Saturday, May 18, 2013

SANKSI SIKSA KARENA MEMBUKA AURAT


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ وَلاَ يَجِدَنَّ رِيْحَهَا وَرِيْحُهَا يُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ خَمْسَمِائَةِ سَنَةٍ
Wanita yang berpakaian namun seolah telanjang, menyimpang dari kepatuhan, bersolek yang berlebihan di hadapan bukan muhrim maka ia tidak akan masuk sorga, tidak menemukan wangi sorga, sedang wangi sorga akan tercium dari jarak 500 tahun  (HR.Ibnu Malik dari Muslim)

وَقَالَ عَلِيٌّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَ فَاطِمَةُ، فَوَجَدْنَاهُ يَبْكِى بُكَاءً شَدِيْدًا، فَقُلْتُ له صلى الله عليه وسلم فِدَاكَ أَبِيْ وَأُمِّيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا الذِيْ أَبْكَاكَ ؟ قَالَ صلى الله عليه وسلم يَا عَلِيُّ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ إِلىَ السّمَاءِ رَأَيْتُ نِسَاءً مِنْ أُمَّتِيْ يُعَذَّبْنَ فِيْ النَارِ، فَبَكَيْتُ لَمَّا رَأَيْتُ مِنْ شِدَّةِ عَذَابِهِنَّ رَأَيْتُ امْرَأَةً مُعَلَّقَةً بِشَعْرِهَا يَغْلِي دِمَاغُهَا وَرَأَيْتُ امْرَأَةً مُعَلَّقَةً بِلِسَانِهَا وَالحَمِيْمُ يُصَبُّ فِيْ حَلقِهَا، وَرَأَيْتُ امْرَأَةً قَدْ شُدَّ رِجْلاَهَا إِلَى ثَدْيَيْهَا وَيَدَاهَا إِلىَ نَاصِيَتِهَا وَقَدْ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهَا الحَيَّاتِ وَالعَقَارِبِ، وَرَأَيْتُ امْرَأَةً مُعَلَّقَةً بِثَدْيَيْهَا، وَرَأَيْتُ امْرَأَةً رأْسُهَا رَأْسُ خِنْزِيْرٍ وَبَدَنُهَا بَدَنُ حِمَارٍ وَعَلَيْهَا أَلْفُ أَلْفٍ مِنَ العَذَابِ، وَرَأَيْتُ امْرَأَةً عَلَى صُوْرَةِ الكَلْبِ، وَالنَّارُ تَدْخُلُ مِنْ فِيْهَا وَتَخْرُجُ مِنْ دُبُرِهَا، وَالمَلاَئِكَةُ يَضْرِبُوْنَ رَأْسَهَا بِمَقَامِعَ مِنْ نَارٍ، فَقَامَتْ فَاطِمَةُ الزَّهْرَاءُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، وَقَالَتْ يَا حَبِيْبِيْ وَقُرَّةَ عَيْنِيْ مَا كَانَ أَعْمَالُ هَؤُلاَء حَتَّى وَقَعَ عَلَيْهِنَّ هَذَا العَذَابُ ؟

Baginda Ali Semoga Allah memuliakannya berkata ; Aku bersama istriku masuk menemui Rasulullah SAW, kami mendapati Rasulullah sedang dalam menangis yang sangat. Lalu aku pun memberanikan diri untuk menanyakan penyebabnya. “Ya Rasulullah, kami siap menjadi penebus kesedihan tuan, apa penyebab tuan menangis?”. Tanya kami pada Rasulullah SAW. “Hai Ali, pada malam aku diisra-kan (isra-mi’raj) naik ke langit, saat itu aku melihat banyak perempuan dari ummatku sedang di siksa di dalam api neraka. Aku menangis karena melihat siksa yang sangat dahsyat. Aku melihat perempuan yang di gantung dengan rambutnya, dan kepalanya bergolak karena panas yang sangat. Aku melihat perempuan yang di gantung dengan lidahnya, cairan timah panas di kucurkan pada tenggorokannya. Aku melihat perempuan yang kedua kakinya diikatkan sampai kedua payudaranya, kedua tangannya juga diikatkan sampai ujung kepalanya, mereka di lilit oleh ular-ular besar, (kepala ular besar ini sebesar kepala unta) mereka juga di kuasai oleh kalajengking raksasa yang setiap saat menggigitnya. Aku melihat perempuan yang di gantung dengan payudaranya. Aku melihat perempuan yang kepalanya berubah menjadi berupa kepala babi, tubuhnya berubah menjadi berupa badan keledai, mereka mendapatkan satu juta macam penderitaan siksa. Aku melihat perempuan yang berubah wujud menjadi berupa anjing, api neraka masuk dari mulutnya kemudian keluar dari lubang duburnya, para malaikat memukul-mukul kepalanya dengan palu raksasa dari api neraka”. Mendengar Rasulullah SAW seperti itu, Baginda Fatima ra bangkit dan bertanya. “Wahai kekasihku dan penyejuk jiwaku.., Amal perbuatan apa yang mereka lakukan sehingga jatuh ke dalam siksa seperti ini?”

فَقَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بُنَيَّة، أَمَّا المُعَلّقَةُ بِشَعْرِهَا فَإٍنَّهَا كَانَتْ لاَ تُغَطِّى شَعْرَهَا مِنَ الرِّجَالِ وَأَمَّا المُعَلّقَةُ بِلِسَانِهَا فَإِنَّهَا كَانَتْ تُؤْذِى زَوْجَهَا وَأَمَّا المُعَلّقَةُ بِثَدْيَيْهَا فَإِنَّهَا كَانَتْ تُوْطِئُ فِرَاشَ زَوْجِهَا وأََمَّا الَتِيْ شُدَّ رِجْلاَهَا إِلىَ ثَدْيَيْهَا وَيَدَاهَا إِلىَ نَاصِيَتِهَا وَقَدْ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهَا الحَيَّاتِ وَالعَقَارِبِ فَإِنَّهَا كَانَتْ لاَ تَغْتَسِلُ مِنَ الجَنَابَةِ وَالحَيْضِ، وَتَسْتَهْزِئُ بِالصَلاَةِ. وأََمَّا الَتِيْ رأْسُهَا رَأْسُ خِنْزِيْرٍ وَبَدَنُهَا بَدَنُ حِمَارٍ فَإِنَّهَا كَانَتْ نَمَّامَةً كَذَّابَةً. وأََمَّا الَتِيْ عَلَى صُوْرَةِ الكَلْب،ِ وَالنَّارُ تَدخُلُ مِنْ فِيْهَا وَتَخْرُجُ مِنْ دُبُرِهَا، فَإِنَّهَا كَانَتْ مَنّانةً حَسادَة ً. وَ يَا بُنَيَّة، الوَيْلُ أي الهلاك لاِمْرَأَةٍ تَعْصِى زَوْجَهَا. وَالحَاصِلُ أَنَّ الزَوْجَ لِلزَوْجَةِ كَالوَالِدِ لِلْوَلَدِ، لأَنَّ طَاعَةَ الْوَلَدِ لِوَالِدِهِ وَطَلَبَ رِضَاهُ وَاجِبٌ، وَلاَ يَجِبُ ذَلِكَ عَلَى الزَوْجِ

Rasulullah SAW menjawab : “Wahai anakku sayang, adapun siksa perempuan yang di gantung dengan rambutnya di atas api neraka ialah mereka yang tidak menutup rambut kepala dari lelaki bukan muhrim, adapun siksa perempuan yang di gantung dengan lisannya di atas api neraka ialah mereka yang menyakiti suaminya, adapun siksa perempuan yang di gantung dengan payudaranya ialah mereka yang menginjak-nginjak tikar suaminya (tidak menghormati suami), adapun siksa perempuan yang kedua kakinya diikatkan sampai payudara dan kedua tangannya diikatkan sampai ujung kepala, mereka di kuasai ular dan kalajegking raksasa ialah mereka yang tidak pernah mandi besar dari junub dan haid sehingga meremehkan shalat, adapun siksa perempuan yang kepalanya berubah berupa babi, tubuhnya berubah berupa keledai ialah mereka yang suka menggosip, mengadu domba dan suka berdusta, adapun siksa perempuan yang wujudnya berubah menjadi anjing, api neraka masuk dari mulutnya kemudian keluar dari duburnya ialah mereka yang mengungkit-ungkit kebaikan, meratapi musibah dan iri dengki. Wahai anakku sayang!, binasalah apabila seorang perempuan berbuat durhaka pada suaminya.

Wal-hasil, bahwa seorang suami di mata istrinya ialah laksana orangtua di mata anak-anaknya. Karena seorang anak dituntut wajib untuk taat pada orang tua dan selalu mencari ridlonya, dan seorang suami tidak wajib taat kepada istrinya (selama tidak berseberangan dengan ajaran agama Islam).

Allah mengetahui segalanya.

Pustaka : Uqudul-Lizein Syekh Nawawi

WASPADALAH..., MENDAPATKAN ILMU TANPA GURU

وَمِنْ كَلاَمِ أَبِيْ يَزِيْدْ البُسْطاَمِيْ قُدِّسَ سِرُّهُ ؛ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَّيْطاَنُ

Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy quddisa sirruh menyatakan ; Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.

Tafsir Ruhul-Bayan, Juz 5 hal. 203 Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60

Ketika tidak mendapatlan ilmu tanpa guru maka jelas dia gurunya syetan dan kesesatannya lebih terbuka lebar, maka waspadailah. Apakah anda punya guru agama? Datangilah beliau, jika anda ingin mendapatkan ilmunya dan bermanfaat..


Lihat LOKASI MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA di peta yang lebih besar

NASKAH POPULER