Saturday, November 27, 2010

INTI BERAGAMA

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهْ
الحَمْدُ ِِللهِ الَّذِيْ اصْطَفَى مِنْ عِباَدِهِ مَنْ جَعَلَهُمْ مَفاَتِيْحَ لِلْخَيْرِ، وَلَمْ يُوْصِلْ إِلَيْهِمْ إِلاَّ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُوَصِلَهُ إِلَيْهِ , وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الهَدِى وَالمَعْرِفَةِ , وَعَلَى آَلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ أَمّاَبَعْدُ ؛

Terkait pemahaman menyimpang yang terjadi dalam ajaran agama Islam, ada kaum yang mem-bid’ah-kan orang lain tanpa mengenal betul ajarannya, bahkan saling sesat dan menyesatkan. Hal ini pada mulanya disebabkan krisis akhlak, artinya mungkin sekali menjadi penyesatan paham pada seseorang, ketika orang itu sama sekali tidak memiliki tatkrama dalam melakukan amal ibadahnya. Karena pada hakikatnya orang yang rajin melakukan amal ibadah dengan sungguh-sungguh dan diiringi tatakrama, dalam shalat misalnya, mustahil akan mengalami kesesatan, karena di dalam shalat sendiri diwajibkan membaca surat Al-Fatihah, yang di dalamnya terdapat ayat, do’a untuk tetap di jalan yang benar atau tidak sesat, yaitu :

إِهْدِناَ الصِّراَطَ المُسْتَقِيْمَ
Artinya :
“Ya Allah, Tunjukan kami ke jalan lurus ( benar )”

Walhasil, awal mulanya kesesatan itu timbul dari melakukan amal-amal ibadah yang tidak diiiringi tatakrama dengan sungguh-sungguh hingga tidak memperhatikan inti beragama.

Kemudian apa sebenarnya yang dimaksud dengan beragama itu ? berangkat dari sinilah di kesempatan ini saya mengambil tema “INTI BERAGAMA” semoga kita semua mendapatkan Taufik dan Hidayah dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama Islam, amien.

Hadirin yang yang dirahmati Allah !

Dalam kitab Musnad Ahmad, disebutkan bahwa suatu ketika para sahabat membincangkan seseorang yang mereka kenal sangat saleh dan rajin beribadah di hadapan Rasulullah Saw. Ketika orang yang mereka bicarakan datang, Rasulullah Saw bersabda, “Kalian telah membicarakan seseorang yang tampak sentuhan setan di wajahnya, “Rasulullah lalu melanjutkan “Sesungguhnya orang itu dan kelompoknya membaca Alquran, tetapi bacaan mereka hanya sampai pada tenggorokannya saja. Mereka telah keluar dari agama sebagaimana anak panah yang terlepas dari busurnya“ (HR Ahmad)

Hadits di atas, dengan jelas menginformasikan kepada kita semua bahwa inti keberagamaan seseorang adalah terletak pada akhlaknya, baik ber-akhlak kepada Allah ataupun akhlak kepada sesama. Akhlak kepada Allah ialah melakukan amal ibadah yang disertai dengan tekhnis pelaksanannya yang sah, sedangkan akhlak kepada sesama adalah dengan memenuhi hak-hak mereka.

Salah satu tujuan dari ritus-ritus peribadatan yang telah ditetapkan atau suri tauladan amal ibadah para Ulama kekasih Allah Swt, sebenar-nya adalah untuk mengantarkan seseorang pada ketinggian dan kemuliaan akhlak-nya.

Ucapan “Allahu Akbar” yang diulang-ulang dalam setiap gerakan shalat dan haji, misalnya, dimaksud-kan untuk mengingatkan kita bahwa hanya Allah saja yang besar, semakin kita sering melaksanakan shalat, haji atau ibadah lainnya maka akan semakin terasa bahwa kita adalah makhluk yag kecil, hina dan rendah. Setelah itu, maka kita akan semakin dekat pada Allah dan akhlak kita akan bertambah mulia.

قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ تَنْهَهُ صَلاَتُهُ عَنِ الفَحْشاَءِ وَالمُنْكَرِ لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْداً
Rasulullah Saw berabda ; “Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar, maka shalatnya hanya akan menjauhkannya dari Allah” (HR Thabrani)

Begitu pula dengan puasa. Ia bertujuan untuk melatih seseorang agar bisa mengenadalikan hawa nafsunya dan menundukannya untuk melaksanakan semua perintah Allah Swt dan menjauhi semua larangan-Nya. Ketika Rasulullah Saw melihat seseorang mencaci-maki hamba sahayanya, beliau berkata kepadanya, “Makanlah !” ia menjawab, “Saya sedang berpuasa”, Rasulullah lalu berkata, “Bagaimana Engkau berpuasa padahal engkau telah mencaci-maki hamba sahayamu”.

Karena itu, ketika disebutkan kepada Rasulullah bahwa ada seseorang yang menghabiskan waktu malamnya untuk beribadah dan waktu siangnya untuk berpuasa, namun ia suka menyakiti tetangganya, beliau Saw bersabda, “Ia (tempatnya) di neraka.” Berikut redaksi haditsnya ;

قِيْلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ياَرَسُوْلَ اللهِ إِنَّ فُلاَنَةً تَقُوْمُ اللَّيْلَ وَتَصُوْمُ النَّهاَرَ وَتَفْعَلُ وَتَصَدَّقُ وَتُؤْذِيْ جِيْرَانَهاَ بِلِساَنِهاَ فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ لاَخَيْرَ فِيْهاَ هِيَ مِنْ أَهْلِ النّاَرِ , قاَلُوْا وَفُلاَنَةٌ تُصَلِّى المَكْتُوْبَةَ وَتَصَدَّقُ بِأَثْوَارٍ وَلاَ تُؤْذِيْ أَحَداً فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هِيَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ
Artinya :
Ditanyakan kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah si fulan menghabiskan waktunya malam ibadah dan siangnya berpuasa bahkan sedekah namun dia menyakiti tetangga dengan lisannya ?” Rasulullah SAW menjawab, “Dia Tidak baik, ia termasuk penghuni neraka.” Sahabat bertanya lagi, “Jika si fulan itu melaksanakan shalat fardu lima waktu, bersedekah dan tidak sampai menyakiti seseorang ?” Rasulullah SAW menjawab, “Dia termasuk penghuni sorga.” (HR At-Tirmidzi)

Seorang yang taat pada ajaran agamanya, akan selaras antara apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan, dan dilakukannya. Ajaran agama ada dalam denyut nadinya, dan selalu menjadi akhlak keseharian-nya. Saudara-ku, mari kita bercermin kembali.

Allah mengetahui segalanya.

KISAH NIKAH NABI YUSUF DENGAN ZULAIKHO


بِِِِِسْمِ الله ِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan keberkahan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

نَكَحَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمَ زُلَيْخَا بَعْدَ مُلُكِ مِصْرَ وَيُسَمَّى عَزِيْزًا

Nabi Yusuf menikahi zulaikho setelah Zulaikho menjadi janda dari Aziz, seorang raja mesir saat itu.

وَزُلَيْخَا صَارَتْ فَقِيْرَةً عَجُوْزًا عُمْيَاءَ وَمَعَ ذَلِكَ مَحَبَّةُ يُوْسُفَ وَ عَشْقُهُ يَزْدَادُ فِى قَلْبِهَا كُلُّ يَوْمٍ

Sepeninggal raja, sang permaisuri Zulikho menjadi seorang wanita tua yang fakir dan buta matanya, walaupun demikian ia masih tergila-gila kepada nabi Yusuf, cintanya kian hari semkian bertambah.

فَلَمَّا عَيَلَ صَبْرُهَا وَاشْتَدَّ أَمْرُهَا وَهِىَ تَعْبُدُ الوَثَنَ إِلىَ ذَلِكَ اليَوْمِ رَفَعَتْ وَثَنَهَا وَ ضَرَبَتْ بِهِ عَلَى الاَرْضِ وَتَبَرَأَتْ مِنْهُ وَآمَنَتْ بِاللهِ الحَىِّ القَيُّوْمِ

Ketika kesabaran zulikho dirasa mencapai batas, serta kondisi cintanya semakin tak terkendali, sampai hari itu ia masih menyembah berhala. Ia bangkit dan mencaci maki berhala yang tidak sanggup menolong keresahannya, sampai berhala itu ia lempar-lemparkan ke lantai hingga hancur berantakan. Kemudian ia keluar dari menyembah berhala, dan beriman kepada Allah yang maha hidup dan maha berdiri sendiri.

