Monday, November 28, 2011

MENYAMBUT SEPULUH MUHARRAM (‘ASYURA)


بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari kami." (QS. Hud 48)

Nabi Nuh selamat dan turun dari bahteranya terjadi pada 10 Muharram, berapa orang bersama Nabi Nuh AS itu ? yang jelas mereka sedikit, sebagaimana tertuang dalam Al-Qqur’an ;

وَمَنْ آَمَنَ وَمَا آَمَنَ مَعَهُ إِلاَّقَلِيْلٌ
 “Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit”. (QS. Hud 40)

Ada beberapa riwayat tentang jumlah, tetapi riwayat yang sohih (benar) mereka berjumlah 79 orang yaitu seorang perempuan yaitu istri Nabi Nuh, 3 anak laki-laki beliau, 3 orang menantu beliau, dan 71 orang laki-laki pengkikut beliau dan satu orang perempuan dari keturunan Nabi Syits.

Hikmah apa yang menjadi pelajaran disini ? berdasarkan sejarahnya bahwa 10 Muharram itu ternyata hari baik. Oleh karenanya, sebagai muslim selayaknya menyambut serta mengisi 10 Muharram dengan berbagai macam amal ibadah, apa saja bentuk amal ibadah itu ? disamping rutinitas ibadah yang dilakukan, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut ;

Pertama, Berpuasa 10 Muharram, ini berdasar sabda Nabi SAW : 

إِنَّ هَذَا اليَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ وَلَمْ يَكْتُبِ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ فَمَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْ

 “Sesungguhnya Hari ini ialah tanggal 10 Muharram, tidak ada kewajiban puasa atas kalian, tetapi jika mau silahkan berpuasa, dan jika mau silahkan tidak berpuasa." (HR .Bukhori Muslim)

Imam Syafi’i menambahkan ;
وَأَنَا صَائِمٌ فَمَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْ

“Dan Aku (Nabi SAW) sedang berpuasa, jika mau silahkan berpuasa.” (HR. Imam Syafei)

Kedua, Berpuasa 9 Muharram, ini berdasar sabda Nabi SAW ;

لَئِنْ بَقَيْتُ إِلىَ قاَبِلٍ َلأَصُوْمَنَّ التّاَسِعَ - يَعْنِي يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan maka aku akan berpuasa tanggal 9, yakni sebelum 10 Muharram.” (HR. Muslim)

Ketiga, Melakukan keleluasaan keluarga, ini berdasar sbda Nabi SAW ;

مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِياَلِهِ فيِ يَوْمِ عاَشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ فيِ سَنَتِهِ كَلِّهاَ

"Barangsiapa membuat keleluasaan dalam keluarga (wajib dinafkahi) pada 10 Muharram maka Allah lapangkan rezekinya di semua tahunnya.” (HR. Thabraniy dalam kitab Ausath-nya)

وَنُقِلَ عَنْ بَعْضِ الأَفاَضِلِ أَنَّ الأَعْماَلَ فيِ يَوْمِ عاَشُوْرَاءَ إِثْناَ عَشَرَ عَمَلاً الصَّلاَةُ وَالأَوْلىَ أَنْ تَكُوْنَ صَلاَةُ التَّسْبِيْحِ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى العِياَلِ وَالاِغْتِساَلُ وَزِياَرَةُ العاَلِمِ الصَّالِحِ وَعِياَدَةُ المَرِيْضِ وَمَسْحُ رَأْسِ اليَتِيْمِ وَالاِكْتِحاَلُ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفاَرِ وَقِرَاءَةُ سُوْرَةِ الإِخْلاَصِ أَلْفَ مَرَّةٍ وَصِلَّةُ الرَّحْمِ

