Thursday, October 4, 2012

ENAM MACAM RUKUN HAJI




بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

أركانه أي الحج ستة أحدها (إحرام) به أي بنية دخول فيه لخبر إنما الأعمال بالنيات ولا يجب تلفظ بها وتلبية بل يسنان فيقول بقلبه ولسانه نويت الحج وأحرمت به لله تعالى لبيك اللهم لبيك إلى آخره
Rukun-rukun haji ada enam :
Pertama, Ihram untuk haji, (Ihram secara harfiyah ialah penghormatan) teknis Ihram ini ialah Ihram dengan niat masuk dalam ibadah haji, karena berdasarkan hadits "Sesugguhnya mayoritas amal-amalan itu pakai niat". Niat Ihram tidak wajib dilafalkan, juga tidak wajib melafalkan talbiyah (talbiyah secara harfiyah ialah memenuhi panggilan) namun keduanya (niat ihram dan talbiyah) sunnah dilafalkan, sehingga keduanya dilakukan oleh hati dan lisan.. Niat ihram ini seperti ;

"Aku niat melaksanakan haji dan Ihram dengan haj ini, karena Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, tidak ada yang bersekutu dengan Mu, sesungguhnya pujian, semua kenikmatan serta kerajaan besar ialah milik Mu Ya Allah..."

وثانيها (وقوف بعرفة) أي حضوره بأي جزء منها ولو لحظة وإن كان نائما أو مارا لخبر الترمذي الحج عرفة وليس منها مسجد إبراهيم عليه السلام ولا نمرة

Kedua, Wukuf di 'Arafah, artinya hadir di tanah 'Arafah, di belahan mana saja, (di bagian mana saja asal masih lokasi 'Arafah) sekalipun hadir dalam waktu sesaat, sekalipun dalam keadaan tidur, atau hanya melewati saja. Karena hal ini berdasarkan hadits Turmudzi, "HAJI ITU 'ARAFAH" dan bukan termasuk 'Arafah ialah mesjid Ibrahim (mesjid Ibrahim ialah tempat shalat dan khutbah, dia termasuk batas awal dan batas akhir lokasi 'Arafah) dan Namroh juga bukan termasuk kawasan 'Arafah (Namroh ialah ujung perbatasan tanah halal dengan lokasi 'Arafah).

(Sahabat, karena saya belum pergi haji, lokasi persis batasan-batasan ini saya belum tahu, mohon maaf apabila dalam hal ini saya tidak bisa mengupas lebih detail..)

والأفضل للذكر تحري موقفه صلى الله عليه وسلم وهو عند الصخرات المعروفة وسميت عرفة قيل لأن آدم وحواء تعارفا بها وقيل غير ذلك

Yang paling utama untuk melakukan dzikir (saat berada di 'Arafah) ialah menempati tempat wukuf Nabi Muhammad SAW (jika berdesakan jangan) tempat ini yaitu dekat bebatuan yang sudah dikenal dengan nama 'Arafah. Menurut sebuah riwayat bahwa nabi Adam dan Hawa bertemu di lokasi ini.. menurut pendapat lain tidak demikian..

ووقته (بين زوال) للشمس يوم عرفة وهو تاسع ذي الحجة (و) بين طلوع (فجر) يوم (نحر) وسن له الجمع بين الليل والنهار وإلا أراق دم تمتع ندبا

Waktu wukuf ialah antara tergelincirnya matahari pada hari 'Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah dan terbit fajar pada hari Qurban (10 dzulhijjah) Dan disunnahkan wukuf dengan menyatukan malam dan siang, artinya bagian waktu siang dan bagian waktu malam berada di 'Arafah, apabila tidak mungkin, maka disunnahkan motong kambing sebagai denda DAM TAMATHU'


Rukun Haji selanjutnya.. Ntar ya kalo udah anuan... hehehe

Allah Mengetahui segalanya...

Pustaka : Nihayatuz-Zein Syekh Nawawi, diterjemahkan oleh Ahmad Daerobiy


Konsultasi Hukum Islam
085714619749 - 083893539208
Bersama Ahmad Daerobiy


Wednesday, October 3, 2012

HIKMAH DIBALIK QURBAN



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَالبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ
فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا القَانِعَ وَالمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam Keadaan berdiri (dan telah terikat). kemudian apabila telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS. Al-Hajj 36)

Ayat tersebut ialah dalil diberlakukannya ibadah qurban dalam istilah agama dinamakan udhiyyah. Udhiyyah menurut agama ialah nama hewan qurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah, dilakukan pada hari raya idul adha atau tiga hari tasyriq.