وَنَاجَتْ فىِ لَيْلَةِ الجُمْعَةِ بِمُنَاجَاةٍ كَثِيْرَةٍ وَقَالَتْ ؛

Kemudian zulikho bermunajat mendekatkan diri kepada Allah, saat itu bertepatan dengan malam jum’at, ia munajat yang cukup lama, seraya berkata ;

إِلَهِى لَمْ يَبْقَ لىِ مَالٌ وَلاَجِمَالٌ وَصِرْتُ عَجُوْزًا حَقِيْرَةً ذَلِيْلَةً فَقِيْرَةً وَابْتَلَيْتَنِى بِحُبِّ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلاَمَ وَعَشْقِهِ فَإِنْ أَوْصِلْتَنِى إِلَيْهِ وَإِلاَ فَارْجِعْ حُبَّهُ عَنِّىَ حَتَّى أَكُوْنَ كَفَافًا لاَ عَلَىَّ وَلاَ لىِ

Wahai Tuhanku, aku sudah tak memiliki lagi harta dan kecantikan, aku sudah berubah menjadi seorang wanita tua dan hina, menjadi fakir yang nista, Engkau uji aku dengan rasa cinta terhadap nabi Yusuf dan selalu merindukannya, maka pertemukan-lah aku deangan dia atau hilangkan rasa cinta serta kerinduan ini dari diriku sehingga aku tidak terbelenggu karenanya, aku bisa menjadi bebas, tidak ada lagi yang meresahkan diriku dan tidak ada sesuatu menjadi kesulitan, karena aku..

فَسَمِعَتْ المَلاَئِكَةُ صَوْتَهَا فَنَاجَتْ إِلَهَنَا وَسَيِّدَناَ اِنَّ زُلَيْخَا جَاءَتْ إِلىَ حَضْرَتِكَ تَدْعُوْكَ بِاِيْمَانِهَا وَاِخْلاَصِهَا فَأَجَابَهُمُ اللهُ تَعَالىَ يَامَلاَئِكَتِى قَدْحَانَ وَقْتُ نَجَاتِهَا وَخَلاَصِهَا

Kemudian malaikat mendengar ratapan zulaikho itu, dan malaikat pun ikut bermunajat, “Wahai Tuhan kami dan Tuhan baginda nabi kami.., sesungguhnya zulaikho menjumpai-Mu serta mengakui keimanannya serta ketulusanya di pangkuan-Mu”. Maka Allah menjawab munajat para malaikat, “Hai malaikat-Ku telah nyata saat munajat zulaikho ketulusannya (untuk dikabulkan)….”

فَكَانَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ الٍسَّلاَمُ يَمُرُّ عَلَيْهَا فَمَرَّ يَوْمً مِنَ الأَيَّامِ مَعَ حَشْمِهِ إِذْ خَرَجَتْ زُلَيْخَا

Disisi lain, suatu saat nabi Yusuf lewat depan rumah Zulaikho diiringi para ajudannya, tiba-tiba Zulaikho keluar dari rumah …

فَلَمَّا قَرَبَ مِنْهَا نَادَتْ بِأَعْلَى صَوْتِهَا سُبْحَانَ مَنْ جَعَلَ الْعَبِيْدَ بِرَحْمَتِهِ مُلُوْكًا

Saat itu iring-iringan nabi Yusuf mendekati zulaikho, tiba-tiba Zulaikho menjerit sekeras-kerasnya seraya berkata, “Maha suci Allah yang menjadikan budak berubah menjadi raja karena kasih-sayang-Nya“ Nabi Yusuf pun terhenti sejenak dan ….

