الدُّنْيَا بِأَسْرِهاَ ثُمَّ قاَلَ الحَمْدُ ِللهِ كاَنَ قَوْلُهُ الحَمْدُ ِللهِ أَفْضَلٌ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ – الحَدِيْثَ ؛ وَقاَلَ T إِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ العَبْدِ يَأَكُلُ الأَكْلَةَ وَيَشْرُبُ الشُّرْبَةَ فَيَحْمِدَهُ عَلَيْهَا

Diantara syukur nikmat ialah merasa senang akan adanya nikmat, jika nikmat tersebut menjadi perantara melakukan amal ibadah dan kebaikan, atau mengantarkan lebih dekat kepada Allah SWT. Diantara syukur nikmat ialah banyak membaca “Hamdallah” serta menyanjung-Nya. Nabi SAW bersabda, “Apabila seseorang dari ummatku dikaruniakan dunia dan kemegahannya kemudian membaca hamdallah, maka ucapan hamdallah-nya itu lebih utama dari semua harta dunia dan kemegahannya.” (HR. Ibnu Majah) Bacalah haditsnya!. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah akan restu kepada seseorang yang menyantap makanan dan meneguk minuman kemudian ia membaca hamdallah karenanya.” (HR. Muslim)

وَمِنَ الشُّكْرِ العَمَلُ بِطاَعَةِ اللهِ وَأَنْ يَسْتَعِيْنَ بِنِعَمِ اللهِ عَلَى طاَعَتِهِ وَأَنْ يَضِيْعَ نِعَمَ اللهِ فىِ مَوَاضِعِهَا الَّتِى يُحِبُّهاَ اللهُ , وَذَلِكَ هُوَ غاَيَةُ الشُّكْرِ وَنِهاَيَتِهِ , وَأَنْ لاَ يَتَكَبَّرَ بِالنِّعَمِ وَلاَ يَفْتَخِرُ بِهَا عَلَى عِباَدِ اللهِ وَلاَ يَبْغِى وَلاَ يَطْغَى وَلاَ يَتَحَدَّى عَلَى العِباَدِ وَمَنْ فَعَلَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَقَدْ كَفَرَ النِّعْمَةَ وَلَمْ يَشْكُرُهَا , وَالكُفْرَانُ سَبَبٌ لِسَلْبِ النِّعَمِ وَتُبْدِلُهَا بِالنِّقَمِ , فاَلتَّارِكُ لِلشُّكْرِ مُتَعَرِضٌ لِلسُّلْبِ وَالهِلاَكِ وَالشَّاكِرُ مُتَعَرِضٌ لِلْخَيْرِ وَالمَزِيْدِ , وَمِنَ الشُّكْرِ تَعْظِيْمُ النِّعْمَةِ وَإِنْ كاَنَتْ صَغِيْرَةً نَظْرًا إِلىَ عُظْمَةِ المُنْعِمِ بِهَا تَبَارَكَ وَتَعاَلىَ

Diantara syukur nikmat ialah melakukan amal ibadah, nikmat Allah itu digunakan untuk menunjang amal ibadah, dn menempatkannya dalam hal-hal yang sukai Allah SWT. Hal ini termasuk syukur nikmat paling tinggi dan penghujung syukur. Jangan pernah congkak dengan nikmat dari Allah, jangan pula nikmat Allah dijadikan bahan kesombongan di hadapan orang lain. Dengan nikmat Allah, jangan digunakan jahat, jangan di buat hal buruk dan jangan pula digunakan melewati batas norma. Karena barangsiapa melakukan satu saja dari hal buruk itu, maka termasuk mengkufuri nikmat dan tidak mensyukurinya. Perbuatan mengkufuri nikmat adalah penyebab lenyapnya nikmat, bahkan digantikan dengan ancaman siksa. Orang yang tidak bersyukur akan di hadapkan pada pelenyapan nikmat dan kebinasaan, sedang orang yang bersyukur akan di hadapkan pada kebaikan dan tambahan nikmat. Diantara syukur nikmat ialah mengganggap besar sebuah nikmat sekalipun nikmat itu kecil atau sedikit karena melirik pada keagungan Yang memberi nikmat, Dia yang maha berkah nan maha luhur.

Pustaka : Nashoihud-Diniyyah, Al-Habib Abdullah Al-Haddad


KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)