Menurut pendapat masyhur para Ulama ibadah qurban ini hukmnya sunnah muakkad dan merupakan Syi’ar agama, oleh karenanya seorang yang mampu selayaknya menjaga ibadah qurban ini, bahkan sebagian Ulama menyatakan bahwa ibadah qurban itu wajib diantaranya Imam Malik.

Diantara dalil hadits tentang qurban diantaranya ;

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِه

“Jika klian melihat hilal dzilhijjah dan hendak berqurban maka tahanlah dulu rambut dan kukunya”. (HR. Muslim)

ماَ عَمِلَ ابْنُ آَدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبُّ إِلىَ اللهِ مِنْ إِهْرَاقِهِ دَماً وَإِنَّهاَ لَتَأْتِيْ يَوْمَ القِياَمَةِ بِقُرُوْنِهاَ وَأَظْلاَفِهاَ وَإِنَّ الدَّمَ يَقَعُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكاَنٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ بِالأَرْضِ فَطَيِّبُوْا بِهاَ نَفْساً

“Tidak ada perbuatan yang paling disukai Allah pada Hari Raya Haji selain berkurban, sesungguhnya orang yang berkurban dengan tulus, akan datang pada hari qiyamah dengan berkendara hewan kurbannya dengan tanduk dan badannya itu (melangkah menuju sorga) sesungguhnya darah kurban yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah daripada (darah itu), jatuh ke bumi. Maka, sucikanlah dirimu dengan berkurban”. (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits lain disebutkan ;

عَظِّمُوْا ضَحاَيَكُمْ فَإِنَّهاَ عَلَى الصِّراَطِ مَطاَياَكُمْ

“Carilah hewan yang besar yang layak disembelih untuk kurban, karena hewan kurban itu akan menjadi kendaraan yang dikaruniakan kepada kalian pada saat melewati jembatan Shirotol Mustaqim”. (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dalam penjelasan lain, riwayat dari dari Ali ra. ;

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلىَ شِراَءِ الأُضْحِيَّةِ كاَنَ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ عَشْرُ حَسَناَتٍ وَمَحاَ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئاَتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجاَتٍ

Barangsiapa keluar dari rumah bergegas untuk membeli hewan qurban, maka setiap langkahnya di balas dengan sepuluh kali kebaikan, di hapus sepuluh macam kesalahan serta akan dinaikkan kedudukan dan martabatnya 10 (sepuluh) kali lipat. Bukan itu saja, Bahkan ..

وَإِذاَ تَكَلَّمَ فىِ شِراَئِهاَ كاَنَ كَلاَمُهُ تَسْبِيْحاً وَإِذاَ نَقَدَ ثَمَنَهاَ كاَنَ لَهُ بِكُلِّ دِرْهَمٍ سَبْعُمِائَةِ حَسَنَةٍ وَإِذاَ طَرَحَهاَ عَلَى الأَرْضِ يُرِيْدُ دَبْحَهاَ اسْتَغْفَرَ لَهُ كُلُّ خَلْقٍ مِنْ مَوْضِعِهاَ إِلىَ الأَرْضِ السَّابِعَةِ وَإِذاَ أَهْرَقَ دَمَّهاَ خَلَقَ اللهُ بِكُلِّ قَطْرَةٍ مِنْ دَمِّهاَ عَشْرَةٌ مِنَ المَلاَئِكَةِ يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ إِلىَ يَوْمِ القِياَمَةِ وَإِذاَ قَسَمَ لَحْمَهاَ كاَنَ لَهُ بِكُلِّ لُقْمَةٍ مِثْلَ عِتْقِ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيْلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ

Apabila ia menawar hewan qurban maka tawar menawar itu sama halnya dengan membaca tasbih, apabila terjadi membeli hewan qurban maka satu perak yang dia keluarkan akan di balas Allah SWT 700 kali lipat kebaikan, apabila hewan qurbannya dibaringkan untuk disembelih maka setiap makhluk di sekitar tempat sembelih sampai ke tujuh lapis bumi bagian bawah akan memohon ampunan untuknya, apabila darah hewan qurbannya menetes maka dari tetesan darah itu Allah menciptakan 10 malaikat yang memohon ampunan untuknya sampai qiyamah, dan apabila daging qurbannya dibagikan maka setiap suap daging akan mendapat pahala sama dengan membebaskan budak dari keturunan Ismail AS.