وَقاَلَ مَنْ أَنْتَ قَالَتْ أَنَا الَّتِى اشْتَرَيْتُكَ بِالجَوَاهِرِ وَالَّلآلىِ وَالذَّهَبِ وَالفِضَّةِ وَالمِسْكِ وَالكَافُوْرِ أَنَا الَّتِى لَمْ أَشْبَعُ بَطْنِى مِنَ الطَّعَامِ مُنْدُ عَشْقَتِكَ وَلاَ نُمْتُ لَيْلَةً كُلَّهَا مُنْدُ رَأَيتُكَ

Nabi Yusuf bertanya, “Siapa kamu ?” lalu Zulaikho menjawab, “Aku adalah orang yang membelimu saat menjadi budak, dengan permata, perhiasan, emas, perak, misik dan dengan kafur, Aku adalah orang yang tidak pernah merasa kenyang dengan makanan semenjak merasakan rindu kepadamu, aku tidak pernah tidur dengan nyenyak semenjak aku melihatmu..”

فَقَالَ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلاَمَ لَعَلََّكَ زُلَيْخَا فَقَالَتْ بَلَى يَايُوْسُفَ فَقَالََََ أَيْنَ مَالُكَ وَجِمَالُكَ وَخَزَائنُكَ فَقَالَتْ أَغَارَ عَشْقُكَ عَلَيْهَا كُلِّهَا

Nabi Yusuf berkata lagi, “Mungkin kamu yang bernama zulaikho”, Zulaikho menjawab, “Betul hai Yusuf”. Yusuf berkata lagi, “Dimana hartamu, kecantikanmu dan juga kekayaanmu ?” Zulaikho menjawab, “Semua harta kekayaanku lenyap, terpedaya dan tertipu oleh rasa cintaku kepadamu..”

فَقَالَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَيْفَ عِشْقُكَ قَالَتْ كَمَا كَانَ بَلْ يَزْدَادُ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَأَواَنٍ

Abi Yusuf berkata lagi, “Bagaimana rasa cinta-mu itu sampai menjadikan-mu begini ?”, Zulaikho menjawab, “Setiap berganti hari, cintaku semakin bertambah, bahkan setiap saat dan waktu “


HIKMAH DIBALIK PERTANYAAN…
Dalam cerita ini terdapat kandungan HIKMAH dan pelajaran, bahwa siapapun hidup di dunia, cepat atau lambat semuanya akan mengalami perubahan, dan perubahan itu akan dipertanyakan, mengapa ? bagaimana ?,  akan tetapi pertanyaan yang dahsyat-lah yang semestinya mampu kita jawab. Hikmah itu diantaranya :

كَذَلِكَ حَالُ المُؤُمِنِ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ يَأِْتِيْهِ مَلَكَانِ فَيَقُوْلاَنِ لَهُ أَيْنَ مَالُكَ فَيَقُوْلُ ذَهَبَ بِهِ الخَصَمَاءُ فَيَقُوْلاَنِ أَيْنَ ضِيَاعُكَ وَبَسَاتِيْنُكَ فَيَقُوْلُ ذَهَبَ بِهَاالخَصَمَاءُ فَيَقُوْلاَنِ أَيْنَ دَوْرُكَ وَبُيُوْتُكَ فَيَقُوْلَُ ذَهَبَ بِهَا البَنَاتُ وَالاَبْنَاءُ فَيَقُوْلاَنِ كَيْفَ مَعْرِفَتُكَ بِاللهِ تَعَالىَ فَيَقُوْلُ اللهُ رَبِّى وَالاِسْلاَمُِ دِيْنِى وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّ

Begitu kondisi seorang mukmin, ketika ia masuk alam kubur, datanglah dua malaikat dan bertanya ;
Dua malaikat       : Di mana harta mu ?
Mukmin                : Habis di bawa musuh-musuh-ku
Dua malaikat        : Dimana ladang dan kebun mu ?
Mukmin                : Juga habis di bawa musuh
Dua malaikat        : Di mana rumah dan tempat tinggal-mu ?
Mukmin                 : Habis di gunakan anak-anak ku …..
Dua malaikat        : Bagaimana kamu bisa ma’rifat dan mengenal Allah ?
Mukmin                 : Allah itu Tuhanku, Islam agamaku dan Nabi Muhammad adalah nabiku

Kita kembali ke kisah….

