Saturday, July 6, 2013

AKHLAQ ISTRI SHOLEHAH, DI SAAT KHILAF KEPADA SUAMI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَكَانَتْ المَرْأَةُ الصَالِحَةُ إِذَا وَقَعَ مِنْهَا زَلّةٌ فِيْ زَوْجِهَا نَدِمَتْ حَالاًّ وَاسْتَعْطَفَتْ رِضَاهُ وَتَبْكِى أَيَّامًا خَوْفًا مِنْ عِقَابِ اللهِ تَعَالَى وَتَقُوْلُ لِزَوْجِهَا إِذَا رَأَتْهُ مَهْمُوْمًا إِنْ كَانَ اهْتِمَامُكَ لأَمْرِ الآخِرَةِ فَطُوْبَى لَكَ وَإِنْ كَانَ لأَمْرِ الدُنْيَا فَأَنَا لاَ نُكَلِّفُكَ مَالاَ تَقْدِرُ عَلَيْهِ
=============
Seorang istri sholehah apabila ia mengalami kekhilafan pada suaminya, maka ia akan menyesali perbuatannya itu di saat juga, dan ia memohon pada suaminya agar sudi untuk memaafkan kekhilafannya, sampai menangis berhari-hari, karena takut akan ancaman siksa Allah SWT. Kemudian bicaralah kepada suami “Papahku sayang, apabila saat ini papah merasa resah-gelisah dan resah-gelisah itu dikarenakan perihal urusan akhirat, resah karena takut sanksi siksa maka berbahagialah wahai papahku sayang. Namun apabila papah merasa resah-gelisah soal ngurusin duniawi, nyari uang belum dapet maka mamah tidak ingin menjadi beban di luar kemampuan papah, ikhlas apa adanya”. (Al-Haditsa)

Pustaka : Uqudulizein Syekh Nawawi

Sahabatku, setiap kita tidak akan terlepas dari kekhilafan dan itu manusiawi. Terutama kepada orang terdekat kita, baik seorang suami kepada istrinya ataupun seorang istri kepada suaminya. Yang menjadi persoalan ialah bagaimana cara kita untuk bisa membenahi kekhilafan itu. Karena tanpa tahu cara membenahi sebuah kekhilafan, maka sekalipun ada niat baik untuk membenahi diri dari kekhilafan, namun itu hanya sia-sia belaka, sehingga pada akhirnya hanya keinginan semu-lah yang didapatkan.

Hanya saja pdai kesempatan ini saya akan mengupas cara membenahi kekhilafan yang dilakukan seorang istri kepada suaminya. Sebagaimana terungkap redaksi kitabnya di atas. Jadi disini jelas, bahwa poin-poin dalam membenahi diri dari kekhilafan itu ada EMPAT yaitu pertama MENYESALI, Kedua MEMINTA MAAF, Ketiga MENANGISI dan Keempat MEMBERI JAMINAN.

Teknis menyesali dan teknis meminta maaf, sedikit banyak mungkin diantara kita sudah faham. Namun dalam teknis menangis dari kekhilafan kepada suami, lamanya menangis di sini idealnya sampai satu minggu karena beratnya akan ancaman Allah di sana, menangis sebulan bisa jadi lebih baik. Namun menangis tiga hari boleh-lah. Menangis karena memang menyesal, bukan menangis abis ngiris bawang..

Sedang teknis Memberi Jaminan yang dimaksud di sini ialah apabila seorang istri melakukan kekhilafan kepada suami, disamping melakukan tiga hal tadi ialah harus sanggup berbicara sungguh dengan memberikan pernyataan jaminan bahwa “Tidak akan pernah membebankan suami diluar kemampuannya”.

Umapamanya saya kasih contoh “Papah sayang.., mamah tidak rela apabila papah dirundung kesedihan walau sesaat, sekalipun papah memang berkewajiban menafqahi mamah dan anak-anak, mamah tidak ingin kewajiban nafqah itu sangat memebebankan papah. Jadi biarlah…, papah gak usah kerja cape-cape nyari duit, biarlah orang lain saja kita suruh”…. Kebetulan emang suaminya lagi nyangkul di sawah… hehe…

Bahkan sangat baik jika istrinya berkata pada suaminya “Abangku sayang, maafin semua kesalahan aye ya bang..!!, dari ujung rambut sampai ujung kaki ya bang.., dari ujung berung Bandung sampe ujung harapan Bekasi.., soalnya aye tahu, seorang istri nggak bakal masuk sorga jika suami kagak ridlo…, Seandainya abang saat ini merasa resah dan geliash karena takut ancaman siksa akhirat, sungguh itu hebat bang, soalnya abang bisa berakhlaq sangat baik, dan gak bakalan berani untuk selingkuh.., Aye seneng bukan maen bang..?!. Namun seandainya abang mau punya bini lagi selain aye, gak usah selingkuh-selingkuh…., aye ridlo bang.. aye ikhlas abang punya bini lagi.. suwer deh.., bahkan bila perlu aye cariin yang cakep kaya bintang filem, mau ya bang?... hehehe

“……Maaaaaaaauuuuuu… “ Jawab Kang Dae.. hehehe


By Kang Dae

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)