Monday, October 10, 2011

KEISTIMEWAAN SILATURRAHMI

Oleh ; Ahmad Daerobiy
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Silaturrahmi diambil dari kata Silah artinya menghubungkan dan Rahmi atau Rahmat artinya kasih sayang, sama halnya dengan kata Rahman atau kata Rahim.

Kata rahim juga digunakan sebagai nama bagian tubuh wanita yang menjadi tempat janin yang terdapat di dalam perut. Sebaliknya Shilah ialah Qoth’i artinya putus, oleh karenanya kalimat Shilaturrahmi atau Shilaturahim maksud-nya ialah menghubungkan kasih sayang atau menghubungkan persaudaraan sedangkan arti dari kalimat Qothi’ur-rahmi atau kalimat Qothi’ur-rahim adalah memutuskan kasih sayang atau memutuskan ikatan persaudaraan.

Ikatan persaudaraan diantara sesama manusia hendaknya dijaga dan dipelihara, terlebih-lebih ikatan persaudaraan diantara kerabat dan keluarga agar darinya senantiasa didapatkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Memelihara dan menjaga ikatan persaudaraan seperti diatas adalah termasuk memenuhi perintah Allah Swt, sebagaimana firman Allah Swt sebagai berikut :

قاَلَ اللهُ تَعاَلىَ ؛ وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِىْ تَساَءَلُوْنَ بِهِ وَالأَرْحاَمَ أَىْ وَاتَّقُوْا الأَرْحاَمَ أَنْ تَقْطَعُوْهاَ (النساء 1)
Artinya :
Allah Swt berfirman : “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahmi”, artinya jangan sampai memutuskan hubungan Silatur-rahmi. (QS. Annisa 1)

قاَلَ اللهُ تَعاَلىَ ؛ وَالَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللهِ مِنْ بَعْدِ مِيْثاَقِهِ وَيَقْطَعُوْنَ ماَ أَمَرَ اللهُ بِهِ أَنْ يُوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فىِ الأَرْضِ أُوْلَئِكَ لَهُمْ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْءُ الدَّارِ (الرعد 25)
Artinya :
Allah Swt berfirman : “Dan orang-orang yang merusak janji Allah setelah dikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengada-kan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam) (QS. Ar-Ra’du 25)

قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ ياَمَعْشَرَ المُسْلِمِيْنَ اتَّقُوْا اللهَ وَصِلُّوْا أَرْحاَمَكُمْ فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ ثَواَبٍ أَسْرَعُ مِنْ صِلَةِ الرَّحْمِ وَإِيَّاكُمْ وَالبَغْىَ فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عُقُوْبَةٍ أَسْرَعُ مِنْ عُقُوْبَةِ بَغْىٍ وَإِيَّاكُمْ وَعُقُوْقَ الواَلِدَيْنِ فَإِنَّ رِيْحَ الجَنَّةِ يُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَلْفِ عاَمٍ وَاللهِ لاَ يَجِدُهاَ عاَقٌ وَلاَ قاَطِعُ رَحْمٍ وَلاَ شَيْخٌ زاَنٍ وَلاَ جاَرٌ زاَرَهُ خُيَلاَءَ إِنَّماَ الكِبْرِياَءُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمِيْنَ ( رواه الطبرانىِ )
Artinya :
Rasulullah Saw bersabda ; “Wahai para kaum muslimin, bertaqwalah kepada Allah dan hubungkanlah ikatan saudara (shilaturrahmi) diantara kalian, karena sesungguhnya tidak ada pahala yang lebih cepat diterima melainkan hanya pahala dari shilaturrahmi, takutilah berbuat jahat memutus-kan shilaturrahmi karena tidak ada siksa yang lebih cepat menimpa melainkan hanya siksa sebab jahat memutuskan shilaturrahmi. Takutilah menyakiti kedua orang tua karena sesungguhnya wangi sorga dapat tercium dengan jarak seribu tahun, samun tidak akan mencium wangi sorga orang yang menyakiti kedua orang tua, orang yang memutuskan shilaturrahmi, orang tua yang berzina, orang yang menjumpai tetangganya yang disertai dengan kesombongan, karena kesombongan itu hanyalah milik Allah Tuhan semesta alam”. (HR. Thabroniy)

قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ إِنَّ أَعْماَلَ بَنِى آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ وَلَيْلَةِ جُمْعَةٍ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قاَطِعِ رَحْمٍ (رواه أحمد)
Artinya :
Rasulullah Saw bersabda ; “Sesungguhnya amal ibadah seorang manusia akan diperlihatkan kepada Allah Swt setiap hari kamis dan malam jum’at, namun tidak akan diterima amal ibadah yang dilakukan oleh orang yang memutuskan ikatan shilaturrahmi”. (HR. Ahmad)

قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ إِنَّ الرَّحْمَةَ لاَ تَـنْزُلُ عَلَى قَوْمٍ وَفِيْهِمْ قاَطِعُ رَحْمٍ ( رواه الأصبهانىِ )
Artinya :
Rasulullah Saw bersabda ; “Sesugguhnya rahmat Allah tidak akan turun pada suatu kumpulam kaum yang didalamnya terdapat orang yang memutuskan ikatan shilaturrahmi”. (HR. Al-Ashbahaniy)

Allah Mengetahui segalanya ……

WASPADALAH..., MENDAPATKAN ILMU TANPA GURU

وَمِنْ كَلاَمِ أَبِيْ يَزِيْدْ البُسْطاَمِيْ قُدِّسَ سِرُّهُ ؛ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَّيْطاَنُ

Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy quddisa sirruh menyatakan ; Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.

Tafsir Ruhul-Bayan, Juz 5 hal. 203 Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60

Ketika tidak mendapatlan ilmu tanpa guru maka jelas dia gurunya syetan dan kesesatannya lebih terbuka lebar, maka waspadailah. Apakah anda punya guru agama? Datangilah beliau, jika anda ingin mendapatkan ilmunya dan bermanfaat..


Lihat LOKASI MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA di peta yang lebih besar

NASKAH POPULER