Di tengah krisis global, bahkan multidimensional, melalui ritual kurban umat Muslim sudah selayaknya bersikap optimistis akan janji Allah Swt. Yakni, bahwa Allah akan memberikan kemenangan dan kemudahan, apabila melaksanakan kurban. Juga Allah akan memenuhi janjiNya mendapatkan keberkahan dalam hidup kepada hamba-hamba Nya yang sabar, taat dan ikhlas berkurban.

Allah mengetahui segalanya.

By Ahmad Daerobiy
KONSULTASI HUKUM ISLAM
HP. 083893539208 - 085714619749
http://arbabulhija.blogspot.com

Monday, October 1, 2012

ORANG PERTAMA MASUK SORGA

آَتِى بَابَ الجَنَّةِ يَوْمَ القِياَمَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُوْلُ الخاَزِنُ مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُوْلُ (مُحَمَّدٌ) فَيَقُوْلُ بِكَ أُمِرْتُ أَلاَّ أَفْتَحُ ِلأَحَدٍ قَبْلَكَ (رَواَهُ أَحْمَدُ عَنْ أَنَسٍ)
========
Aku mendatangi pintu sorga di hari qiyamah kelak, aku meminta untuk dibukakan. “Siapa kamu?”. Penjaga sorga bertanya. “Aku adalah Muhammad”. Jawabku. “Karenamu aku diperintahkan agar aku tidak membukakan sorga untuk siapapun sebelum kamu”. Penjaga sorga menjelaskan. (Hadits riwayat Ahmad, diterima dari Anas ra)

PENJELASAN
“Aku mendatangi pintu sorga di hari qiyamah kelak”. Sabda Nabi Muhammad SAW, Maksudnya saat itu Nabi Muhammad keluar dari Mauqif. Mauqif secara harfiyah artinya tempat berkumpul, dan Mauqif yang dimaksud disini ialah sebuah lapangan luas dimana semua manusia berkumpul di hari qiyamah, dari mauqif inilah semua manusia bertolak. Kemanakah mereka akan beranjak pergi, ke sorga ataukah ke neraka? Nabi Muhammad SAW keluar dari Mauqif melalui jalan mulia yang terhubung ke pintu sorga.

Setelah Nabi Muhammad SAW sampai di depan pintu sorga, Beliau mengetuk pintu sorga, meminta kepada penjaga sorga yaitu Malaikat Ridwan agar pintu sorga itu segera dibuka. Kemudian dari balik pintu sorga Malaikat Ridwan menyambutnya sambil bertanya ;

Malaikat Ridwan     “Siapa kamu?”.
Nabi Muhammad  “Aku Muhammad”. (Nabi Muhammad menjawabnya dengan nama Muhammad, padahal nama beliau sangat banyak, seperti Ahmad, Musthofa dan nama-nama lainnya, karena Nama Muhammad adalah nama khusus[1] diri beliau, sekalipun banyak manusia yang lain yang memiliki nama Muhammad).
Malaikat Ridwan    “Karenamu aku diperintahkan agar aku tidak membukakan sorga untuk siapapun sebelum kamu”.
(At-Taisir Jami’ Shogir – Al-Hafidz Zaenuddin Abdurrauf Al-Manawiy)

Wal-hasil, berdasarkan hadits ini bahwa semua manusia tidak akan bisa masuk ke sorga terkecuali apabila Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu sudah memasukinya. Karena Nabi Muhammad SAW adalah pelantara besar bagi semua ummat manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Tanpa keberadaan Nabi Muhammad SAW kita semua tidak akan berarti apa-apa. (Penyusun)

_______________
[1] Nama Muhammad dalam istilah Ilmu Nahwu disebut Isim ‘Alam artinya nama khusus. Muhammad artinya ialah yang terpuji, menurut ilmu mantiq disebut Nisbat Tasyakuk  yaitu nilai terpuji yang ada pada diri Nabi Muhammad jauh lebih mulia daripada nilai terpuji dari selain Nabi Muhammad. Dengan demikian, maka ketika disebutkan nama Muhammad, semua orang akan lebih tertuju kepada sosok Nabi Muhammad SAW.