فَقَالَ لَهَا يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ مَاتُرِيْدِيْنَ يَازُلَيْخَا فَقَالَتْ ثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ أُرِيْدُ الجِمَالَ وَالمَالَ وَالوِصَالَ فَقَصَدَ أَنْ يَمُرَّ

Kemudian nabi Yusuf bertanya kepada zulaikho :
Nabi Yusuf                : Sekaragng apa yang kamu inginkan Zulaikho  ? !…
Zulzikho                    : Aku inginkan tiga hal, 1) Kecantikan, 2) Kekayaan dan 3) Hidup bersamamu.

Mendengar jawaban zulaikho seperti itu, nabi Yusuf terdiam (mikir-mikir). Ia mengambil ancang-ancang untuk pergi, karena dalam benaknya “Dari pada menikahi nenek-nenek begini, aku lebih baik tinggalkan saja dia..”

فَأَوْحَى اللهُ تَعَالىَ إِلَيْهِ يَايُوْسُفُ قُلْتَ لِزُلَيْخَا مَاتُرِيْدِيْنَ فَلَمْ تَجِبْهَا مَاأَرَادَتْ فَاعْلَمْ بِأَنَّ اللهُ تَعَالَ زَوَّجَ زُلَيْخَا بِكَ وَخَطَبَ بِنَفْسِهِ وَأُشْهِدَ مَلاَئِكَتَهُ وَنَثَرَ الحُوْرُ العَيْنِ النَّثَارَ

Saat Nabi Yusuf terdiam itu, Allah memberi wahyu kepada Yusuf, “Hai Yusuf !, kalau kamu berkata kepada zulaikho, menanyakan apa keinginannya ?, tetapi kamu tidak mau memenuhi keingiannya, mengapa ?”

Ketahuilah hai Yusuf, bahwa sesungguhnya Allah menikahkan zulaikho kepadamu dan oleh Allah sendiri yang melamarnya, Allah juga menyaksikan kepada malaikat-Nya, para bidadari sorga pun tersenyum sambil menabur-naburkan bunga yang harum nan wangi…

فَقَالَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَاجِبْرِيْلُ لَيْسَ لِزُلَيْخَا مَالٌ وَلاَجِمَالٌ وَلاَ شَبَابٌ

Nabi Yusuf berbisik kepad malaikat Jibril, “Wahai jibril, Zulaikho kan sudah tidak punya harta kekayaan, tidak cantik dan tidak muda lagi, dia sudah menjadi wanita tua, sudah peot, jibril …..” rupanya nabi Yusuf tetap tidak mau menikahi wainta tua..

فَقَالَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَقُوْلُ لَكَ اللهُ تَعَالىَ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا مَالٌ وَلاَجِمَالٌ فَلِى قُوَّةٌ وَجَلاَلٌ وَنَوَالٌ وَقُدْرَةٌ وَفَعَّالٌ

Maka jibril menjawab, “Allah berkata kepadamu Yusuf, apabila Zulaikho tidak memiliki harta dan cantik lagi, maka aku yang memiliki kekuatan, keagungan, kekuasaan dan segala perbuatan..”

فَوَهَبَهَا اللهُ تَعَالَ شَبَابَهَا وَجِمَالَهَا حَتَّى صَارَتْ أَحْسَنَ مَاكَانَتْ كَأَنَّهَا بِنْتَ أَرْبَعَ عَشَرَسَنَةً

Kemudian Allah memberikan karunia kepada Zulaikho, ia berubah menjadi wanita muda belia dan cantik, aduhai.., sehingga Zulaikho menjadi bintang wanita cantik, puteri dunia, ia berubah menjadi wanita muda berusia 14 tahun.

ثُمَّ أَلْقَى اللهُ تَعَالَ المَحَبَّةَ وَالمَوَدَّةَ وَالعِشْقَ فىِ قَلْبِ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ

Kemudian Allah menyimpan rasa cinta, sayang dan rindu di hati nabi Yusuf kepada Zulaikho.

