Monday, November 2, 2015

TEKNIS SUJUD TILAWAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(تَتِمَّةٌ) تَسُنُّ سَجْدَةُ التِّلاَوَةُ لِقَارِئٍ وَسَامِعٍ جَمِيْعَ آَيَةِ سَجْدَةٍ وَيَسْجُدُ مُصَلٍّ لِقِرَاءَتِهِ إِلاَّ مَأْمُوْمًا فَيَسْجُدَ هُوَ لِسَجْدَةِ إِمَامِهِ فَإِنْ سَجَدَ إِمَامُهُ وَتَخَلَفَ هُوَ عَنْهُ أَوْسَجَدَ هُوَ دُوْنَهُ بَطَلَتْ صَلاَتُهُ
(PELENGKAP) Disunnahkan sujud Tilawah, bagi orang yang membaca dan mendengar seluruh ayat sajdah. Seorang yang shalat disunnahkan melakukan sujud Tilawah karena ia membaca ayat sajdah, Kecuali makmum, karena sujud tilawah makmum buka karena membacatapi karena sujud tilawah Imamnya. Dengan demikian, apabila Imamnya melakukan sujud tilawah, kemudian makmun tertinggal melakukan sujud tilawah, atau makmum melakukan sujud tilawah sendiri, tanpa mengikuti imam, maka shalat makum menjadi batal.

وَلَوْ لَمْ يَعْلَمِ المَأْمُوْمُ سُجُوْدَهُ بَعْدَ رَفْعِ رَأْسِهِ مِنَ السُّجُوْدِ لَمْ تَبْطُلُ صَلاَتُهُ وَلاَ يَسْجُدَ بَلْ يَنْتَظِرُ قَائِمًا أَوْ قَبْلَهُ هَوَى فَإِذَا رَفَعَ قَبْلَ سُجُوْدِهِ رَفَعَ مَعَهُ وَلاَ يَسْجُدُ
Apabila makmum tidak mengetahui sujud tilawah imam, pada saat imam sudah mengangkat kepalanya dari sujud tilawah, maka shalat makmum tidak batal. Saat ini makmum tidak perlu melakukan sujud tilawah, akan tetapi ia menuggu imam sambil berdiri. Atau apabila makmum tidak mengetahui sujud tilawah imam, pada saat imam belum mengangkat kepalanya dari sujud tilawah, maka makmum harus turun untuk sujud tilawah dan apabila imam mengangkat kepalanya untuk bangun sebelum makmum mengikuti sujud tilawah, maka makmum harus mengikuti imam naik dan tidak perlu melanjutkan sujud tilawah sendiri.

وَيُسَنُّ لِلاِمَامِ فىِ السَّرِيَّةِ تَأْخِيْرُ السُّجُوْدِ إِلىَ فِرَاغِهِ بَلْ بَحَثَ نَدْبَ تَأْخِيْرِهِ فىِ الجَهْرِيَّةِ أَيْضًا فىِ الجَوَامِعِ العِظَامِ ِلاَنَّهُ يُخَلِطُ عَلَى المَأْمَوْمِيْنَ , وَلَوْ قَرَأَ آَيَتَهَا فَرَكَعَ بِأَنْ بَلَغَ أَقَلَّ الرُّكُوْعِ ثُمَّ بَدَأَ لَهُ السًّجًوْدُ لَمْ يَجُزْ لِفَوَاتِ مَحَلِهِ , وَلَوْ هَوَى لِلسُّجُوْدِ فَلَمَّا بَلَغَ حَدَّ الرُّكُوْعِ صَرَّفَهُ لَهُ لَمْ يُكْفِهِ عَنْهُ
Dalam shalat suara pelan, bagi imam disunnahkan menunda sujud tilawah sampai selesai shalatnya. Bahkan ada sebagian Ulama yang membahas sunnah menunda sujud tilawah selesai shalatnya pada shalat bersuara nyaring juga. Hal ini tertuang dalam kitab Jawami’il-Idzom karena sujud tilawah itu bisa membuat kebingungan para makmum. Apabila seseorang membaca ayat sajdah dalam shalat, lalu ia membungkukkan badannya sampai tiba pada batas minimal ruku’, kemudian ia memulai sujud tilawah dari situ, maka sujud tilawah itu tida dibolehkan karena sudah bukan tempat untuk sujud tilawah. Sementara apabila seseorang turun untuk melakukan sujud tilawah, namun ketika tiba di batas ruku’ia malah mengalihkannya untuk melakukan ruku’ di situ, maka baginya tidak sah ruku’ dari situ.

وَفُرُوْضُهَا لِغَيْرِ مُصَلٍ نِيَّةُ سُجُوْدِ التِّلاَوَةِ وَتَكْبِيْرُ تَحَرُّمٍ وَسُجُوْدٌ كَسُجُوْدِ الصَّلاَةِ وَسَلاَمٌ وَيَقُوْلُ فِيْهَا نَدْباً ؛
Fardu-fardu sujud tilawah selain orang yang sedang shalat ada empat, pertama niat sujud tilawah, kedua takbiratl-ikhram, ketiga sujud seperti sujud dalam shalat dan keempat salam. Dalam sujud disunnahkan membaca :

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَباَرَكَ اللهُ أَحْسَنَ الخَالِقِيْنَ
Jiwa raga-ku bersujud kepada Allah Yang menciptakannya, Yang membentuknya, Yang membuka pendengarannya, Yang membuka penglihatannya, berkat daya dan kekuatan-Nya, Maha berkah Allah, sebaik-baiknya yang menciptakan

Niat Sujud Tilawah
Niat Sujud Syukur
نَوَيْتُ سُجُوْدَ التِّلاَوَةْ سُنَّةً ِللهِ تَعاَلىَ
Saya niat sujud Tilawah sunah karena Allah
نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعاَلىَ
Saya niat sujud Syukur sunah karena Allah

Allah Mengetahui Segalanya


Pustaka : Fiqih Imam Syafe’i, Fathul-Mu’in Syekh Zaenuddin Al-Malaebari

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN

BANTU KAMI BANGUN PESANTREN
Kami ingin Bangun Pesantren di wilayah Cibinong Bogor Jawa Barat atau sekitarnya, Namun belum punya Tanah Lokasi, Sementara ini Majelis menggunakan tempat masih bersifat pinjaman, Tabungan ini di mulai hari Jum'at 30 Sept 2016, kami Jama'ah Majelis Arbabul Hija, Menabung sampai hari ini Sabtu 15 April 2017 baru terkumpul 5,2 Juta (Lima Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) BANTU KAMI YA..!! Cibinong, April 2017 - Ttd Ahmad Daerobiy HP.0813.1020.9384

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)