Saturday, September 29, 2012

RUKUN-RUKUN SHALAT


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
[ فَصْلٌ ] فىِ بَياَنِ أَرْكاَنِ الصَّلاَةِ ( أَرْكاَنُ الصَّلاَةِ سَبْعَةَ عَشَرَ ) وَهَذِهِ طَرِيْقَةِ مِنْ جَعْلِ الطُّمَأْنِيْناَتِ فىِ مَحاَلِهاَ الأَرْبَعَ أَرْكاَناً مُسْتَقِلَةٌ كَماَفىِ الرَّوْضَةِ وَعَدَهاَ بَعْضُهُمْ ثَماَنِيَّةَ عَشَرَ بِزِياَدَةِ نِيَّةِ الخُرُوْجِ مِنَ الصَّلاَةِ كَأَبِى شُجاَعٍ وَالصَّحِيْحُ أَنَّهاَ سُنَةٌ وَعَدَهاَ بَعْضُهُمْ كَذَلِكَ أَيْضاً لَكِنْ لاَ بِماَذُكِرَ بَلْ بِزِياَدَةِ المُواَلاَةِ كَماَ فىِ السِّتِيْنَ وَالمُعْتَمَدُ أَنَّهاَ شَرْطٌ لِلرُّكْنِ وَعَدَهاَ بَعْضُهُمْ أَرْبَعَةَ عَشَرَ بِجَعْلِ الطُّمَأْنِيْناَتِ فىِ مَحاَلِهاَ الأَرْبَعِ رُكْناً واَحِداً لإِتِّحاَدِ جِنْسِهاَ وَبَعْضُهُمْ خَمْسَةَ عَشَرَ بِزِياَدَةِ قَرْنِ النِّيَةِ بِالتَّكْبِيْرِ كَماَ فىِ التَّحْرِيْرِ وَالمُعْتَمَدُ أَنَّهاَ هَيْئَةٌ لِلنِيَّةِ وَمِنْهُمْ مَنْ جَعَلَهاَ تِسْعَةَ عَشَرَ بِجَعْلِ الخُشُوْعِ رُكْناً كاَلغَزاَلىِ وَمِنْهُمْ مَنْ جَعَلَهاَ عِشْرِيْنَ بِزِياَدَةِ ذاَتِ المُصَلِّى , وَالصَّواَبُ أَنَّهُ لاَيُعَدُ مِنَ الأَرْكاَنِ فىِ الصَّلاَةِ ِلأَنَّ لَهاَ صُوْرَةٌ فىِ الخاَرِجِ يُمْكِنُ تَعَلُقُهاَ وَتَصَوُرُهاَ بِدُوْنِ تَعَقُلِ مُصَلٍّ وَفاَرَقَتْ الصَّوْمَ حَيْثُ عَدَوْا الصَّائِمَ رُكْناً بِعَدَمِ وُجُوْدِ صُوْرَةٍ مَحْسُوْسَةٍ فىِ الخاَرِجِ فِيْهِ وَعَدَ بَعْضُهُمْ فَقْدَ الصَّارِفِ مِنَ الأَرْكاَنِ وَعَلَى عَدِّ هَذِهِ الزَّواَئِدِ أَرْكاَناً تَكُوْنُ جُمْلَتُهاَ ثَلاَثَةَ وَعِشْرِيْنَ

FASAL RUKUN-RUKUN SHALAT
Fasal ini menjelaskan rukun-rukun shalat ( Rukun-rukun shalat ada 17 ) jumlah ini dengan menjadikan Tumaninah dihitung terpisah dari tempatnya masing-masing, yaitu pada empat rukun, sebagaimana kitab Ar-Raudloh Imam An-nawawiy. Sebagian Ulama menghitung rukun shalat 18 macam, dengan menambah “Niat keluar dari shalat” sebagai rukun, ini seperti pendapat Abi Syuja’ tetapi menurut pendapat sohih Niat keluar dari shalat termasuk sunnah. Sebagian ulama lain menghitung 18 rukun, bukan menambah “Niat keluar dari sholat”, tetapi menambah kan “berturut-turut” sebagai rukun, sebagaimana kitab As-Sittin. Menurut pendapat yang kuat ialah bahwa “Berturut-turut” itu sebagai syarat untuk rukun. Sebagian Ulama lain menghitung 14 rukun dengan menyatukan masing-masing Tumaninah pada tempat nya menjadi empat rukun, karena menyatu jenisnya. Sebagian Ulama lain menghitung 15 rukun dengan menambah “Mengiringkan Niat pada Takbiratul-Ikhram”, sebagaimana kitab At-Tahrir. Menurut pendapat yang kuat adalah bahwa “Mengiringkan Niat Takbiratul-Ikhram” adalah sunnah Haeat bagi Niat itu sendiri. Diantara Ulama ada yang menjadikan rukun shalat berjumlah 19, dengan menambah “Khusu” sebagai rukun, seperti Imam Al-Ghozaliy.  Diantara Ulama ada yang menjadikan rukun shalat berjumlah 20 rukun dengan menambah “Sosok orang shalat” sebagai rukun. Menurut pendapat yang benar “Sosok orang shalat” tidak dihitung rukun shalat, karena kenyataannya shalat memiliki bentuk yang mungkin saling berkaitan. Dan bentuk itu tanpa penghayatan pelaku shalat itu sendiri. Shalat berbeda dengan puasa, sekiranya para Ulama menghitung pelaku puasa sebagai rukun karena puasa tanpa wujud yang bisa terlihat dalam kenyataannya. Sebagian Ulama menghitung tanpa pelaku-pun termasuk sebagai rukun-rukun, berdasar menghitung tambahan ini sebagai rukun, maka jumlah rukun shalat seluruhnya mencapai 20 rukun.