فَصَيّرَ المَعْشُوْقُ عَاشِقًا وَالعَاشِقُ مُعْشُوْقًا

Maka terjadilah perubahan keadaan, berbalik 180 derajat, yang dirindukan berubah menjadi yang merindukan, yang merindukan menjadi yang di rindukan. Asalnya Zulaikho yang jatuh cinta kepada Yusup, berubah menjadi Yusuf yang jatuh cinta kepada Zulaikho.

Maka menikahlah Yusuf sang raja dengan Zulaikho..

فَرَجَعَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلىَ مَنْزِلِهِ وَأَرَادَ الخُلْوَةَ مَعَ زُلَيْخَا وَزُلَيْخَا قَدْ شَرَعَتْ فىِ الصَّلاَةِ

Singkat cerita, Zulaikho diajak Yusuf ke istana, untuk hidup bersama. Saat tiba waktu malam nabi Yusuf ingin sekali bersama zulaikho untuk berbulan madu, sedangkan saat itu Zulaikho masih melakukan shalat….

وَكاَنَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَنْتَظِرُ كَثِيْراً وَهِىَ لاَتَسْلَمُ حَتَّى فَرَغَ صَبْرَهُ وَناَدَى ياَزُلَيْخاَ أَلَسْتِ الَّتِى قَدَّدْتِ قَمِيْصِى حِيْنَ فَرَرْتُ مِنْكَ فَسَلِمَتْ وَأَجاَبَتْ أَناَ هِىَ لَكِنْ لَيْسَ قَلْبِى كَماَكاَنَ

Nabi Yusuf pun menanti zulaikho selesai shalat, namun sudah agak lama belum juga selesai-selesai, sehingga habis kesabaran nabi Yusuf, lalu ia memanggil Zullaikho..

Nabi Yusuf                :  Zulzikho !, bukankah kamu pernah merobek bajuku ketika aku mau menghindar dari keinginan-mu dulu ?
Zulaikho                    :  (setelah salam menjawab ) Dulu aku memang betul merobek bajumu, tetapi sekarang hatiku tidak tergil-gila lagi kepadamu seperti dulu.


HIKAYAT MENENANGKAN HATI DARI KERESAHAN

 عَنِ الشِّبْلِى رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِ أَنَّهُ عَمْىٌ فىِ آخِرِ عُمْرِهِ فَدَخَلَ عَلَيْهِ الجُنَيْدُ فىِ لَيْلَةٍ فَرَآَهُ يَدُوْرُ فىِ بَيْتِ مَظْلَمٍ وَهُوَ يَقُوْلُ شِعْراً

Dihikayatkan dari Imam Syibliy rahmatullah ‘alaih, bahwasanya beliau mengalami kebutaan (rabun mata) di masa tua, akhir usianya. Suatu malam Imam Al-Juned berkunjung kepadanya, ketika ia masuk, terlihat Imam Syibliy sedang berjalan keliling di dalam rumahnya dalam kegelapan, sambil bersenandung sya’ir ;

غَيْرُ مُحْتاَجٍ إِلىَ السِّراَجِ
كُلُّ قَلْبٍ أَنْتَ ساَكِنُهُ
يَوْمَ تَأْتِى النَّاسُ بِالحُجَجِ
وَجْهَكَ المَأْمُوْلِ حُجَّتُناَ
يَوْمَ أَدْعُوْ مِنْكَ بِالفَرَجِ
لاَ أَتاَحَ اللهُ لىِ فَرْجاً

-       Setiap hati, Engkaulah-lah (Allah) yang menenangkannya,
     Dia (Allah) tidak membutuhkan lampu penerang
-       Kepada-Mu, Aku berserah dan aku menyampakan alasan
Pada hari, dimana orang-orang mendatangkan alasan (hari qiyamah)
-       Allah pasti membukakan pintu untuk-ku,
Pada hari, diamana aku memohon ampunan dari-Mu.

Keresahan karena berbuat dosa hendaknya diirngi dengan tetap memohon ampunan dan selalu optimis kepada Allah SWT.