“Dikutif dari sebagian Ulama yang memiliki martabat mulia, bahwa amal ibadah yang layak diperhatikan pada tanggal 10 Muharram adalah 12 macam amal kebaikan diantaranya :
  1.       Melaksanakan Shalat Sunnah, paling utama shalat Tasbih,
  2.       Melakukan Puasa Sunnah,
  3.       Melakukan Sodaqoh,
  4.       Melakukan keleluasaan di keluarga yaitu menambah belanja termasuk membeli pakaian baru,
  5.       Melakukan Mandi Sunnah,
  6.       Melakukan kunjungan pada Alim Ulama  yang soleh,
  7.       Menengok orang yang sedang sakit,
  8.       Mengusap kepala yatim, peduli dan menampakkan kasih sayang terhadap anak yatim,
  9.       Memakai celak mata, 
10.     Menggunting kuku,
11.     Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali,
12.     Melakukan silaturrahmi terutama kepada saudara dan keluarga, mudik sama seperti di hari raya”.

Semua itu lebih ditekankan pada 10 Muharram dari pada waktu hari yang lain, karena pahala dan kebaikannya bernilai tinggi. Melakukan Puasa dan keleluasaan dalam keluarga hadits tertuang dalam hadits.

DO’A ASYURA
Do’a ini hendaknya dibaca pada hari Asyura yaitu tanggal 10 Muharram, akan lebih baik jika dibaca berjama’ah selepas melaksanakan shalat maghrib malam 10 Muharram, berikut do’a yang dimaksud ;

أَللَّـهُمَّ ياَمُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ وَياَ مُخْرِجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَجاَمِعَ شَمْلَ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَغاَفِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَكاَشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَساَمِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهاَرُوْنَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَخاَلِقَ رُوْحِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَرَحْمَنُ الدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ وَأَطِلْ عُمْرِى فىِ طاَعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضاَكَ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَأَحْيِنِى حَياَةً طَيِّبَةً وَتَوَفَّنِى عَلَى الإِسْلاَمِ وَالإِيْماَنِ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمْيَنَ

Ya Allah wahai Yang membebaskan segala kesulitan, wahai Yang melepaskan Nabi Yusuf Dzin-Nun di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ya’kub di hari ‘Asyura, wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari ‘Asyura,  wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayub di hari ‘Asyura, wahai Yang mendengar do’a Nabi Musa dan Nabi Harun di hari ‘Asyura, wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad Saw di hari ‘Asyura, wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat panjangkanlah umurku dalam taat ibadah dan cinta kepadaMu, wahai Yang maha Pengasih diantara yang pengasih hidupkan-lah aku dalam kehidupan yang baik, matikanlah aku dalam Islam dan Iman, wahai Yang maha Pengasih diantara yang Pengasih, semoga Allah limpahkan rahmat dan salam atas baginda kita Muhammad juga keluarga beliau dan para sahabat beliau, segala puji bagi Allah Tuhan pengurus sekalian alam.

 
DAFTAR PUSTAKA : 1) Tafsir Ruhul-Ma’ani – Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah Al-Yusiy, 2) Sunan Al-Kubra –Al-Baihaqiy, 3) Faidul-Qodir – Syekh Al-Manawi, 4) I’anatuh-Thalibin – Syekh Muhammad Syatho, 5) Nihayatuz-Zein – Syekh Nawawi

KONSULTASI HUKUM ISLAM

KAJIAN HARI SABTU

KAJIAN HARI MINGGU

TADARUS MALAM RABU

SYARAH SAFINATUN-NAJA

SYARAH SAFINATUN-NAJA
TERJEMAH KASYIFATUS-SAJA SYARAH SAFINATUN-NAJA

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU

WASPADAI BELAJAR TANPA GURU
Ketika mendapatkan ilmu agama Islam tanpa bimbingan guru Maka jelas gurunya syetan, bahkan kesesatan akan lebih terbuka lebar Waspadailah belajar agama Islam tanpa bimbingan guru. Nah, apakah anda punya guru? .. kunjungilah beliau…!! Apabila ingin mendapat ilmu manfaat dan terjaga dari kesesatan

SILSILAH GURU AHMAD DAEROBIY (KANG DAE)