وَالمُعْتَمَدُ ماَ فىِ المَنْهاَجِ وَغَيْرِهِ مِنْ جَعْلِهاَ ثَلاَثَةَ عَشَرَ ؛ بِجَعْلِ الطُّمَأْنِيْنَةِ هَيْئَةً تاَبِعَةً لِلرُّكْنِ ثَماَنِيَّةَ أَفْعاَلاً وَهِىَ النِّيَّةُ وَالقِياَمُ وَالرُّكُوْعُ وَالإِعْتِداَلُ وَالسُّجُوْدُ وَالجُلُوْسُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ وَالجُلُوْسُ الأَخِيْرِ وَالتَّرْتِيْبُ وَخَمْسَةَ أَقْواَلاً تَكْبِيْرَةُ التَّحَرُّمِ وَالفاَتِحَةُ وَالتَّشَهُدُ وَالصَّلاَةُ عَلَى النَّبِىِّ T وَالسَّلاَمُ قاَلَ مُحَمَّدُ البَقْرِى ؛ وَقَدْ شُبِهَتْ الصَّلاَةُ بِالإِنْساَنِ فاَلشَّرْطُ كَحَياَتِهِ وَالرُّكْـنُ كَـرَأْسِهِ وَالأَبْـعاَضُ كَأَعْضاَئِهِ وَالهَيْئاَتُ كَشُعُوْرِهِ الَّتِى يَتَزَيَّنُ بِهاَ ( الأَوَّلُ النِّيَّةُ ) أَىْ بِالقَلْبِ فَلاَيَجِبُ النُّطْقُ بِهاَ بِاللِّساَنِ لَكِنْ يُسَنُّ لِيُعاَوِنَ اللِّساَنُ القَلْبَ وَلاَعِبْرَةَ بِنُطْقِ اللِّساَنِ بِخِلاَفِ ماَ فىِ القَلْبِ

Pendapat yang kuat adalah yang terdapat dalam kitab Al-Manhaj juga kitab lainnya, yaitu ; Menghitung rukun shalat menjadi tiga belas, yaitu ;  

Pertama, Dengan menjadikan Tumaninah sebagai sunnah Haeat yang mengikuti delapan rukun perbuatan, yaitu Niat, Berdiri, Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, Duduk terakhir dan tertib,

Kedua, Dengan menjadikan Tumaninah sebagai sunnah Haeat yang mengikuti lima rukun perkataan, yaitu  Takbiratul-Ikhram, Fatihah, Tasyahud, Sholawat atas Nabi Saw dan Salam.
Syekh Muhammad Al-Baqriy berkata ;
Sungguh shalat dapat di umpama kan sosok seorang manusia, yaitu syarat shalat adalah ibarat hidup nya, Rukun shalat ibarat kepalanya, sunnah-sunnah shalat ibarat anggota tubuhnya, sunnah Haeat shalat ibarat rambut yang menghiasi kepalanya.

Rukun shalat tersebut adalah ;
Pertama ; ( Niat ) ialah dengan hati, niat tidak wajib di lafalkan oleh lisan, akan tetapi di sunnah untuk melafalkan nya agar lisan dapat membantu kekhusuan hati. Niat yang di lafalkan lisan berarti apa-apa (tidak sah) kecuali di iringi niat di dalam hati.

FIQIH IMAM SYAFE’I, Kitab Kasyifatus-Saja, Syarah Safinatun-Naja – Syekh Nawawiy AlBantaniy

..Bersambung...

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)