Kembali ke kisah…

ثُمَّ قاَمَتْ زُلَيْخاَ وَشَرَعَتْ فىِ الصَّلاَةِ فَأَخَذَ يُوْسُفُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَمِيْصَهاَ وَجَرَّهُ إِلَيْهِ فَتَحَرَّقَ قَمِيْصُهاَ فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَقاَلَ ياَيُوْسُفُ قَمِيْصٌ بِقَمِيْصٍ فاَرْفَعْ العَتاَبَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ زُلَيْخاَ رَضِىَ اللهُ عَنْهاَ

Kemudian zulaikho bangkit berdiri dan meneruskan shalat lagi. Nabi Yusuf pun kesal, sehingga ia menarik baju Zulaikho dan baju Zulaikho pun menjadi robek.

Jibril turun dan berkata, “Hai Yusuf, merobek baju di balas dengan merobek baju, maka janganlah kamu memojokan dia dan hilangkanlah rasa benci antara kamu dan zulaikho”.

Tammat, Kisah Nikah Nabi Yusuf dan zulaikho

Allah Mengetahui segalanya.


PUSTAKA : Hamisy Majalis Saniyyah
Diterjemahkan oleh Ahmad Daerobiy

AJARAN ISLAM DALAM HUBUNGAN SUAMI ISTRI

Kawan-kawan kami yang berbahagia,  Sebagai orang tua, siapapun pasti akan mengharapkan anaknya menjadi anak yang soleh dan solehah, namun terkadang kita lupa, atau malah tidak tahu bagaimana cara mendapatkan anak yang soleh dan solehah itu ?

Mencipakan anak soleh atau solehah, bukan hanya melalui pendidikan saja, akan tetapi bagaimana cara “maaf” membuat anak pun (hubungan suami istri) harus sesuai prilaku orang soleh, maksudnya menggunakan ajaran Islami.

Sahabat, Apabila kalian pasangan suami istri, sebelum melakukan hubungan, hendaknya kalian berdua untuk ber-wudlu dahulu,  jangan asal nyosor saja.., mentang-mentang sudah milik-nya..

Kemudian suami disunnahkan menyapa istrinya dengan salam, dengan salam sebagai berikut ;

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ياَباَبَ الرَّحْمَةِ
Artinya :
Semoga keselamatan kepadamu wahai pintu rahmat

Kemudian istri menjawabnya, dengan jawaban salam berikut ;

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ ياَفاَتِحَ الرَّحْمَةِ
Artinya :
Semoga keselamatan kepadamu juga wahai pembuka rahmat

Kemudian membaca do’a, do’a ini boleh dibaca berdua sama-sama, atau hanya salah seorang saja ;

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَللَّـهُمَّ جَنِّبْناَ الشَّيْطاَنَ وَجَنِّبِ الشَّيْطاَنَ عَلَى ماَرَزَقْتَناَ
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Ya Allah jauhkan kami dari syetan dan jauhkan syetan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami

Nah.., pada saat ini, sebelum anda mengeksekusi tendangan bebas disunnahkan bercanda, senda gurau serta pemanasan-pemanasan dulu, untuk mengundang rangsangan birahi yang baik, seperti saling meremas, saling mencium dan lain sebagainya.. saya percaya, anda pasti lebih tahu.

Jangan sekali-kali untuk mendapatkan rangsangan birahi, dengan menonton porno dahulu, karena akan berakibat penghambat mendapati anak yang tidak soleh. Karena rangsangan birahi harus dimulai dengan cara yang halal, sedang porno itu dilarang. Banyak cara, ketika ingin mendapati rangsangan birahi antara suami atau istri, seperti dengan memakai pakaian yang transparan, tentuanya dalam keadaan berdua, di kamar atau di rumah, ini boleh dan tidak melanggar agama loh.., terkadang kita aneh.., sesuatu yang dibolehkan agama justru tidak diperhatikan.

Ketika sebelum hubungan pemanasan dulu, maka akan berbuah sang anak menjadi energik, cerdas, lincah dan berakhlak baik. Artinya apabila sperma menjadi anak, maka anaknya tidak akan bego, bodoh, loyo, pemurung, idiot, bermuka masam dan penyakitan.

Kemudian apabila sperma terasa akan keluar, tahan dulu sebantar, baca ayat ini dalam hati, jangan dibaca dimulut :

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى خَلَقَ مِنَ الماَءِ بَشَراً فَجَعَلَهُ نَسَباً وَصِهْراً وَكاَنَ رَبُّكَ قَدِيْراً
Artinya ;
Segala puji bagi Allah yang menciptakan manusia dari air sperma lalu menjadikan manusia punya keturunan dan hubungan kekeluargaan, dan adalah tuhanmu Maha kuasa (Al-Furqon 54)


WAKTU HUBUNGAN SUAMI ISTRI
Waktu melakukan hubungan, lebih ditekankan malam jum’at atau hari jum’at setelah shalat Asar, menurut para Ulama ahli Hikmah, anak yang tercipta dari hubungan hari jum’at ba’da Asar, maka akan menjadi tokoh Ulama besar atau tokoh Pemimpin besar yang ilmunya bermanfaat.

Setiap kali selesai senggama segeralah berwudlu meskipun mau langsung tidur atau mau kembali senggama karena orang junub dijauhi malaikat rahmat.


DO’A DI SAAT HAMIL ( Sering-seringlah dibaca selama kehamilan )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ , أَللَّـهُمَّ اخْفَظْ وَلَدِيْ مَادَامَ فِى بَطْنِ أُمِهِ , وَاشْفِهِ مَعَ أُمِهِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ , أَنْتَ الشَّافِى لاَشِفَاءَ إِلاَّشِفَائُكَ , اَللَّـهُمَّ صَوِّرْهُ فِى بَطْنِ أُمِهِ صُوْرَةً حَسَنَةً جَامِلَةً وَثَبِتْ فِى قَلْبِهِ إِيْمَاناً بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِى الدُّنْياَ وَالاَخِرةِ , أَللَّـهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ أُمِهِ فِى وَقْتِ وِلاَدَتِهاَ سَلاَماً وَسَعِداً فِى الدُّنْياَ وَالاَخِرَةِ , أَللَّـهُمَّ تَقَبَّلْ دُعاَءَناَ كَماَتَقَبَّلْتَ دُعَاءَ نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ , أَللَّـهُمَّ اخْفَظْ صِبْياَنَ الَّذِى خَرَجَ مِنْ عَالَمِ الظُّلُمَاتِ إِلىَ النُّوْرِ وَاجْعَلْهُ صاَلِحاً عَاقِلاً لَطِيْفًا بِشَاشَاةً بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنْ ؛
Artinya :
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Allah limpahkan rahmat kepada baginda kita Muhammad Saw. Ya Allah lindungilah anakku selama dia berada di dalam perut ibunya, sehatkan dia berserta ibunya sebab keberkahan Nabi Mauhammad sebagai Nabi dan Utusan-Mu, Engkau yang menyembuhkan tidak ada kesembuhan melainkan hanya penyembuhan dari-Mu. Ya Allah berikan dia rupa yang baik dan bagus sejak di dalam perut ibunya, tanamkan di hatinya keimanan dan keyakinan kepada-Mu dan kepada Utusan-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah keluarkan dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Ya Allah terimalah semua permohonan kami sebagaiman Engkau terima permohonan Nabi dan Utusan-Mu Muhammad saw. Ya Allah lindungilah anak-anak yang keluar dari alam rahim yang gelap menuju alam dunia yang terang, jadikan mereka anak yang soleh, cerdas, penyayang, dan diliputi kebahagiaan, dengan segala kasih-Mu wahai Yang maha pengasih diantara yang pengasih.


DO’A AGAR MUDAH MELAHIRKAN ( Dibaca 3 kali, pada saat mau melahirkan )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
أَللَّـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلَيْهِ , أُخْرُجْ أَيُّهاَ المَوْلُدُ بِحَقِّ مَلِكِ المَعْبُوْدِ
Artinya :
Ya Allah limpahkan rahmat, salam serta keberkahan kepada baginda kita Muhammad Saw, keluarlah wahai anak yang akan terlahir sebab kebenaran kekuasaan Dzat Yang wajib disembah.

Allah Mengetahui Segalanya

Daftar Pustaka : Kitab Uqudul-Luzen, Qurrotul’ Uyun, Makarimul Akhlaq dll.


KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)